Laporkan Masalah

Brand positioning sebagai strategi promosi pariwisata daerah :: Studi kasus Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan

NASRULLAH, Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, Ph.D.,M.Arch

2010 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur MPAR

Brand merupakan identitas yang dimiliki suatu destinasi dan juga merupakan cerminan citra suatu destinasi. Penelitian ini untuk mengetahui tiga aspek yaitu: (1) Unsur-unsur dalam konstruksi brand “Lets Go To Takalar” yang memenuhi kriteria konstruksi brand positioning yang utuh (2) Unsur-unsur dari Kabupaten Takalar yang dapat dikembangkan untuk brand positioning pariwisata Kabupaten Takalar (3) Kesesuaian antara program pemerintah dalam promosi pariwisata dengan atribut-atribut yang melekat dalam brand positioning. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yaitu dengan wawancara mengenai (1) brand positioning "Lets Go To Takalar" (2) citra destinasi wisata Kabupaten Takalar (3) potensi/produk wisata Kabupaten Takalar (4) elemen-elemen brand positioning – brand name, brand slogan dan brand symbol. Wawancara dilakukan secara terstruktur terhadap wisatawan/pengunjung, empat tour operator/travel agent di Kabupaten Takalar dan dinas sosial kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Takalar. Hasil analisis menunjukkan bahwa brand positioning pariwisata Kabupaten Takalar “Lets Go To Takalar” yang selama ini dipergunakan belum memenuhi kriteria konstruksi brand positioning yang utuh. Selama ini, antara daya tarik dan promosi pariwisata belum disesuaikan oleh karena itu perlu dilakukan re-brand (rekonstruksi brand) dengan mempertimbangkan pencerminan kesan (brand slogan) misalnya damai (jauh dari kebisingan) dan ramah dan pencerminan icon (brand symbol) yang berasosiasi dengan Takalar seperti Maudu Lompoa- Cikoang, Topejawa, Jagung, Puntondo dan Takalar Lama. Kebijakan pengembangan pariwisata kedepannya seyogjanya berorientasi pada atributatribut atau icon-icon yang berasosiasi dengan daya tarik wisata Kabupaten Takalar yang terbentuk sebagai hasil interaksi produk dengan pasar.

Brand is an identity for and an image of a tourist detination. This study examines three aspects: (1) Elements included in the brand construction “Lets Go To Takalar” which meet the criterias for construction of a complete brand positioning (2) Characteristic of Takalar’s that might be elaborated for a brand positioning for Takalar’s touristic development (3) The correlation between the government’s programs on tourist promotions and attributes placed on the brand positioning. Research method which applied is qualitative descriptive. The data collection methode consist of indepth interview about (1) brand positioning "Lets Go To Takalar" (2) destination image (3) tourism products of Takalar District and (4) brand positioning elements – brand name, brand slogan and brand symbol. Interview was held in guided technic to tourists/visitorsfour, tour operator/ travel agent in Takalar Distric and social, culture and tourism Takalar District office. This study concludes that the show that the present brand positioning of Takalar’s tourism “Lets Go To Takalar” does not meet the criterias for a complete brand positioning. It is therefore, necessary to re-brand (brand re-construction) by incorporating “brand slogan”, the imaging of Takalar as being peaceful (away from the noise) and friendly and “brand symbol” symbolizing Takalar’s natural icons, such us Maudu Lompoa-Cikoang, Topejawa, Corn, Puntondo, and Takalar Lama. The finding show between tourism attraction and the government’s campaign. Future tourism development policies should orient to incorporate the attributes or icons associated with Takalar tourist attraction to respond the interaction between the market and product.

Kata Kunci : Brand positioning,Pengembangan kebijakan promosi, development promition policies


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.