Kajian awal motor magnet permanen sebagai penghasil gaya dan putaran seperti motor listrik
MULYASEPUTRA, Prih Sumardjati, Prof. Dr. Ir. Hamzah Berahim, M.T
2010 | Tesis | S2 Teknik ElektroSecara umum energi putar dapat diperoleh melalui alat konversi yang disebut motor. Energi putar itu sendiri biasanya didapat dari motor listrik yang merupakan alat pengubah energi listrik menjadi energi putar/mekanik. Sedangkan motor listrik akan menghasilkan energi putar apabila mendapat suplai listrik. Penelitian ini merupakan upaya alternatif lain dalam mengkonversi energi putar tanpa energi listrik, yaitu mengubah energi magnet menjadi energi putar. Alat konversi ini disebut Motor Magnet Permanen (MMP), ditemukan oleh Howard Johnson tahun 1980 dan mendapatkan hak paten di Amerika. Motor Magnet Permanen sejak ditemukan hingga saat ini, belum dapat diaplikasikan secara umum (komersial). Penelitian-penelitian yang ditemukan hingga saat ini masih dalam skala laboratorium. Konstruksi Motor Magnet Permanen terdiri dari bagian stator dan rotor yang berputar, yang masing-masing sebagai tempat magnet permanen. Rotor motor dapat berputar akibat adanya gaya tolak menolak antara magnet stator dan magnet rotor pada posisi dan jarak tertentu antara keduanya. Kedua magnet tersebut disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sudut. Percobaan ini menggunakan asumsi bahwa tidak ada garis gaya magnet selain garis gaya magnet yang berada pada permukaan-permukaan yang saling berhadapan. Hasil percobaan menunjukkan adanya hubungan antara putaran motor dengan jarak antar magnet rotor-stator, sudut yang dibentuk oleh kedua magnet dan jumlah pasang magnet yang digunakan. Hubungan (relasi) tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan relasi yang sangat kuat antara putaran dengan jarak antar magnet rotor-stator, sudut yang dibentuk oleh kedua magnet dan jumlah pasang magnet yang digunakan. Hasil pengukuran hubungan putaran terhadap torsi dapat dikonversi satuan dari energi mekanik ke energi listrik. Penelitian ini masih dapat dikembangkan misalnya dengan memasang isolator magnet pada sisi-sisi magnet stator maupun rotor, sehingga gangguan kebocoran garis gaya magnet dapat dieliminasi.
Rotary energy generally can be created by a conversion device such as motor. It is usually generated by electric motor that converts electric power to mechanic power. Most of the rotary devices need an electric power to operate it. This research concerns with discovery of an alternative rotary energy without electric energy by using magnetic energy. We adopt a device called Permanent Magnetic Motor (PMM) discovered by Howard Johnson (1980). He has his patent in the USA. There isn’t any commercial application yet until now. The result of many researches in this subject has not yet applied into commercial products. Permanent Magnetic Motor consists of rotary and stator part that are used to put the magnetic material. Permanent Magnetic Motor run by magnetic forces repel. Gap between rotor magnetic and stator magnetic should be set to certain positions. This research is assumed that there are no magnetic lines out of surfaces of opposite magnetic. This research can demonstrate that there is a relationship between rotary and the gap between two magnetic positions, and angle that established by this two magnetic and pairs of magnet devices. This relationship was analysed by simple regression analysis and multistage regression analysis. The result of this analysis shows the strong relationship among these parameters. The result of rotation and torque measurements can be converted into electrical energy using standard mechanical-electrical conversion formula. This research is developed by using shield covering the rotor and stator magnetic site to eliminate the magnetic noise.
Kata Kunci : MMP,Energi magnet,Energi putar