Laporkan Masalah

Analisis pengelolaan waduk Cengklik untuk mengurangi risiko bencana kekeringan

HARDIANTO, Yovi, Dr. Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng

2010 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Permasalahan ketersediaan air Waduk Cengklik yang berujung pada bencana kekeringan mulai muncul beberapa tahun terakhir. Dampak nyata yang terakhir terjadi adalah krisis air irigasi pada lahan seluas 850 hektar yang menyebabkan 350 hektar di antaranya menjadi bero. Risiko yang harus ditanggung para petani adalah potensi produksi senilai lebih dari 2,5 milyar melayang. Oleh karena itu diperlukan penyelesaian masalah secara teknis untuk mengurangi risiko bencana kekeringan ini. Untuk memperoleh alternatif penyelesaian masalah keterbatasan ketersediaan air dalam rangka mitigasi bencana kekeringan, penelitian ini menggunakan optimasi simulasi operasi standar waduk (Standard Operating Rule) dengan decision variabel berupa luas lahan MT II dan atau III yang akan ditanami padi atau palawija, objective function yang ingin dicapai adalah memaksimumkan nilai produktivitas, parameter yang digunakan adalah kebutuhan air irigasi yang sangat tergantung pada alternatif pola tanam dan jadwal tanam yang dipilih, serta beberapa constraint berupa keandalan waduk 100%, semua lahan dapat terairi pada MT I dan II, dan lahan tidak terairi pada MT III maksimum seluas 300 hektar. Perangkat yang digunakan untuk melakukan optimasi adalah fasilitas Problem Solver yang terdapat dalam Software Microsoft Excell. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola tanam yang dapat dipertimbangkan sebagai alternatif penyelesaian masalah keterbatasan ketersediaan air Waduk Cengklik adalah Padi-Padi-Jagung dengan awal tanam November II dan luas areal layanan sepanjang tahun untuk golongan I dan II masing-masing 433 hektar dan 1524 hektar. Pengurangan risiko yang dapat dicapai sebesar 9,33% ditinjau dari reliabilitas waduk, 23,61% ditinjau dari areal yang dapat dilayani, dan 27,29% ditinjau dari kerawanan akibat menurunnya ketersediaan air waduk.

Cengklik reservoir’s water availability problem that ended by drought disaster appears latest year. The latest real impact is irrigation water crisis in 850 hectares farm area that causes 350 hectares were not planted. The risk that must be faced by farmers is potential production in the amount more than 2,5 billion dissapeared. Therefore it needs technically problem solution to reduce this drought disaster risk. To obtain an alternative solution of water availability limitedness problem in drought disaster mitigation, this research uses optimation of reservoir standard operation simulation (standards operating rule) with decision variable is farm area for rice or palawija in the 2nd and or 3rd time plants, objective function is maximizes productivity value, parameter is irrigation water demand which depends on alternative pattern plants and time plants that chosen, with several constraint are: reservoir reliability is 100;, all farm area can be irrigated in the 1st and 2nd time plants; and maximum farm area which is not irrigated in 3rd time plants are 300 hectares. The tool that used to do optimation is a problem solver facilities in microsoft excell software. Result of this research shows pattern plant that can considering as an alternative solution of water availability limitedness problem in Cengklik reservoir is rice-rice-corn beginningly November II and farm service area during a year for 1st and 2nd group each 433 hectares and 1524 hectares. Risk reduction that reachable is 9,33% reviewed from reservoir reliabilitas, 23,61% reviewed from area can be serviced, and 27,29% reviewed from consequence of water availability crisis.

Kata Kunci : Ketersediaan air,Kebutuhan air,Operasi waduk


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.