Laporkan Masalah

Modal sosial dalam pengelolaan HIPPAM :: Studi kasus pengelolaan HIPPAM Kedungkandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang

KURNIANTO, Suko, Dr. Nunuk Dwi Retnandari

2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Penelitian ini membahas mengenai peranan modal sosial dalam pengelolaan HIPPAM (Himpunan Pemakai dan Pengguna Air Minum). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk modal sosial yang berkembang di masyarakat Kelurahan Kedungkandang Kota Malang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk dan peranan modal sosial dalam mendukung pengelolaan HIPPAM di Kelurahan Kedungkandang Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kemudian di analisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan mengambil kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa masyarakat RW 5 Kelurahan Kedungkandang merupakan masyarakat yang memiliki modal sosial yang cukup kuat yang muncul dari karakteristik masyarakat pedesaan yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, gotong-royong, sikap saling menghargai satu sama lain, sederhana dan sopan santun. Selain itu nuansa religius yang masih nampak kental di dalam kehidupan masyarakat melahirkan modal sosial yang kuat yang menumbuhkan tingkat kepercayaan dan kerja sama yang baik di antara warga masyarakat. Modal sosial yang ada pada masyarakat tersebut dapat ditemukan pada organisasi-organisasi kemasyarakatan, perkumpulanperkumpulan, dan tradisi-tradisi yang masih melekat di masyarakat termasuk dalam pengelolaan HIPPAM. Peranan modal sosial dalam pengelolaan HIPPAM dapat dilihat dari tingginya tingkat kepercayaan yang didukung dengan adanya norma yang kuat dalam masyarakat serta dukungan kerja sama dari masyarakat terhadap pengelolaan HIPPAM. Modal sosial yang ada pada masyarakat Kelurahan Kedungkandang Kota Malang serta modal sosial yang melekat kuat pada pengurus atau pengelola HIPPAM membuat HIPPAM dapat berjalan secara efektif dan efisien. Berdasarkan temuan-temuan penelitian tersebut, disarankan kepada pemerintah agar mengadopsi pengelolaan HIPPAM di Kelurahan Kedungkandang untuk diterapkan di daerah lain yang mempunyai kondisi kesulitan air yang sama.

The research discusses about role of social capital in HIPPAM management. It aims to describe and analyze model of developed social capital in Kelurahan Kedungkandang, Malang. In addition, it is also to indentify and describe the role of social capital in supporting HIPPAM management as the type of community-based empowerment in Kelurahan Kedungkandang, Malang. The research applied qualitative method with descriptive approach. Data was collected by using observation, interview and documentation. Then, data was analyzed through three steps: data reduction, data presentation and decision making/verification. The result of research indicate that people in RW 5 Kelurahan Kedungkandang are society who have rather strong social capital emerging from rural community characteristic that still highly respect to togetherness, mutual cooperation, attitude of respecting to each other, plain and well mannered values. In addition, religious atmosphere still strong in the society life lead to trust and cooperation level among people. The existence of social capital can be found in community organization, associations, and tradition, which is included in HIPPAM management. The role of social capital in HIPPAM management can be seen on high trust level supported by strong religious norm in the society and community cooperation over HIPPAM management. The social capital existing in Kelurahan Kedungkandang, Malang and social capital attaching strongly in HIPPAM adiministrator make HIPPAM can operate effectively and efficiently. Based on the findings, government is recommended to adopt HIPPAM management in Kelurahan Kedungkandang to be implemented in other regions that have same water problems

Kata Kunci : Kepercayaan,Jaringan,Norma,norma, Social Capital, Community-Based Empowerment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.