Laporkan Masalah

Penggunaan briket batu bara sebagai bahan bakar alternatif untuk proses pembakaran gerabah di Kasongan

NURA, Muhammad Zaki, Rahman Sudiyo, ST.,MT.,Ph.D

2010 | Tesis |

Industri gerabah merupakan salah satu sektor industri utama di Kasongan dan sudah menjadi sumber mata pencaharian utama dari penduduk. Pemasaran hasil industri gerabah ini sudah sangat luas tidak hanya didalam negeri tetapi juga sudah merambah pasar luar negeri. Bahkan sebagian besar hasil produksi gerabah Kasongan ini sudah diekspor ke berbagai negara. Dalam proses produksinya para pengrajin umumnya masih menggunakan teknologi yang sangat sederhana dimana proses pembakaran gerabah dilakukan di dalam tungku tradisional dan dibakar dengan menggunakan bahan bakar kayu bakar.Pada penelitian ini akan dicoba untuk melakukan substitusi bahan bakar alternatif briket batubara. Sehingga diharapkan penggunaan bahan bakar briket batubara ini dapat meningkatkan nilai teknis dan ekonomis dari industri gerabah. Selain itu penggunaan briket batubara ini diharapkan dapat mengurangi pemakaian kayu bakar yang kalau tidak dicegah sangat berpotensi untuk merusak kelestarian di lingkungan alam. Penelitian dilakukan dengan cara 3 (tiga) kali proses pembakaran gerabah yaitu pertama dengan menggunakan bahan bakar kayu penuh (100%). Kedua kombinasi bahan bakar briket batubara 60 kg dengan bahan bakar kayu 33% dan yang ketiga kombinasi bahan bakar briket batubara 40 kg dengan bahan bakar kayu 50%.Dari hasil penelitian didapat bahwa penggunaan kombinasi bahan bakar briket batubara 60 kg dan kayu bakar 231 kg (33%) dapat meningkatkan temperatur pembakaran gerabah di dalam tungku hingga mencapai 1008,2oC,efisiensi panas 13,8% dan penghematan harga bahan bakar kayu hingga mencapai 61,78%. Pada kombinasi bahan bakar briket batubara 40 kg dan kayu bakar 346,5 kg (50%) akan memberikan nilai ekonomi paling baik yaitu Return of Investment (ROI) = 171%. Benefit Cost Ratio 0,71 dan biaya produksi per kilogram produk yang paling rendah yaitu Rp 2.132/kg untuk setiap kali proses pembakaran. Dari hasil penelitian tersebut diatas terlihat bahwa bahan bakar briket batubara berpotensi secara teknis dan ekonomis untuk menggantikan kayu bakar pada proses pembakaran gerabah.

Pottery industry is one of the leading sectors in Kasongan and a main source of livelihood for population. A range of product marketing for pottery industry has been wide, not only in domestic markets, but also in overseas market.Know there are for 400 small industries in production process, craftsmen generally still use simple technology, i.e. pottery firing process is done in traditional furnace and fired using the firing woods. Also result lowest heat temperature about 600oC-700oC. The use coal bricket is one of alternative fuel which was developed by the government policy. There are 80% coal deposite in Indonesia clasiffied as low rank coal and not economically. From 1/3 nasional consumption of coal only 0,1% use for coal bricket production.This study is to try to substitute firing woods by coal bricket. It is expected that the use of coal bricket can increase the technical and economic values of the pottery industry. In addition, increase firing temperature can make the quality of the pottery more better (more stronger, more dense and more durable). The study was conducted through three firing processes: first, completely using firing woods (100%), second, a combination of coal bricket (60 kg) - firing woods (33%), and third, a combination of coal bricket (40 kg) - firing woods (50%), from total consumed firing wood without bricket. Result of the study shows that the use of combination of coal bricket (60 kg) - firing woods (231 kg, 33%) can increase pottery firing temperature in furnace until 1008.2oC, heat efficiency of 19,54%, and the saving of firing woods until 61.78% and the lowest production cost per kg of products was 2.460,2/kg for each firing process, also decreased firing process time from 15 hour become 8 hour. Further more the use of firing wood (100%) will give the lowest heat eficiency of 9,7% and the highest production cost per kg of product was Rp 2.879,6 for each firing process. From the result of the study, it can be known that coal bricket has technical and economic potentials of substituting firing woods in the pottery firing process.

Kata Kunci : Gerabah,Pembakaran,Briket batubara, Pottery, Firing, Coal Bricket


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.