Persepsi masyarakat terhadap kenyamanan visual permukiman nelayan :: Studi kasus kawasan permukiiman nelayan Lette Makassar
NURMIAH, Diananta Pramitasari, ST.,M.Eng.,Ph.D
2010 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur DKBPemukiman nelayan adalah suatu pemukiman bagi masyarakat secara visual, dipandang kumuh dan kawasan tertinggal yang tidak memenuhi persyaratan ideal suatu hunian secara tekhniks maupun non tekhnis. Hal itu mendorong pemerintah untuk merivatilisasi kawasan itu dengan pengadaan dan pembenahan infrastruktur yang ada Kota Makassar juga terkenal sebagai kota bahari yang memiliki banyak potensi namun mengalami problema yang terjadi diatas. Dalam revitalisasi kawasan Lette yang diadakan pemerintah tidak membuat efek keindahan bagi kawasan tersebut namun, yang terjadi adalah kawasan Lette kembali menjadi kawasan yang kumuh. Salah satu penyebabnya kawasan Lette kembali menjadi kawasan kumuh, adalah pembenahan yang dilakukan pemerintah belum sesuai dengan apa yang dipersepsikan sehingga menimbulkan berkurangnya apresiasi masyarakat untuk tetap menjaga lingkunganya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan visual dikawasan Lette. Kenyamanan visual di kawasan Lette dapat kita ukur dengan mengetahui bentuk persepsi masyarakat dan apa yang menjadi faktor utama pembentuk persepsi visual mereka. Sehingga acuan ini dapat menjadi tahap peningkatan kenyamanan visual kawasan Lette dari tingkat kumuh. Landasan teori dari penelitian ini adalah bagaimana mengarahkan persepsi masyarakat tentang kenyamanan visual pada standart desain suatu waterfont yang ideal, dan juga mengarahkan persepsi masyarakat Lette pada faktor – faktor pembentuk kenyamanan visual tata massa bangunan, ruang, sirkulasi, vegetasi , street forniture, fungsi aktifitas. Untuk mengarahkan perancangan pada faktor – faktor visual yang secara kuantitas menpengaruhi kenyamanan visual. Metode yang dipakai penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan rasionalistik, dengan cara wawancara, observasi, dan suvey. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan suatu patokan untuk mengatasi permasalahan kenyamanan visual pada kawasan nelayan.sehingga pemerintah mendapatkan suatu langkah yang tepat guna.
Fishermen settlement area in actual fact is a settlement area for the society. However it is visually regarded as slum as well as poor which does not meet the requirement of reasonable settlement both in technical and non technical aspect. This has given birth to its revitalization by the government by fixing and developing the infrastructures. Makassar is a maritime city which possesses a lot of natural resources and potential, despite the fact that it also has to deal with the aforementioned problem. By government’ s revitalization in Lette Area, in reality has failed to bring comfort and attractive senses to the community. Even, it goes back to be a slum area. One of the cause why it becomes slum again is the government’s revitalization does not in line with the residents’ perception. This is really ineffective as it fails to satisfy the community’s expectation in activities, infrastructures management, cultures and so on. Thus it encourages the declining of their appreciation and support in protecting their own environment. This study aims at raising the visual comfort of in Lette Community through examining the forms of perceptions as well as the dominant factors contributing to the perceptions’ development. This result can be functioned then as a reference of the efforts of the visual comfort development of Lette Community. The theoretical framework is how to direct the community’s perception to visual comfort in the ideal of waterfront standard design. Also, how to direct their perceptions on the factors of the perceptions’ development such as building massa design, spaces, circulation, vegetation, street furniture and activity functions. The method used in the research is quantitative with rasionalistic approach which is conducted by interview, observation and survey. Definitely, the results of the study can be expected as a reference as well as model in how to deal with the condition of discomfort or slum of a fishermen neighborhood according to visual perceptions and expectations of the community which is in turn, will support the effectiveness of government’s initiatives in dealing with the problem.
Kata Kunci : Kawasan pemukiman nelayan,Persepsi,Kenyamanan visual