Laporkan Masalah

Dweller's adaptation for living in apartment environment sarijadi apartment Bandung

DARMADI, Dadi, Ir. Suryanto, MSP

2010 | Tesis | S2 MPKD

Tesis ini dimaksudkan untuk mempelajari/mengetahui apa yang terjadi dalam suatu lingkungan permukiman masyarakat menengah ke bawah di rumah susun Sarijadi Bandung. Perumahan vertikal ini pun merupakan bentuk baru yang diperkenalkan oleh pemerintah sejak tahun 1980 an. Dalam menyikapi bentuk permukiman yang baru ini pemerintah, masyarakat dan sektor swasta pun mengalami hal yang sama yaitu mendapati suatu pengalaman yang baru dalam hal permukiman. Penghuni di rumah susun Sarijadi Bandung ini pun mengalami hal serupa, mereka berurusan dengan berbagai perbedaan cara dari penghuni lainnya dalam menjalani kehidupan di lingkungan yang baru tersebut, kebiasaan hidup, sosialisasi antar penduduk dan sebagainya. Apa saja yang mereka lakukan menghadapi kondisi perbedaan lingkungan tempat tinggal dibandingkan dengan tempat tinggal mereka terdahulu. Kondisi kehidupan yang berbeda itu secara langsung ataupun tidak telah menyebabkan perubahan dalam kehidupan penghuni rumah susun ini. Mereka menyesuaikan diri dengan kehidupan baru mereka agar merka dapat menikmati kehidupan mereka sesuai dengan keinginan dan harapan mereka. Seperti kita ketahui, umumnya sebagian besar hidup masyarakat Indonesia tinggal di rumah dengan satu atau tidak lebih dari tiga lantai dengan halaman rumah masing-masing mereka sendiri. Dengan kebiasaan hidup mereka sebelumnya, hidup perumahan vertikal sama sekali berbeda. Rumah susun Sarijadi telah berdiri hampir 30 tahun, dan masih tetap berdiri dan beroperasi hingga saat ini.Dari pengamatan sepintas dapat dilihat bahwa kondisi apartemen masih memenuhi syarat sebagai tempat tinggal. Dari kondisi ini dapat diambil kesimpulan sementara bahwa penghuni dapat beradaptasi untuk hidup di lingkungan. Pertanyaannya adalah bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal mereka yang baru? Bagaimana mereka beradaptasi dengan bentuk hunian, sistem lingkungan, ruang terbuka publik dan perbedaan lainnya? Penelitian yang dilakukan dengan campuran metoda kualitatif dan kuantitatif dilakukan untuk mendapatkan data di lapangan apa saja yang telah mereka lakukan dalam beradaptasi demi menciptakan suasana kehidupan sesuai dengan keinginan dan harapan mereka dalam suatu hunian tempat tinggal. Dari penelitian tersebut di dapat suatu kesimpulan mereka sejauh ini dapat mengusahakan penyesuaian tersebut setelah mereka melakukan bermacam cara untuk mencoba proses adaptasi yang dimaksud, hal ini tentunya akan lebih baik apabila faktor – faktor yang menentukan dan mempengaruhi proses adaptasi ini lebih di akomodir dalam proses perencanaan permukiman sejak awal.

This thesis aimed is to study at describing what happens in a neighbourhood environment on the lower middle class society in Sarijadi Apartment Bandung. A society which totally new with the kind of this form of neighbourhood, and so this vertical housing form is also regarded as new kind of urban housing settlement form in Indonesia. Especially in Bandung, vertical housing is a relatively new form of housing. The Apartment form first appears in 1980‟s. Because it is really new, all parts of community: government, society and private sector had found something new about living in vertical housing form. For the dweller, the people, they faced new experiences about it. They deal with differences in every ways. Neighbours, living habits, socialized among inhabitants and many different aspect of their life. What are they did, feel and what make them able to overcome the differences in housing conditions of the environment with which they occupy before lived in this apartment. These conditions indirectly force to them making changes in their life. With their awareness or not they adapting for their new life. As we know, commonly most of Indonesian living in single or not more than three storey housing with their individual own yard. With their living habit previously, vertical housing life is totally different. Face this situation; they didn‟t interest to live in vertical housing. They thought there are many limitations to live in this new form of housing. As the result the development of vertical housing had difficulties to rose, because there was less people interest to choose. Sarijadi‟s Housing apartments has stood almost 30 years, and still remain existence. From the cursory observations can be seen that the condition of the apartments are still eligible as a place to live. From this condition can be taken of his allegations that the occupants can adapt to living in the neighbourhood. The question is how they adapt with their new living environment? How they adapt with their new form of housing, neighbourhood system, public open space and other differences with their previous settlement? Research conducted with a combination of qualitative and quantitative methods performed to obtain data on the field what they have done in adapting in order to create an atmosphere of life in accordance with the wishes and hopes in a residential dwelling. From that research found the conclusion that they can seek adjustments so far after they perform a variety of ways to attempt the adaptation process. This condition certainly would be better if the factors thatdetermine and influence the process of adaptation is more accommodate in settlement planning process from the beginning.

Kata Kunci : Apartemen,Adaptasi,New form housing,Adaptation, Apartemen, Adaptasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.