Comparative study of tourism development in city marketing perspective between Jakarta and Tokyo
WICAKSANA, Unggul Yuda, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP.,Ph.D
2010 | Tesis | S2 MPKDSaat ini, pariwisata telah menjadi fenomena yang menarik. Sarana transportasi yang canggih sangat memudahkan orang untuk bepergian. Apalagi saat ini, banyak maskapai penerbangan menawarkan tiket murah yang terjangkau semua lapisan masyarakat. Bagi kalangan yang berpenghasilan tinggi, berwisata adalah bagian dari kebutuhan untuk menghilangkan kejenuhan setelah kesibukan kerjanya. Mereka mencari suasana yang berbeda, keramahtamahan dan keindahan alam maupun pengalaman budaya yang berbeda dengan yang ada di tempat asalnya. Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta ingin menangkap pariwisata sebagai sebuah peluang bisnis yang sangat potensial untuk meningkatkan pendapatan daerah. Beberapa langkah telah diambil untuk memaksimalkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata, sejak sektor ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan daerah dalam beberapa tahun terakhir. Langkah-langkah tersebut diambil dengan mengadopsi konsep City Marketing, yang dimulai dengan menentukan target pasar yang akan dibidik, menyusun strategi pemasaran (pembenahan organisasi, program promosi dan pengembangan desain tata ruang) hingga langkah-langkah pengembangan produk. Namun, penulis menganggap hingga saat ini hasil yang dicapai dan usaha-usaha tersebut belum memberikan hasil yang maksimal. Dengan melakukan penelitian ini, kota Tokyo diambil sebagai pembanding Jakarta dalam pengelolaan pariwisata. Dan temuan penelitian, diketahui bahwa Pemerintah Kota Metropolitan Tokyo (TMG) dalam mengembangkan pariwisata dan prasarana penunjangnya sangat komprehensif. Mereka membuat perencanaan yang memadai dan kebijakan yang konsisten untuk menata kota sebagai kota ramah lingkungan dengan menyediakan cukup ruang terbuka hijau yang sangat menunjang pariwisata di kota itu. Warga kota tersebut masih sangat kuat menjaga budaya tradisionalnya meskipun budaya barat sangat mempengaruhi kota modern itu. Masyarakat juga sangat antusias dalam mendukung setiap even pariwisata yang diadakan. Selain itu, mereka sangat detil dalam mengemas setiap produk pariwisatanya. Hal tersebut yang menjadikan daya tank Tokyo sebagai tujuan wisata. Sehingga, mereka sangat percaya din dalam menentukan target pasar yang ingin diraih di masa yang akan datang dengan mendasarkan pada hasil-hasil yang sudah diraih dan usaha-usaha yang telah ditetapkan untuk mewujudkannya. Inilah beberapa pelajaran yang berharga yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pariwisata di DKI Jakarta.
Today, tourism has become an attractive phenomenon. Sophisticated means of transportation is a very enabling people to travel. Especially, at this time, many airlines offer affordable ticket prices. People who have a good economy, of course, wanted to take a vacation after working in his daily routine, even while on vacation they also conducts their business activities. They want to enjoy a different atmosphere, hospitality, beautiful landscapes, as well as feel the cultural experiences different from their region or their country of origin. DKI Jakarta Provincial Government wanted to capture this opportunity as one potential source for increasing the local revenue. Several measures have been undertaken to maximize the revenue from this sector, since in recent years the sector has contributed significantly to regional revenue. These measures taken by adopting the concept of city marketing, which starts from determining the target market (including what is desired by consumers in the target itself), make marketing strategies measures (re-organization, promotion and improvement of spatial design) through product development measures. However, until now, the authors consider the result achieved of these efforts has not been maximally. By doing this research, the authors wanted to obtain a depiction of the real condition of tourism conducted in Tokyo. From the research findings, the Tokyo Metropolitan Government in developing tourism and supporting infrastructure is very comprehensive. They have made proper planning and consistent policy for restructuring the city for environment friendly by presenting sufficient green open space that very supportive for tourism in the city. The citizen is still maintaining its traditional culture, even though western culture influence of this modern city. In addition, they are very good at doing packaging on every tourism products as well. Therefore, they are very confident in determining the target to be achieved in the future based on what is currently achieved and efforts will be made to make it happen. These are valuable lessons from Tokyo that can be utilized to develop tourism in Jakarta.
Kata Kunci : tourism, local revenue, city marketing and valuable lessons from Tokyo, Pariwisata, pendapatan daerah, city marketing dan pelajaran berharga dan Tokyo