Laporkan Masalah

Karakteristik kerentanan bencana pada kawasan pariwisata pantai :: Studi kasus Pantai Kukup Kabupaten Gunungkidul dan Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul

ERICK A, Yohanes P, Ir. Ikaputra, M.Eng.,Ph.D

2010 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur MPAR

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya alam hayati dan non-hayati; sumber daya buatan; jasa lingkungan yang penting bagi kehidupan masyarakat sehingga wilayah pesisir di Indonesia dapat dikategorikan sebagai kawasan strategis nasional termasuk di dalamnya adalah kepariwisataan. Beberapa wilayah pesisir pantai di Indonesia terancam bencana alam (gempa bumi dan tsunami). Pariwisata pesisir menjadi suatu perwujudan kerentanan jika pariwisata tidak mempunyai kemampuan dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan; (1) identifikasi aspekaspek kerentanan, (2) mengukur tingkat kerentanannya dan (3) merekomendasikan ketahanan berdasarkan tingkat kerentanan pada kawasan pariwisata pantai yang rawan bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan studi kasus di kawasan wisata pantai Parangtritis dan pantai Kukup. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan lapangan, penjelajahan kawasan (transek), studi pustaka dan wawancara dengan kuesioner (masyarakat, pengelola dan wisatawan). Metode yang digunakan untuk mendapatkan poin (1) dengan cara studi literatur, perundang-undangan dan identifikasi/pengamatan lapangan; poin (2) dihasilkan dengan cara menghitung nilai kerentanan berdasarkan hasil identifikasi; dan poin (3) merupakan arahan berdasarkan temuan dari hasil perhitungan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kawasan wisata pantai Parangtritis dan Kukup memiliki aspek kerentanan fisik kawasan meliputi bangunan, ruang terbuka dan sistem jaringan; aktivitas wisata; kesiapan kawasan terhadap bencana, meliputi tipologi alam dan mitigasi buatan; pengelolaan kawasan berdasarkan pemahaman pengguna kawasan meliputi wisatawan, masyarakat dan pengelola. Tingkat kerentanan kedua pantai juga bervariatif terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami, demikian juga dengan rekomendasi yang dihasilkan bervariasi sesuai tingkat kerentanan kawasan.

Indonesia as an archipelagic country with coastal areas that have the potential of natural resources and non-biological, man-made resources, environmental services are important to people's lives so that the coastal areas in Indonesia can be categorized as a national strategic areas including the tourism. Some coastal areas in Indonesia threatened natural disasters (earthquakes and tsunamis). Coastal tourism becomes an embodiment of vulnerability if tourism does not have the ability in the face of disaster. This research aims to produce: (1) identification of aspects of vulnerability, (2) determination of level of vulnerability, and (3) recommendation for development strategies based on the level of vulnerability in the region of disaster-prone coastal tourism. The research method is quantitative research, with case studies on coastal resorts and beaches Parangtritis and Kukup. Techniques of collecting data through field observation, exploration of the area/ transect, library research and interviews with a questionnaire (for community, managers and tourists). The method of analysis is conducted at three levels: (1) studying literatures, legislations and identification through field observation; (2) calculating the value of vulnerability based on the identification, and (3) constructing recommendation based on findings from the calculation. The results shows that the coastal resorts and Kukup-Parangtritis areas have aspects of vulnerability characteristics of disasters, i.e: physical vulnerability of buildings, open space and network systems (utility); tourist activity; the area of disaster preparedness, mitigation both of natural and artificial typology; area management based on the user's understanding of the region includes tourism, community and management. The vulnerability of the coast is also varied depend from the threat of earthquake and tsunami, as well as the recommendations are vary according to level of vulnerability of the region.

Kata Kunci : Pantai, Pariwisata, Bencana, Kawasan, Kerentanan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.