Laporkan Masalah

Kehilangan karbon organik dalam tanah oleh aliran permukaan di daerah aliran sungai Opak Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

ASHARI, Arif, Dr. Eko Haryono, M.Si

2010 | Tesis | S2 Geografi

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis variabilitas karbon organik yang terangkut sebagai muatan suspensi pada Sub-DAS Opak dan Sub-DAS Oyo. (2) menganalisis jumlah kehilangan karbon organik tahunan pada Sub-DAS Opak dan Sub-DAS Oyo. Kedua faktor tersebut menunjukkan kehilangan karbon organik dalam tanah oleh aliran permukaan yang terjadi di Daerah Aliran Sungai Opak yang terbagi kedalam Sub-DAS Opak dan Sub-DAS Oyo. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif survei dengan menggunakan variasi kondisi tinggi muka air sebagai dasar pengambilan sampel. Terkait dengan populasinya, penelitian ini dilakukan dengan sampling. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposif sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada setiap klasifikasi ketinggian muka air dengan lokasi pengambilan pada stasiun AWLR. Analisis yang digunakan adalah kombinasi antara analisis kuantitatif dan analisis kualitatif, yaitu dengan analisis laboratorium, analisis statistik, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) variabilitas kehilangan karbon organik di Sub-DAS Opak lebih besar daripada Sub-DAS Oyo. Karakteristik variabilitas kehilangan karbon organik di Sub-DAS Opak bersifat linier terhadap tinggi muka air. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi fisik Sub-DAS Opak yang memungkinkan terjadinya kehilangan karbon organik dengan perbedaan yang tidak terlalu mencolok pada setiap tinggi muka air. Selain itu secara tahunan variabilitas juga cukup tinggi sebagai pengaruh aliran permukaan Sub-DAS Opak, sehingga menghasilkan perbedaan yang tidak terlalu mencolok antara saat hujan dan tidak hujan serta musim kemarau dan musim penghujan. Pada Sub-DAS Oyo, variabilitas kehilangan karbon organik bersifat eksponensial terhadap tinggi muka air. Variabilitas sangat dipengaruhi oleh kondisi hujan dan tidak hujan. Pada saat hujan aliran permukaan yang terjadi cukup besar, sehingga membawa hasil erosi yang cukup besar, sedangkan pada saat tidak hujan aliran permukaan kecil yang membawa karbon organik hasil erosi dalam jumlah kecil. (2) jumlah kehilangan karbon organik tahunan Sub-DAS Opak lebih tinggi daripada Sub-DAS Oyo yaitu 62.332,851 ton atau setara dengan 1,176 ton/ha/tahun untuk Sub-DAS Opak dan 17.139,841 ton atau setara dengan 0,165 ton/ha/tahun untuk Sub-DAS Oyo. Hal ini terjadi karena kehilangan karbon organik total berkaitan erat dengan variabilitas kehilangan karbon organik bulanan pada kedua Sub-DAS tersebut yang merupakan nilai penjumlahan dari seluruh variabilitas yang terjadi sebagai rerata kehilangan karbon organik bulanan.

This research is aimed to: (1) analyze variability of soil organic carbon as suspended load in Opak and Oyo Sub-Watershed. (2) analyze annual soil organic carbon loss in Opak and Oyo Sub-Watershed. Those two factors show soil organic carbon loss by run off occurs in Opak Watershed, which is devided into Opak and Oyo Sub-Watershed. This research use exploratif survey methods by using water level variation as sampling base. Population sampling method is done through purposive sampling methods. Sampling are taken in each water level which sampling location in AWLR station. Analysis technique used in this research is combination between quantitative and qualitative analysis: namely, laboratory, statistic, and descriptive analysis. Results shows: (1) soil organic carbon loss by run off variability in Opak Sub-Watershed is greater than Oyo Sub-Watershed. Characteristic of soil organic carbon loss variability in Opak Sub-Watershed is linear with water level. This result is affected by Opak Sub-Watershed physical condition which enables soil organic carbon loss, with not enough significant difference between each water level. Futhermore, there is high annual variability, as the effect of run off Opak Watershed. As the result, is doesn’t shows enough significant difference during rainy day and bright day, or bright session and dry session. In Oyo Sub-Watershed, characteristic of soil organic carbon loss variability is exponential with water level. Variability is highly affected by raining and not raining condition. In rainy day, run offoccurs heavily enough so that it causes heavy erosion loss. (2) the number of annual soil organic carbon loss in Opak Sub-Watershed is higher than Oyo Sub-Watershed, namely 62.332,851 ton or equivalent to 1,176 ton/ha/year for Opak Sub-Watershed, and 17.139,841 ton or equivalent to 0,165 ton/ha/year for Oyo Sub-Watershed. This is because total organic carbon loss is closely related to variability of monthly soil organic carbon loss in those both Sub-Watershed, namely the total value of all variables occurs as the average of monthly soil organic carbon loss.

Kata Kunci : Karbon organik tanah, Aliran permukaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.