Laporkan Masalah

Perbandingan kemudahan insersi sungkup laring I-Gel dengan sungkup laring proseal pada anestesi umum

RIDWAN, Rosalina, Dr. Calcarina Fitriani RW, SpAn.KIC

2010 | Tesis | S2 Anestesiologi dan Reanimasi

Latar belakang. Pemilihan teknik manajemen jalan nafas menjadi dasar yang menentukan suksesnya suatu tindakan anestesi. Sungkup laring I-gel dan Proseal merupakan alat bantu jalan nafas supraglotis efektif untuk menjamin ventilasi yang adekuat. Seal sungkup laring Proseal yang lembut dan perlu diisi udara, mengakibatkan sedikit kesulitan dalam menginsersikan alat tersebut, sehingga dibutuhkan alternative lain untuk penanganan jalan nafas I-gel dengan fitur yang khas mempunyai bentuk seal yang bersifat elastis tanpa diisi udara, membentuk cermin laring dan konturnya sedikit keras dibandingkan dengan sangkup laring Proseal, maka insersi sangkup laring I-gel lebih mudah dibandingkan dengan sangkup laring Proseal. Tujuan. Membandingkan kemudahan insersi antara sungkup laring Proseal dan sungkup laring I-gel.Metode. Penelitian ini menggunakan desain uji klinis acak terbuka. Ruang lingkup penelitian adalah pasien yang menjalani operasi efektif yang memerlukan anestesi umum dengan menggunakan sungkup laring di GBST RS Dr. Sardjito Yogyakarta dan rumah sakit jejaring pendidikan yang terdiri dari RSUD Banyumas dan RSUD Panembahan Senopati Bantul. Pasien yang telah mendapatkan persetujuan tindakan medi penderita, sebanyak 130 pasien dan memenuhi criteria inklusi dan eksklusi dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok A (anestesi umum dengan sungkup laring Proseal) dan kelompok B (anestesi umum dengan sungkup laring I-gel). Keluaran utama pada penelitian ini adalah kemudahan insersi antara sungkup laring I-gel dan sungkup laring Proseal. Hasil. Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa insersi sungkup laring I-gel lebih mudah dibandingkan dengan insersi sungkup laring Proseal, hal ini ditunjukkan dari jumlah insersi kali pertama pada sungkup laring I-Gel lebih banyak dibandingkan sungkup laring Proseal {(55/65 vs 44/65) ; p = 0,024}. Sungkup laring I-Gel menunjukkan prosentase kemudahan insersi yang lelbih tinggi dibandingkan sungkup laring Proseal (84,6% vs 67,7%). WAktu insersi pada sungkup laring I-Gel memerlukan waktu yang lebih singkat dari pada sungkup laring Proseal {[8,82 (8-15) vs 14,71(8-25)] detik; p = 0,001}. Kesimpulan. Keberhasilan insersi sungkup laring I-gel pada kesempatan pertama lebih tinggi dari pada sungkup laring Proseal, sehingga I-gel dapat menjadi alternative penanganan jalan nafas pada tindakan anestesi.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Sungkup laring proseal,Sungkup laring I,Gel,Insersi LMA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.