Aplikasi citra landsat-7 etm+ dan sistem informasi geografis dalam survei dan pemetaan bitumen padat
ASHAR, La Ode Khairul, Prof. Dr. Totok Gunawan, M.S
2010 | Tesis | S2 Penginderaan JauhPenelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan data citra Landsat-7 ETM+ (Enhanched Thematic Mapper Plus) dan Sistem Informasi Geografis dalam melakukan survei dan pemetaan bitumen padat di Kabupaten Buton Utara. Tujuan utama dilakukan penelitian ini untuk mengkaji kemampuan citra Landsat-7 ETM+untuk identifikasi parameter lahan (bentuklahan, litologi, struktur geologi) dalam pemetaan bitumen padat, pemetaan zonasi potensi bitumen padat berdasarkan parameter lahan hasil interpretasi citra Landsat-7 ETM+ melalui analisis SIG, dan estimasi potensi jebakan bitumen padat berdasarkan karakteristik batuan reservoir dan analisis struktur geologi yang berkembang. Teknik pengolahan citra Landsat-7 ETM+ terdiri atas pembuatan citra komposit, pemfilteran spasial, dan fusi citra (penggabungan citra) serta penajaman kontras. Citra hasil pengolahan diinterpretasi secara visual dengan menggunakan unsur interpretasi geologi; (1) rona, warna, dan tekstur, (2) pola pengaliran dan kerapatannya, (3) relief/topografi, dan (4) pola perlapisan. Citra komposit 457 menampilkan relief/topografi dan pola pengaliran yang paling baik sehingga memudahkan dalam interpretasi bentuklahan. Filter unidirectional yang ditajamkan dengan equalisasi histogram menampilkan kenampakan struktur geologi dan batas litologi menjadi lebih jelas. Fusi citra (penggabungan citra) yang ditajamkan dengan equalisasi histogram dapat mendetilkan relief, estimasi pola perlapisan dan menonjolkan kenampakan kelurusan. Ketiga teknik pengolahan tersebut digunakan secara bersama sehingga diperoleh informasi yang lebih komprehensif dalam melakukan pemetaan jebakan bitumen padat. Pemetaan jebakan bitumen padat mengikuti klasifikasi de Sitter (1950) dan unsur-unsur terbentuknya minyakbumi yang dikemukakan oleh Koesoemadinata (1980). Jenis jebakan yang dapat diinterpretasi melalui citra Landsat-7 ETM+ meliputi jebakan antiklin simetri, antiklin asimetri, antiklin dengan sesar, dan zona dengan kerapatan kelurusan tinggi. Estimasi potensi jebakan bitumen padat dilakukan berdasarkan karakteristik batuan reservoir dan analisis kerapatan struktur geologi.
The research is conducted by utilizing Landsat-7 ETM+ (Enhanced Thematic Mapper Plus) image data as well as Geographic Information System/GIS in the implementation of solid bitumen survey and mapping in North Buton Regency. The research mainly aims at analyzing the ability of Landsat-7 ETM+ images for parameter identification of land (land form, lithology, and geology structure) in solid bitumen mapping and potential zonation mapping of solid bitumen based on land parameter results from the interpretation of Landsat-7 ETM+ images through GIS analysis, as well as estimating the potency of solid bitumen traps based on the characteristics of reservoir stones and developing geology structure analysis. The processing techniques of Landsat-7 ETM+ images comprise the construction of composite image, spatial filtering, and image fusion as well as contrast enhancement. The images result from the processing are interpreted visually by using the elements of geology interpretation; (1) hue, color, and texture, (2) the pattern of drainage and its drainage density, (3) relief/topography, and (4) bedding pattern. Composite image 457 indicates the best relief/topography and drainage pattern so it facilitates the interpretation of land form. The unidirectional filter enhanced by histogram equalization features geology structure appearance and clearer lithology limit. Image fusion which is enhanced by histogram equalization can help detail the relief, estimate drainage pattern and accentuate straightness appearance. The three processing techniques aforementioned are simultaneously used to obtain the more comprehensive information in the implementation of solid bitumen traps mapping. The mapping of solid bitumen traps is conducted in accordance with classification from de Sitter (1950) as well as the elements of the petroleum formation proposed by Koesoemadinata (1980). The types of trap that can be interpreted through Landsat-7 ETM+ images include symmetric anticline traps, asymmetric anticline, anticline with fault, and zone with high density of straightness. Estimation of solid bitumen traps potency is based on the characteristic of reservoir stones and the analysis of geology structure density.
Kata Kunci : Citra landsat,7 ETM+,Pemetaan padat,Citra komposit,Filter,Fusi citra, Landsat ETM+, solid bitumen mapping, composite images, filtering, image fusion.