P that happens = 361.55, M c60 = 558,32 kNm > M happened equal = 107,44 kN, shear capacities V c60 = 418,461 > shear force happened = 387,72 kN. Thereby column result jacketing is up to standard."> P that happens = 361.55, M c60 = 558,32 kNm > M happened equal = 107,44 kN, shear capacities V c60 = 418,461 > shear force happened = 387,72 kN. Thereby column result jacketing is up to standard.">
Analisis perbaikan kolom persegi beton bertulang pada gedung kuliah umum STPMD APMD pasca gempa Yogyakarta 27 Mei 2006
RAHARDJO, Moch Arif Toto, Dr.-Ing. Ir. Andreas Triwiyono
2010 | Tesis | S2 Teknik SipilGempa yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 merusak banyak bangunan permukiman maupun bangunan umum di wilayah Yogyakarta, Klaten dan di sekitarnya. Gedung Kuliah Utara STPMD “APMD†Yogyakarta adalah salah satu gedung yang mengalami kerusakan cukup berat pada kolomnya. Kerusakan terjadi pada daerah beton yang tidak terkekang. Berdasarkan pengujian hammer yang dilakukan pada tanggal 28 Juni 2006, diperoleh hasil bahwa rerata kuat tekan beton kolom yang ditinjau tidak memenuhi persyaratan untuk beton dengan kuat tekan rencana 20 MPa. Dari hasil pengujian juga tampak adanya kuat tekan beton kolom yang dipandang sangat menghawatirkan, yaitu kolom D5 (segmen atas). Kuat tekan terbaca pada kolom tersebut kurang dari 15 MPa (hanya sekitar10 - 11 MPa). Data kolom yang rusak dan diperbaiki adalah kolom lantai satu As A sampai dengan As H ( eksterior). Ukuran kolom existing 300 x 500, dengan tulangan longitudinal 10 D 19 , begel 2 P 10 – 150. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk renovasi kerusakan struktur kolom pasca gempa, baik kerusakan lentur, geser atau kombinasi antara keduanya dan kerusakan lekatan (bond), dilakukan perbaikan dengan menggunakan metode penyelubungan (jacketing methods). Kolom diperkuat dengan jacketing beton dan tulangan longitudinal 10 D 19 dan begel tumpuan 2 P 10 – 100 dan di bagian tengah 2 P 10 – 150. Tebal jacketing 140 mm, dari tulangan existing ke serat tepi beton kolom. Ukuran kolom jacketing menjadi 500x700 dengan mutu beton jacketing 20 MPa. Tampang tersebut dianalisis kekuatan lentur dan gesernya sesuai dengan nilai mutu beton, sehingga menghasilkan diagram interaksi kolom ( nilai M dan P tampang) serta nilai Vc + Vs. Dari hasil analisis ini diketahui bahwa kolom existing tidak mampu menahan beban dengan arah biaksial tampang, karena mutu beton yang rendah 11 MPa dan faktor kekakuan elemen struktur kolom yang kurang dari kekakuan balok. Kapasitas momen lentur hasil jacketing (termasuk penambahan tulangan longitudinal kolom) meningkat dari 151,62 kNm menjadi 558,32 kNm atau peningkatan kapasitas lentur sekitar 268,24 % dari kemampuan awal kolom existing. Kapasitas geser hasil jacketing (termasuk penambahan tulangan begel kolom sumbu lemah gedung) meningkat dari 147,376 kN menjadi 418,461 kN atau peningkatan kapasitas geser sebesar 183,040 %. Dari hasil analisis kolom jacketing dapat dibuktikan mampu memikul beban P aksial, momen dan gaya geser yang terjadi, yaitu Pc60 = 1444,80 kN > P yang terjadi = 361,55, Mc60 = 558,32 kNm > M yang terjadi sebesar = 107,44 kN , kapasitas geser V c60 = 418,461 > gaya geser yang terjadi =387,72 kN. Dengan demikian hasil kolom jacketing memenuhi syarat.
Earthquake that happened on May 27, 2006 destroyed many buildings, residential and public buildings in the area of Yogyakarta, Klaten and surround. North Lecture Building STPMD "APMD" Yogyakarta is one of the buildings that suffered heavy damage in its column. The damage occurred in areas that are not confined concrete. Under the hammer testing that was done on June 28, 2006, obtained the result that average of compressive strength of column concrete which evaluated don't fulfill the requirements for concrete with compressive strength 20 MPa. From the test results also appear for compressive strength of concrete columns that are considered very alarming, such as column D5 (upper segments). The column compressive strength is less than 15 MPa (only about 10-11 MPa). Columns data which damaged and repaired are wall column of one Axis A up to Axis H (exterior). Dimension of column existing is 300 x 500, with longitudinal bar 10 D 19 and strirrup 2 P 10-150. Referring to the mentioned, to renovate the damage of reinforced concrete column structures after earthquake, either damage of flextural, shear or combination between both and damage bonding, carried out repairs using jacketing methods. Columns strengthened by jacketing of concrete and longitudinal bar 10 D 19 and strirrup 2 P 10-100, and the middle 2 P 10-150. The thick of jacketing is 140 mm from bar existing to the column concrete edge fiber. Column dimension jacketing become 500x700 with quality of concrete jacketing of 20 MPa. The column dimension analyzed flextural strength and the shear as according to value quality of concrete, resulting in a column interaction diagram ( the value of moment capacity and column axial force) and also value of Vc + Vs. From this analysis results, known, that column existing can’t be restrain the load with a direction biaxial, because the low quality of 10 MPa concrete and factor of rigidity of column sewer structures element which less than rigidity of beam. Result bending moment capacities jacketing (including the addition of column longitude bone) increase out of 151,62 kNm to 558,32 kNm or increasing of flextural capacities about 268,24 % from early performance of column existing. Result shear capacities jacketing (including addition of bone begel building light axis column) increase out of 147,376 kN become 418,461 kN or increasing of shear capacities equal to 183,040%. From the results of the analysis column jacketing can be proved capable of carrying the P axial load, moment and shear forces that occur, that is P C60 = 1444.80 kN> P that happens = 361.55, M c60 = 558,32 kNm > M happened equal = 107,44 kN, shear capacities V c60 = 418,461 > shear force happened = 387,72 kN. Thereby column result jacketing is up to standard.
Kata Kunci : Kolom,Penyelubungan,Kapasitas