An Evaluation of Dili district health budget
CARDOSO, Antonio das Neves, dra. Diah Ayu Puspandari, Apt.,M.Kes
2010 | Tesis | S2 Ilmu KesehatanLatar belakang: Sementara itu permasalahan kesehatan yang ada di Timor Leste berdasarkan hasil indentifikasi masalah faktor penyebab tingginya kematian ibu adalah imunisasi, akses terhadap pelayanan kesehatan, sistem rujukan pasien, gizi ibu hamil dan penyakit menular. Akar masalah dari kelima faktor penyebab tersebut adalah faktor geografis dengan wilayah bukit dan pegunungan, pendapatan keluarga yang rendah, kebutuhan hidup tinggi, pendidikan rendah, kebanyakan daerah terisolir, rendahnya promosi kesehatan, akses terhadap pelayanan yang berkualitas, rendahnya motivasi dan pelatihan serta rendahnya sumber daya keuangan. Tujuan; (1) Mengetahui persepsi stakeholder (kementerian kesehatan) faktor penentu alokasi anggaran kesehatan di Distrik Dili.(2) Mengetahui besaran anggaran kesehatan di District Dili.(3) Mengetahui prioritas program pada anggaran kesehatan di District Dili.(4) Mengetahui perencanaan anggaran kesehatan di Distrik Dili. (5) Mengetahui monitoring/pengawasan penggunaan anggaran.(6) Mengetahui evaluasi anggaran kesehatan di Distrik Dili. Metode Penelitian; Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif menggambarkan keadaan yang sebenarnya terjadi di lapangan sehingga dapat memperoleh fakta aktual3.Fakta tersebut adalah mengenai alokasi anggaran kesehatan yang ada di kesehatan di District Dili untuk mengatur anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah pusat, kepada DI-IS dan sub unit termasuk kepala puskesmas sebagai manager program pelayanan di tingkat sub distritk. Hasil Penelitian; Kesehatan adalah unsur vital dan merupakan elemen konstitutif dalam proses kehidupan seseorang_ Tanpa kesehatan, tidak mungkin bisa berlangsung aktivitas seperti biasa. Dalam kehidupan berbangsa, pembangunan kesehatan sesungguhnya bernilai sangat investatif. Nilai investasinya terletak pada tersedianya sumber daya yang senatiasa "slap pakai" dan tetap terhindar dari serangan berbagai penyakit. Namun, masih banyak orang menyepelekan hal ini. Negara, pada beberapa kasus, juga demikian.Minimnya Anggaran Negara yang diperuntukkan bagi sektor kesehatan, dapat dipandang sebagai rendahnya apresiasi akan pentingnya bidang kesehatan sebagai elemen penyangga, yang bila terabaikan akan menimbulkan rangkaian problem baru yang justru akan menyerap keuangan negara lebih besar lagi. Sejenis pemborosan baru yang muncul karena kesalahan kita sendiri. Kesimpulan; Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana yang dikemukakan diatas maka penulis berkesimpuian bahwa :(1). Persepsi stakeholder tentang faktor penentu alokasi anggaran ternyata terdapat perbedaan. Faktor penentu dalam alokasi anggaran berdasarkan keadaan darurat dimana angka kesakitan dan angka kematian yang tinggi. Sementara itu ada yang beranggapan bahwa tingginya angka kematian dan angka kesakitan karena kurangnya tenaga kesehatan di distrik Dili sehingga perlu peningkatan tenaga SDM di distrik Dili.(2). Prioritas dalam anggaran kesehatan adalah peningkatan SDM, hal ini terbukti bahwa anggaran untuk meningkatkan SDM paling besar dibandingkan program lain.(3). Perencanaan anggaran kesehatan memakai sistem bottom up yang dimulai dart bawah (4). Pengawasan tidak dilakukan secara berkala (tiap bulan). Tetapi tim untuk melakukan pengawasan sudah dibentuk yaitu internal audit. Kenyataannya bahwa pengawasan hanya dilakukan 2-4 kali dalam 1 tahun berjalan.(5). Evaluasi dilakukan hanya satu tahun sekali.
Background: The existing health problems in Timor-Leste based on the identification of the causes of the problem of maternal mortality is high immunization, access to health care, patient referral systems, nutrition of pregnant women and infectious diseases. The main cause of the above problems is the geographical factor with which consist of highland area, low family income, high needs, low education, most isolated areas, lack of health promotion, access to quality service, low motivation and training as well as the low resource financial. Objective: (1) to determine the perception of stakeholders (ministry of health) determinants of health budget allocations in the District of Dili. (2) To determine the amount of health budget in the District of Dili. (3) to determine program priorities that allocate in health budget in the District of Dili. (4) to determine the health budget in the District of Dili. (5) To determine the monitoring / supervision of the use of the budget. (6) to determine the evaluation of the health budget in the District of Dili. Methods: This study is a qualitative study by using to picturing descriptive approach describes the actual situation on the ground in order to obtain facts aktual.Fakta is about existing health budget allocations in health at the Dili District to manage the budget allocated by the central government, to DHS and sub-units including the head of the clinic as a program manager at sub district service. Research Results: Health is a vital element and it is a constitutive element in the process of human being's life. Without health, no activity could take place as usual. In the life of the nation, the health development really worth very investatif. Investment value lies in the availability of resources normally "ready" and still avoid the various attack. Conclusion: Based on the research and discussion, as mentioned above, the authors conclude that:(1) Stakeholder perceptions about the determinants of budget allocation turns out there is a difference. Factor in the allocation of budget based on a state of emergency in which morbidity and high mortality rates. Mean while there who think that the high mortality and morbidity due to lack of health manpower in the district of Dili, so need to increase manpower in the district of Dili.(2). Priorities in the health budget is an increase in HR, it is evident that the budget for improving human resources than most other programs (3). Health budget planning system using bottom up approach that starts from the bottom (4). Supervision is not done regularly (every month). But the team has been formed to supervise the internal audit. The fact that monitoring is only done 2-4 times in one year.(5). The evaluation was done only once a year
Kata Kunci : evaluasi Anggaran, Evaluation Budget