Laporkan Masalah

Hubungan antara perubahan kecembungan profil skeletal dan jaringan lunak wajah pada pasien bimaksilar protrusif :: Studi sefalometri setelah perawatan ortodontik teknik begg

QUARTANA, Irta Rahmayani, drg. Prihandini IWS, MS.,SpOrt(K)

2010 | Tesis |

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan perubahan kecembungan profil skeletal dengan perubahan profil jaringan lunak wajah yang diukur dengan sudut H (Holdaway) pada pasien bimaksilar protrusif setelah dirawat dengan alat ortodontik cekat teknik Begg. Sebagai bahan penelitian adalah 26 pasang sefalogram lateral sebelum dan setelah perawatan dengan alat ortodontik cekat teknik Begg, dari tahun 2002 – 2008, yang memenuhi kriteria penelitian. Penelitian dilakukan di klinik PPDGS bagian Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Jenis penelitian cross sectional, dengan rancangan penelitian kuasieksperimen dengan desain sebelum dan setelah perawatan. Hubungan antara perubahan kecembungan profil skeletal dan jaringan lunak wajah dianalisis dengan korelasi Pearson, sedangkan untuk mengetahui perbedaan perubahan kecembungan profil skeletal dan perbedaan perubahan sudut H sebelum dan setelah perawatan dianalisis dengan paired t-test. Hasil analisis korelasi dan regresi pada perawatan ortodontik dengan teknik Begg kasus bimaksilar protrusif menunjukkan hubungan yang positif, dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,543 (p<0,05), bila terjadi penurunan kecembungan profil skeletal, maka akan diikuti dengan penurunan kecembungan jaringan lunak wajah. Persamaan regresi hubungan antara perubahan jarak ANPog dan perubahan sudut H (Holdaway) jaringan lunak wajah pada bimaksilar protrusif adalah Y = 1,227 + 0,396 X (p<0,05). Perubahan jarak A-NPog dan perubahan sudut H (Holdaway) antara sebelum dan setelah perawatan menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05).

The aim of this research was to know the correlation between the change of skeletal profile convexity and facial soft tissue profile as measured by the angle H (Holdaway) in patients with bimaxillar protrusive after treatment with fixed appliance Begg technique. As research material was 26 pairs of lateral cephalograms before and after treatment by means of fixed appliance Begg technique, in year of 2002 – 2008 which fulfilling the criterias. The research was carried out in the orthodontic clinic in Faculty of Dentistry, Gadjah MadaUniversity, Yogyakarta. Types of the study was cross-sectional, with quasi-experimental research, before and after treatment design. The correlation between skeletal profile convexity change with facial soft tissue profile change were analyzed by Pearson Correlation, while to know difference in skeletal profile convexity change and differences in change of H angle before and after treatment were analyzed with paired t-test. The result of the correlation and regression analysis in patient with bimaxillar protrusive after treatment with fixed appliance Begg technique showed a positive correlation, with correlation coefficients (r) were 0,543 (p<0,05), when skeletal convexity profile was increased, then facial soft tissue profile was followed. Regression model correlation between A-NPog distance change and H (Holdaway) angle change in patients with bimaxillar protrusive was Y = 1,227 + 0,396 X (p<0,05). A-NPog distance change and H (Holdaway) angle change between before and after treatment showed significant difference (p<0,05).

Kata Kunci : profil skeletal, profil jaringan lunak wajah, bimaksilar protrusif, skeletal profile, facial soft tissue profile, bimaxillar protrusive


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.