Pengaruh bio-aktivator stardec terhadap proses pengomposan pada limbah padat pati onggok
WIDIYASTUTI, Dr. Ir. P.C. Suamrdi, SU
2010 | Tesis |Permasalahan yang timbul di Klaten adalah adanya sentra industri yang berpotensi menghasilkan banyak limbah. Di antaranya adalah desa Daleman yang mayoritas penduduknya menggantungkan mata pencahariannya di bidang produksi soon, dimana bahan baku nya membutuhkan batang aren dalam jumlah yang banyak. Setelah diambil patinya akan mengeluarkan produk samping berupa limbah padat, cair maupun gas. Dari limbah padat yang dihasilkan masih banyak mengandung bahan organik, unsur P dan K. Analisis limbah aren menunjukkan proses utama industri tepung aren hanya memanfaatkan pati atau C organik 10 % saja. Dari kondisi tersebut tergagas ide untuk memanfaatkan limbah aren ini sebagai bahan baku kompos, yang merupakan tema pokok dari penelitian ini. Akan tetapi oleh karena limbah ini hanya sedikit mengandung unsur N, maka dalam penelitian ini masih dilakukan penambahan kotoran sapi, sehingga akan memenuhi syarat sebagai pupuk yang berimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1. Mengetahui pengaruh penambahan stardec 1,5%, 1%, ,0,5%, 0% terhadap waktu pengomposan limbah pati onggok dan 2.Mengetahui kualitas kompos N, P dan K yang dihasilkan dari pengomposan sampah limbah pati onggok dengan campuran 100 kg dan 25 kg kotoran hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bioaktivator Stardec dengan konsentrasi 1,5 % berlangsung selama 28 hari dengan kandungan C/N ratio sebesar 24,978 dan konsentrasi 1 % berlangsung selama 38 hari dengan kandungan C/N ratio sebesar 24,968 . Untuk kandungan P pada konsentrasi 1,5 % dan 1% masing-masing 0,4833 dan, 0,1779 sedangkan untuk kandungan K pada konsentrasi 1,5 % dan 1 % masing-masing 0,3743 dan 0,3706. Secara umum, kompos yang dihasilkan dari penambahan starter Stardec dengan konsentrasi 1,5 % dan 1 % memenuhi standar para pakar (C/N ratio = 10 – 25). Berdasarkan hasil Analisis Varian (Anava) dilanjutkan dengan DMRT menunjukkan bahwa penambahan starter Stardec dengan konsentrasi 1,5 % dan 1 % tidak berbeda nyata pada C/N ratio kompos, begitu juga untuk kandungan K (Kalium), sedangkan kandungan N (Nitrogen) dan P (Phospor) berbeda nyata.
The town of Klaten has many industries which produce waste. One of these industries located in Daleman, produces a type of noodle called ´´soon´´ which uses a lot of sugar palm branch. After removal of the starch solid, liquid and gas waste remains. The solid waste contains organic materials and P & K elements. The analysis of palm sugar waste shows the main process or palm sugar only uses the starch of C organic 10%. I had the idea to use the palm sugar waste as a main material of compost. This is the main theme of this research. But because this waste only contain a small amount of N element, it is necessary to add cow´s dung (animal faeces) in order to make the balanced fertilizer. The purpose of this research is 1. To discover the influence of adding Stardec 1,5% , 1% , 0,5%, )% on the speed of solid starch waste composting and 2. know the compost quality of N,P & K produced from 100 kg solid starch compost and 25 kg of cow´s dung (animal faeces). The research result shows that the adding of bioaktivaktor Stardec concentration 1,5% takes 28 days with C/N ratio content 24,978 and consentration 1% takes 38 days with C/N ratio content24,968. For P content is 1,5% concentration and 1% each 0,4833 & 0,1779 while K content in 1,5% & 1% concentration each 0,3743 & 0,3706. Generally compost produced by adding stardec starter 1,5% & 1% concentration falls within SIN (C/N ratio 10-25). Based on the varian analysis continued by DMRT the adding of Stardec starter 1,5% & 1% concentration is not significant in C/N ratio of compost, the content of K is also not significant. While the N & P content is significant.
Kata Kunci : Stardec,Pengomposan,Limbah pati onggok