Laporkan Masalah

Upaya penanggulangan kemiskinan melalui pendidiakn dasar dan menengah :: Studi pada Kabupaten Pegunungan Bintang

MIRINO, Donald Yohanes Calvyn, Dr. Wahyu Widayat, M.Ec

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Pegunungan Bintang dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan dasar dan menegah di Kabupaten Pegunungan Bintang. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis SWOT (streeng, weakness, opportunities, threat). Pengolahan data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan : pertama, upaya menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Pegunungan Bintang dilakukan dengan membebaskan biaya pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan para pengajar dengan mengirimkan guru-guru untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi di Universitas Cenderawasih, dan mengajarkan muatan lokal yang langsung berhubungan dengan keterampilan kerja yaitu membuat anak panah, noken, honai dan bahasa inggris. Upaya ini terkendala oleh sangat minimnya sarana pendidikan di Pegunungan Bintang sehingga masih sangat banyak penduduk usia sekolah yang tidak mendapatkan pelayanan di bidang pendidikan. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan dasar dan menengah adalah: 1) minimnya sarana pendidikan dan tenaga pengajar dilihat dari jumlah maupun kualitasnya, 2) minimnya sarana transportasi untuk mencapai sekolah, 3) kondisi geografis Kabupaten Pegunungan Bintang yang luas dan berlereng-lereng, 4) kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang yang miskin serta kebiasaan masyarakat pergi ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Disimpulkan bahwa upaya mengatasi kemiskinan dengan meningkatkan kualitas hidup penduduk melalui penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah telah dilakukan oleh pemerintah, tetapi upayanya tidak maksimal sehingga tidak dapat memenuhi hak warga di Pegunungan Bintang untuk mendapatkan pelayanan pendididikan.

The present research aimed to identify the efforts of preventing poverty through elementary and secondary education in Pegunungan Bintang Regency, and factors affecting poverty alleviation through elementary and secondary education in Pegunungan Bintang Regency. Qualitative descriptive method was adopted in this research. Data were collected through interviews, literature study, and documentation. Instruments used in this research were qualitative descriptive analysis using SWOT (strength, weakness, opportunity, threat). Data were processed through the stages of data collection, data reduction, and conclusion drawing. Results of this research revealed: first, efforts of alleviating poverty in Pegunungan Bintang Regency were conducted by providing free education tuition, improving teachers’ education quality through facilitating teachers to attend higher education in Cendrawasih University, and teaching local contents having direct relationship with work skills, i.e. learning to make arrows, noken, honai, and learning English. Such efforts were impeded by least education facilities in Pegunungan Bintang, and hence, plentiful school-age children with least access to education were found. Second, factors affecting poverty alleviation through elementary and secondary education involved: 1) minimum numbers of education facilities and teaching staffs viewed from its quantity and quality, 2) minimum transportation facilities to reach schools, 3) the spacious and mountainous and geographical condition of Pegunungan Bintang Regency, 4) deprived social and economic condition of people in Pegunungan Bintang and their tradition to move to other areas in meeting their life needs. It was concluded that the government had conducted poverty alleviation efforts through improved people quality by providing elementary and secondary education; however, it was less maximal; and hence, the rights of Pegunungan Bintang people to access education services had not been met yet.

Kata Kunci : Kemiskinan,Pendidikan dasar dan menengah, Poverty, Elementary and Secondary Education


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.