Pengaruh bioaktivator orgadec terhadap kecepatan dan kualitas hasil pengomposan sampah organik
ROKHIMAH, Rr. Siti, Ria illati, S.T.,M.T.,Ph.D
2010 | Tesis |Sampah menurut sebagian besar orang dianggap sebagai sesuatu yang kotor, menjijikan, tidak bermanfaat dan selalu menimbulkan masalah. Permasalahan sampah semakin hari semakin rumit dikarenakan beberapa hal yaitu : timbunan sampah yang semakin meningkat, komposisi yang semakin beraneka ragam dan pembuangan sampah dalam keadaan tercampur aduk. Sampah masih bisa dimanfaatkan, asal dipisahkan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan, sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak bisa mengalami pelapukan. DiIndonesia mayoritas 70% sampahnya tergolong sampah organik, selebihnya 30% adalah sampah anorganik. Untuk mengatasi timbulan sampah organik yang besar ini maka perlu dilakukan upaya pengomposan.Saat ini teknologi pengomposan telah mengalami perkembangan pesat yaitu dengan menggunakan bioaktivator. Salah satu contoh bioaktivator adalah Orgadec yang diproduksi oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bioaktivator orgadec pada berbagai variasi konsentrasi terhadap kecepatan dan kualitas hasil pengomposan sampah organik. Sampah organik yang dipakai dalam penelitian ini adalah kotoran sapi, sampah pasar, sampah daun jati dan serbuk gergaji yang dicampur dengan perbandingan 0,5 kg : 0,5 kg : 1,5 kg : 1,5 kg. Campuran sampah organik selanjutnya ditambah bioaktivator Orgadec dengan konsentrasi S0 (0 %), S1 ( 0,5%), S2 (1%) dan S3 (1,5%). Proses pengomposan menggunakan komposter aerobik dengan 4 varisai konsentrasi orgadec dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa , untuk perlakuan S3 kompos matang pada hari ke 20, S2 pda hari ke 23 , S1 dan S0 pada hari ke 24. Sedang untuk C/N rasio, kadar C, N, P dan K untuk masing masing perlakuan dan bandinganya dengan SNI tersaji salam tabel berikut: No Parameter S0 S1 S2 S3 SNI 1. Rasio C/N 32,29 20,02 20,11 20,05 10-20 2 C (%) 32,94 27,16 26,95 26,46 9,8-32 3 N (%) 1,02 1,36 1,34 1,32 Min 0,4 4 P (%) 0,18 0,22 0,23 0,26 Min 0,1 5 K (%) 0,67 0,89 0,9 0,93 Min 0,2 Secara umum kompos yang dihasilkan memenuhi standar mutu kompos (SNI 19- 7030-2004), kecuali rasio C/N untuk pelakuan S0 yang baru mencapai 32,29. Berdasarkan hasil Analisis Varian (Anava) dilanjutkan dengan DMRT menunjukkan bahwa penambahan bioaktivator orgadec untuk perlakuan S1, S2 dan S3 berbeda nyata pada C/N rasio kompos tetapi tidak berbeda nyata pada kandungan Nitrogen (N), Phospor (P) dan Kalium (K).
To most people waste is something dirty, nasty, unbeneficial, and a source of problems. Increasing quantities of multi composite waste render it less managable and disposal more dificult. Waste can be used by separating organic and anorganic materials. Organic waste is biodegradable, while anorganic one is unbiodegradable. In Indonesia 70% of waste is organic, and 30% is anorganic. Composting can help solve the problem of waste build up. Nowadays the technology of composting has developed by using bioactivator. One example of a bioactivator is Orgadec produced by The Indonesian Plantation Biotechnology Research Board (BPBPI) Bogor. The purpose of this research is to examine the use of Orgadec bioactivator in various consentrations on the speed and quality of organic waste composting. The organic wastes used in this research are dung, garbage, teak leaf and saw dust mixed with the comparison 0,5 kg : 0,5 kg : 1,5 kg : 1,5 kg to this mixture will be added Orgadec bioactivator in concentration of S0 (0 %), S1 ( 0,5%), S2 (1%) and S3 (1,5%). The composting process uses an aerobic composter with 4 varieties of orgadec concentration repeated 3 times. The results show the treatment of S3 mature compost in 20 days, S2 in 23 days, S1 and S0 in 24 days. While for C/N ratio, concentration C, N, P and K for each treatment compared to SNI is: No Parameter S0 S1 S2 S3 SNI 1. Rasio C/N 32,29 20,02 20,11 20,05 10-20 2 C (%) 32,94 27,16 26,95 26,46 9,8-32 3 N (%) 1,02 1,36 1,34 1,32 Min 0,4 4 P (%) 0,18 0,22 0,23 0,26 Min 0,1 5 K (%) 0,67 0,89 0,9 0,93 Min 0,2 Generally the compost produced is of International quality standart (SNI 19- 7030-2004), except ratio C/N for the new S0 treatment which reaches 32,29. Based on the result the variant analysis (Anava) continued by DMRT shows that the addition of Orgadec bioactivator for S1, S2 and S3 treatment is significant in C/N ratio compost but unsignificant in Nitrogen (N), Phospor (P) and Kalium (K).
Kata Kunci : Orgadec,Pengomposan,Kecepatan dan kualitas kompos, Orgadec, Composting, Speed and Compost Quality