Perbandingan luaran penjahitan segmen bawah rahim dengan metode eksteriorisasi dan metode intraabdominal pada seksio sesarea
MARUNDURI, Honazaro, dr. Diah Rumekti Hadiati, MSc.,SpOG(K)
2010 | Tesis |Latar belakang: Dekade ini terjadi peningkatan jumlah persalinan seksio sesarea 25% dari seluruh persalinan. Dalam perkembangannya teknik seksio sesarea mengalami perubahan dengan tujuan lebih efisien, mengurangi perdarahan dan mempersingkat durasi lama mondok. Banyak metode kemudian dikembangkan untuk mencapai tujuan. Salah satu adalah penjahitan SBR dengan metode eksteriorisasi dan intra abdominal. Tujuan: Menganalisis perbandingan luaran penjahitan SBR metode eksteriorisasi vs intraabdominal pada bedah sesarea meliputi: penurunan kadar Hb, Hct, lama mondok, kejadian demam. Metodologi: Penilitian ini menggunakan desain randomized controlled trial (RCT). Subjek penelitian berjumlah 140 orang (70 orang intraabdominal vs 70 orang eksteriorisasi) dengan indikasi obstetrik seksio sesarea yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada periode bulan Juli 2009 sampai Maret 2010. Digunakan analisis T-test dan X2-test untuk mengolah data tersebut. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok yang dilakukan penjahitan SBR secara eksteriorisasi vs intraabdominal terhadap penurunan kadar Hb (mean difference: -0,80; 95%CI: -1,18--0,42; p=0,00) dan lama rawat inap (RR:1,5; 95%CI:1,07-2,10; p<0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok yang dilakukan penjahitan SBR secara eksteriorisasi vs intraabdominal terhadap penurunan kadar Hct (mean difference: -1,50; 95%CI:-3,38-3,76; p=0,16) dan kejadian demam (RR:0,2; 95%CI:0,02-2,30; p>0,05). Kesimpulan: Metode penjahitan SBR eksteriorisasi bermakna mengurangi penurunan kadar hemoglobin dan lama mondok dibandingkan dengan penjahitan SBR secara intraabdominal.
Outcome Comparison between Exteriorization method and Intraabdominal method on Lower uterine segment suturing of Cesarian Section Background: The number of cesarian section has improves, covering about 25% of all deliveries in this recent decade. In addition, cesarian section techniques have also made some improvement due to efficiency, lesser bleeding, and shortening length of stay. Many methods then developed to achieve so. One of them is suturing lower uterine segment either by exteriorization method or intraabdominal method. Objectives: To assess the outcome of exteriorization method and intraabdominal method on cesarian section with indicators : lower haemoglobin level, haematocrit, length of stay, and fever. Method: Randomized Controlled Trial As much as 140 pregnant women meeting the eligibility criteria in each group were enroled from July 2009 to March 2010. T-test and X2-test are used in data analysis. Result: There is a significant difference between both groups in decreasing Hb level (mean difference: -0,80 g/dL; 95%CI: -1,18--0,42; p=0,00) and length of stay (RR:1,5; 95%CI:1,07-2,10; p<0,05). There is no significant difference between both groups in decreasing Hct concentration (mean difference: -1,50%; 95%CI:-3,38-3,76; p=0,16) and incidence of fever (RR:0,2; 95%CI:0,02-2,30; p>0,05). Conclusion: Exteriorization method on lower uterine segment significantly reduced the insidence of decreasing Hb level during cesarian section and shortening length of stay compare to intraabdominal method
Kata Kunci : Seksio sesarea, SBR, Eksteriorisasi, Intraabdominal, Hb,H ct