Laporkan Masalah

Pengaruh penambahan resin pinus sebagai bahan penyala dan perekat pada pembuatan briket arang dari sampah pelepah salak di Magelang

SETIYANA, Ir. Moh. Fahrurrozi, M.Sc.,Ph.D

2010 | Tesis |

Biomasa dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Sampah pelepah salak merupakan contoh biomasa yang melimpah di kabupaten Magelang. Sampah pelepah salak dapat dikonversi menjadi briket arang melalui proses pirolisis. Kendala penyalaan awal briket arang diharapkan dapat dipersingkat dengan menambahkan resin pinus, suatu bahan yang bersifat renewable, mudah terbakar dan dapat berfungsi sebagai perekat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan rendemen arang dari proses pirolisis, mempelajari pengaruh prosentase resin pinus terhadap kualitas briket, waktu penyalaan awal briket, laju pembakaran briket dan ketahanan briket terhadap benturan. Bahan baku berupa sampah pelepah salak dipotong-potong, dikeringkan kemudian dipirolisis dalam reaktor pirolisis. Bahan bakar proses pirolisis menggunakan daun dan ranting pelepah salak. Arang yang dihasilkan dibuat menjadi briket dengan menambahkan resin pinus. Variasi konsentrasi resin pinus yang diujikan adalah 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% terhadap berat total serbuk arang. Produk briket kemudian dilakukan uji pembakaran briket, uji pecah briket dan analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukkan penambahan resin pinus pada briket pelepah salak dapat mempersingkat waktu penyalaan awal briket, memperbesar kekuatan briket terhadap benturan dan berpengaruh baik terhadap kualitas briket. Hasil uji pembakaran menunjukan waktu penyalaan awal briket dapat dipersingkat menjadi 12,67 detik (briket dengan penambahan 10% resin pinus), sedangkan pada kontrol (briket tanpa penambahan resin pinus) selama 37,67 detik. Hasil uji pecah briket menunjukan briket tahan terhadap benturan dengan prosen kehilangan berat 1,55 % (briket dengan penambahan 10 % resin pinus), sedangkan pada kontrol (briket tanpa penambahan resin pinus) sebesar 92,92 %. Analisis proksimat menunjukan bahwa semakin besar prosentase penambahan resin pinus dalam briket maka nilai kalor, kadar zat mudah menguap dan kadar karbon terikat semakin meningkat sedangkan kadar air semakin turun. Bila dibandingkan dengan SNI 01-6235-2000 maka nilai kalor dan kadar air memenuhi SNI sedangkan volatile matter tidak memenuhi SNI.

Biomass can be used as an alternative energy resource to replace fossil fuels.Zalacca mid rib is an example of the abundant biomass in Magelang regency. The waste from zalacca can be converted into charcoal briquettes through pyrolysis. It is hoped that the problem of initial time burning of briquettes can be shortened by adding pine resin, a renewable resource, easy to burn and can be use as an adhesive. The purpose of this research was to study the better charcoal yield by pyrolysis and the effect of adding pine resin percentage on the quality and physical characteristics of the briquette, time of burning ignition, burning life, burning rate and briquette strength toward hit. The raw materials, that is, cut zalacca mid rib waste, is dried, and then is pyrolized in the pyrolysis reactor. For the pyrolysis process, zalacca leaves and twigs are used as fuels. The charcoal produced is then changed into briquette by adding pine resin. The pine resin concentration is varied, that is, 0%, 2%, 4%, 6%, 8% and 10% of the charcoal powder total weight. Briquette product is then undergone briquette burning test, drop shatter test and proximate analysis. The research result shows that the adding of pine resin in zalacca briquettes can shorten initial time burning, increase briquette strength toward hit and increase briquette quality. Burning test result shows the time of burning ignition can be shortened into 12.67 seconds (briquette with 10% pine resin addition), where as for the control (briquette without pine resin addition) the time is 37.67 seconds. The drop shatter test result shows that briquette is quite strong toward hit with 1.55% of weight loss (briquette with 10% pine resin addition) whilst for the control (briquette without pine resin addition) it is 92.92%. From proximate analysis it can be seen that the adding of pine resin in the briquette can decrease the moisture contents and increase the calorific value, volatile matter and fixed carbon. The calorific value and moisture content meet with SNI while volatile matter does not

Kata Kunci : Briket pelepah salak,Resin pinus,Bahan penyala,Perekat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.