Kadar leptin pada orang obes dengan dan tanpa diabetes melitus tipe 2
APRIANY, Novi, Prof. dr. Ahmad Husain Asdie, Sp.PD-KEMD
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar belakang: Jaringan lemak menghasilkan adipositokin yang berperan terhadap proses metabolisme. Kadar leptin meningkat seiring meningkatnya jaringan lemak. Pada obesitas terjadi disregulasi aksis adipoinsular. Kondisi ini diduga meningkatkan risiko terjadinya DM tipe 2. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar leptin pada orang obes dengan dan tanpa diabetes mellitus tipe 2. Metoda dan Cara Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang, yang dilakukan di klinik general check-up dan klinik endokrinologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dilakukan pemeriksaan kadar leptin plasma dan kadar gula darah pada 57 orang obes yang diketahui dengan pemeriksaan antropometris indek massa tubuh. Data disajikan dalam bentuk rerata dan simpang baku. Analisa dengan student’s t test tidak berpasangan dan Mann-Whitney U Test. Dianggap bermakna bila P<0,05. Hasil: Rerata usia dalam penelitian ini adalah 46,46±6,27 tahun. Kadar leptin dijumpai lebih rendah pada kelompok DM dibandingkan kelompok tanpa DM (16,53±15,27 ng/dl dan 23,80±22.18 ng/dl; p = 0,125). Rerata kadar leptin pada wanita lebih tinggi dibandingkan pada pria (25,390±20,505 dan 13,043±12,630; p = 0,002). Rerata kadar leptin pada wanita obes dengan DM tipe 2 lebih rendah dibanding kelompok tanpa DM (22,541±16,763 dan 28,619±24,267; p = 0,497), tetapi tidak bermakna secara statistik. Rerata kadar leptin pada pria obes dengan DM tipe 2 juga lebih rendah dibandingkan kelompok tanpa DM (8,673±8,443 dan 17,778±17,498; p = 0,022) Simpulan: Kadar leptin dijumpai lebih rendah pada orang obes dengan DM tipe 2 dibandingkan orang obes tanpa DM tipe 2, walaupun tidak bermakna secara statistik
Backgroud: Adipose tissue produces adipocytokines, plays a critical role in metabolism process. Leptin levels rises with increasing adipose mass. In obesity, physiological regulation leptin seem to be disturbed and contribute adipoinsular axis dysregulation Its promote the development of type 2 diabetes mellitus in overweight patients. Objective: The aim of this study is to evaluate plasma leptin levels in obese subject with and without type 2 diabetes mellitus. Method: This was a cross sectional study including obese outpatients, recruited from general check-up and endocrinology clinic, Sardjito General Hospital, Yogyakarta. We examined plasma leptin levels in 57 obese subject from body mass index measurement. Quantikine Human leptin Immunoassay was used to measure plasma leptin levels. Differences between groups were compared by Student’s unpaired t-test and Mann Whitney U-test. Level of statistical significance were set at p < 0,05. Results: The mean of age was 46,46±6,27 years old. Leptin plasma levels were found to be lower in obese with type 2 diabetes mellitus than non diabetes (16,53±15,27 ng/dl dan 23,80±22.18 ng/dl; p = 0,125). The mean of leptin levels in women were found to be higher than men (25,390±20,505 dan 13,043±12,630; p = 0,002). The mean of leptin levels seemed lower in obese women with type 2 diabetes mellitus than non diabetes, but no significant statistically (22,541±16,763 dan 28,619±24,267; p = 0,497). The mean of leptin levels in obese men with type 2 diabetes mellitus were found to be lower than non diabetes (8,673±8,443 dan 17,778±17,498; p = 0,022). Conclusion: Leptin levels were found to be lower in obese subjects with type 2 diabetes, but they’re not statistically significant
Kata Kunci : Leptin,Obes,Diabetes melitus tipe 2