Perbedaan keruncingan jarum K3 4 persen dan 8 persen diikuti penggunaan natrium hipoklorit 2,5 persen natrium hipoklorit 5,25 persen dan edta 17 persen terhadap hasil kebersihan dinding saluran akar
ENRICO, Stephen, drg. IGP Oka Narendra, MS.,SpKG(K)
2010 | Tesis | S2 Ilmu Konservasi GigiTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kebersihan dinding saluran akar dari lapisan smear yang di preparasi dengan memakai keruncingan instrumen K3 4% dan 8% diikuti pemakaian NaOCl2,5%, NaOCl 5,25% dan EDTA 17%. Penelitian ini dilakukan pada 40 saluran akar gigi molar yang lurus dan tidak buntu. Sampel dibagi menjadi dua kelompok percobaan secara random, yaitu kelompok I 20 buah gigi dengan keruncingan 4% dan kelompok II 20 buah gigi dengan keruncingan 8%. Kelompok keruncingan 4 % dan 8% dibagi kembali secara random menjadi dua sub kelompok irigasi yaitu kelompok A NaOCl 2,5% dan kelompok B NaOCl 5,25% diikuti dengan penggunaan EDTA 17% sebagai irigasi terakhir. Gigi di belah menjadi dua bagian secara longitudinal setelah itu dilihat di bawah Scanning Electron Microscope untuk melihat kebersihan dinding saluran akar pada daerah sepertiga apeks akar dengan menggunakan metode scoring dari Torabinejad. Skor kebersihan diding saluran akar diperoleh melalui pengamatan double blind. Data hasil penelitian selanjutnya diuji statistik dengan analisis Kruskal-Wallis tes yang berguna untuk mengetahui perbedaan gambar kebersihan dinding saluran akar keempat kelompok. Selanjutnya data di uji statistik Mann- Whitney untuk membedakan kebersihan masing – masing kelompok. Statistik signifikan telah ditentukan p = 0,01 Kesimpulan dari penelitian ini adanya perbedaan antara keruncingan 4% dengan 8% dengan cairan irigasi NaOCl 5,25% dalam kebersihan saluran akar (p<0,01)
The aim of this study is to determine the differences of root canal wall’s cleanliness to smear layer after preparation with instrument K3 .04 and .08, followed by NaOCl 2,5%; 5,25% and EDTA 17%. This study used forty straight root canal molar teeth and weren’t calcified. Samples were dividing into two experimental groups randomly. Group I were prepared with file .04 and group II with file .08. Then, all groups were divided into two sub groups of irrigation to be group A 2,5% NaOCl and group B 5,25%, followed by the last irrigation of EDTA 17%. The teeth were split longitudinally into two and were observe under Scanning Electron Microscope to evaluate the root canal wall’s cleanliness in one third of the root apex with Torabinejad scoring method. The cleaning score of root canal wall was recorded by double blind examination. Result data were statistically analyzed with Kruskal-Wallis test to determine the differences of root canal wall’s cleanliness among the groups. Mann-Whitney test were used to distinguish cleanliness between the groups. Statistical significance were set to be p = 0.01. The conclusion of the study of that there was a difference between tapper .04 and .08 with 5,25% NaOCl irrigation in root canal (p<0.01).
Kata Kunci : Lapisan smear,Keruncingan instrumen,Larutan irigasi