Korelasi antara lama menderita diabetes melitus dengan nilai ambang pendengaran pada frekuensi 2000Hz, 4000Hz dan 6000Hz
PURYANTO, Heri, dr. Kartono Sudarman, Sp/THT-KL(K)
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikDiabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi atau kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Salah satu komplikasi kronis DM pada saraf adalah Neuropati Diabetika. Komplikasi ini merupakan kelainan degeneratif yang disebabkan oleh hiperglikemik persisten. Komplikasi ini juga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kepekaan atau ambang pendengaran. Perubahan degeneratif ini meliputi atrofi pada axon, demyelinisasi, kehilangan serabut saraf yang dapat berkembang meskipun masih dalam tahap awal DM. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang, dengan subjek adalah pasien yang menderita DM yang berobat jalan di poliklinik penyakit dalam RS.Dr. Sardjito Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Terhadap subyek penelitian dilakukan pemeriksaan ambang pendengaran dengan audiometer. Kemudian dari pemeriksaan tersebut, yang dinilai adalah ambang hantaran tulang dalam kelipatan 5 dB yang masih dapat direspon oleh pasien pada frekuensi 2000Hz, 4000Hz, dan 6000Hz. Kemudian lama menderita DM oleh penulis tentukan secara kontinu dari 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, dan seterusnya. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis korelasi antara lama menderita DM dengan nilai ambang pendengaran pada frekuensi 2000Hz, 4000Hz, dan 6000Hz
Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases with hyperglycemia characteristic that occurs because of abnormalities of insulin secretion, insulin actions or both. Chronic hyperglycemia in diabetic is associated with long term damage, dysfunction or failure of several organs, especially eyes, kidneys, nerves, heart and blood vessels. One of the chronic complications of diabetes mellitus on nerve is diabetic neuropathy. This complication is a degenerative disorder caused by persistent hiperglikemik. Complications also can cause interference with the sensitivity or threshold of hearing. These degenerative changes include atrophy of axons, demyelinisasi, loss of nerve fibers that can be developed though still in early stages of DM. This study used cross sectional design, the subjects are patients suffering from DM in outpatient clinic of internal medicine RS.Dr. Sardjito Yogyakarta who meet inclusion and exclusion criteria. On the subject of research conducted hearing threshold examinations with Audiometer. Then, from the examination, which assessed the bone conductivity threshold in multiples of 5 dB that can still be responded to by the patient at a frequency of 2000Hz, 4000Hz, and 6000Hz. Then the old suffer from DM by the authors define a continuous basis of 1 year, 2 years, 3 years, and so on. In this research, correlation analysis between long suffered from diabetes mellitus with hearing threshold at a frequency of 2000Hz, 4000Hz, and 6000Hz.
Kata Kunci : Diabetes melitus,Ambang pndengaran