Laporkan Masalah

Peningkaatn keandalan sistem tenaga listrik dengan perencanaan kapasitas pembangkit dan interkoneksi kabel bawah laut pada sistem tenaga listrik di Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau

SUPRIYADI, Hafiz, Sarjiya, ST.,MT.,Ph.D

2010 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Defisit daya listrik yang terjadi di Tanjungpinang pada tahun 2007 sampai tahun 2009, mengakibatkan pemadaman bergilir dan penurunan indeks keandalan LOLP menjadi 15,301% atau setara dengan 55,225 hari/tahun. Oleh karena itu,diperlukan usaha peningkatkan indeks keandalan Loss Of Load Probability (LOLP) dan untuk menyelesaikan masalah tersebut digunakan dua skenario.Pertama, pembangunan sistem interkoneksi melalui jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Tanjungpinang (Pulau Bintan) dan Pulau Batam. Kedua,menambah kapasitas unit pembangkit hanya di sistem Tanjungpinang. Analisis perencanaan penambahan pembangkit ini menggunakan perangkat lunak WASPIV (Wien Automatic System Package) yang mampu memberikan simulasi keandalan untuk setiap konfigurasi unit pembangkit.Pemasangan kabel bawah laut interkoneksi Batam - Bintan yang berkapasitas 130 MVA akan mampu mengatasi defisit daya listrik di Tanjungpinang sampai tahun 2025. Sistem interkoneksi tersebut pada akhir studi akan memberikan nilai indeks keandalan LOLP sebesar 0.0027% atau setara dengan 0,001 hari/tahun. Adapun skenario kedua, pembangunan unit pembangkit di Tanjungpinang dengaan merencanakan reserve margin sebesar 20% setiap tahun studi, akan memberikan indekskeandalan LOLP sebesar 0,023% atau setara dengan 0,083 hari/tahun. Proyeksi kebutuhan energi sistem Interkoneksi pada tahun 2025 mencapai 7530,6 GWH, sedangkan untuk sistem Tanjungpinang tumbuh dari 320.8 GWH pada 2010 menjadi 1412,7 GWH pada tahun 2025.

The deficit of Tanjungpinang electric power which occured in the year 2007-2009 resulted rotating blackouts. This deficit occured because the electric power in Tanjungpinang only had 15.301% of Loss Of Load Probability (LOLP) reliability index which be equal to 55.225 days/year. By increasing the LOLP reliability, I have two scenario to solve Tanjungpinang electric deficit problem.First, we can develop interconnection systems through a submarine cable which link Tanjungpinang (Bintan Island) and Batam Island. And second, we can increase the capacity in Tanjungpinang by added other generating units. The analysis of this generation planning use software of WASP-IV (Wien Automatic System Package) which can provide reliability simulation for each configuration of generating unit.The installation of submarine cable which has capacity of 130 MVA will be able to overcome the electric power shortage in Tanjungpinang until year 2025. At the end of the study, the interconnection system provides reliability index value of 0.0027% or equal to 0.001 day/year. The construction of generating units plan 20% of reserve margin for each study year. This construction will provide 0023% of LOLP reliability index or equal to 0.083 day/year. The projection of energy demands of interconnection system will be reached 7530.6 GWh in 2025 and for sytem of Tanjungpinang increase from 320.8 GWh become 1412 GWh in 2025.

Kata Kunci : Keandalan,Interkoneksi,Tanjungpinang,LOLP,WASP IV, Reliability, Interconnection.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.