Pengendalian kadar superoxide dismutase (SOD) dan nitric oxide (NO) penderita Dm tipe 2 dengan emping garut (Maranta arundinacea Linn) sebagai makanan selingan
PRASTUTI, Betty, Dr. Dra. Sunarti, M.Kes
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan BiomedisLatar Belakang: Hiperglikemia pada diabetes mellitus meningkatkan produksi superoksida yang menyebabkan stress oksidatif dan penurunan aktivitas Superoxide dismutase (SOD). Enzim SOD mampu mereduksi superoksida menjadi hidrogen peroksida sehingga dapat mengurangi reaksi superoksida dengan Nitric Oxide (NO). Dalam usaha menurunkan hiperglikemia pada DM, maka penderita diabetes dianjurkan untuk melakukan diit dengan indeks glikemik yang rendah. Emping garut merupakan produk olahan garut yang biasa digunakan oleh masyarakat sebagai makanan selingan. Garut memiliki indeks glikemik yang rendah yaitu 14 sehingga dapat digunakan sebagai alternatif makanan selingan bagi penderita diabetes. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui manfaat emping garut sebagai pengendali kadar glukosa darah, aktivitas SOD, dan kadar NO pada penderita diabetes tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (Quasi experiment) dengan one group pre test – post test. Subyek penelitian adalah 14 pasien diabetes mellitus tipe 2 yang secara rutin memeriksakan diri ke poli penyakit dalam RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan kriteria umur 35-60 tahun, telah menderita DM minimal 3 tahun dan menjalani terapi injeksi insulin. Subyek diberikan perlakuan konsumsi 20 gr emping garut/hari sebagai makanan selingan selama 4 minggu. Sampel darah diambil sebelum dan setelah perlakuan. Analisis GDP dilakukan dengan metode GOD-PAP, aktivitas SOD menggunakan kit Ransod dan kadar NO dengan sistem reagen Gries. Analisa data dilakukan dengan paired t-test dan regresi korelasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar GDP 124,428±33,56 menjadi 139,000±67,96 setelah perlakuan dengan nilai p = 0,551, penurunan aktivitas SOD 77,095±19,329 menjadi 43,997±17,45 setelah perlakuan dengan nilai p = 0,000, penurunan kadar NO 1,28±1,318 menjadi 1,15±0,577 setelah perlakuan dengan nilai p = 0,875, serta korelasi positif antara aktivitas SOD dengan kadar NO (p =0,151, r = 0,405, R2 = 0,164). Kesimpulan: Konsumsi emping garut sebagai makanan selingan selama 4 minggu tidak dapat mengendalikan kadar GDP, aktivitas SOD dan kadar NO penderita diabetes tipe 2.
Background: Hyperglycemia in diabetes mellitus increase the production of superoxide that cause oxidative stress and decreased activity of Superoxide dismutase (SOD). SOD enzyme is able to reduce superoxide to hydrogen peroxide in order to reduce the reaction of superoxide with Nitric Oxide (NO). In an effort to reduce hyperglycemia in diabetes mellitus, then diabetics are encouraged to do the diet with low glycemic index. Arrowroot chips is a product commonly used by the community as a snack. Arrowroot has a low glycemic index of 14 so it can be used as an alternative snack for diabetics. Therefore the aim of this study to determine the benefits of arrowroot chips as the controlling blood glucose levels, SOD activity and NO concentration in type 2 diabetics. Methods: This research uses quasi-experimental research design with a one group pre test - post test. Subjects were 14 patients with type 2 diabetes mellitus who regularly went to endocrine poly of RSUP.Dr. Sardjito Yogyakarta with the criteria of age 35-60 years, had suffered from diabetes mellitus of at least three years and insulin injection therapy. The subject is given treatment arrowroot chips consume 20 grams / day as a snack for four weeks. The blood samples were drawn before and after treatment. Analysis of glucose levels with GOD-PAP methode, SOD activity using Ransod kits and NO concentration with a colorimetric Gries reagent system. The data were analyzed by paired t-test and correlation regression. Results: There was an increased glucose level 124,428±33,56 to 139,000±67,96 after treatment with p=0,551, SOD activity decreased 77,095±19,329 to 43,997±17,45 after treatment with p=0,000, decreased NO concentration 1,28±1,318 to 1,15±0,577 after treatment with p=0,875, and a positive correlation between SOD activity with NO concentration (p=0,151, r=0,405, R2=0,164). Conclusion: Arrowroot chips consumtion as a snack during 4 weeks can not control the fasting plasma glucose level, SOD activity and NO concentration in type 2 diabetics
Kata Kunci : Hiperglikemia,Emping garut,GDP,SOD,NO, hyperglycemia, arrowroot chips, fasting plasma glucose, SOD, NO