Laporkan Masalah

Evaluasi pemberian obat pada penatalaksanaan terapi pasien stroke rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode April-Juni 2010

SUBARTI, Dwi, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt

2010 | Tesis | S2 Magister Farmasi Klinik

Latar belakang: Stroke merupakan penyakit yang memerlukan perawatan jangka panjang sehingga untuk mendapatkan therapeutic outcome yang baik perlu kerjasama antara dokter, perawat, apoteker, pasien dan keluarga pasien. Kejadian kesalahan pemberian obat sangat umum terjadi pada pasien rawat inap yang berisiko meningkatkan kesakitan, kematian dan biaya. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada kesalahan pemberian obat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan untuk mengevaluasi pemberian obat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan metode crosssectional dilakukan dengan mengumpulkan data pasien stroke secara prospektif kemudian dihitung prevalensi kesalahan pemberian obat pada penatalaksanaan terapi stroke pasien rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta selama periode 1April-30 Juni 2010. Hasil dan kesimpulan: Dari hasil penelitian prospektif pada 44 pasien stroke di instalasi rawat inap di RS PKU Muhammdiyah Yogyakarta periode 1 April-30 Juni 2010 pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat 34 pasien (70%) dari 44 total pasien. Dengan rincian sebagai berikut : Pada rute pemberian intravena terdiri dari bolus intravena dan infus intravena. Pada bolus intravena kesalahan yang terjadi adalah kesalahan frekwensi pemberian sebesar 11%. Dan infus intravena kesalahan yang terjadi adalah kesalahan kecepatan pemberian sebesar 45%. Sedangkan pada rute pemberian oral terjadi kesalahan waktu pemberian sebesar (66%). Dan kesalahan frekwensi pemberian sebesar (7%). Dan kesalahan pemberian yang tidak terjadi adalah rute pemberian dan preparasi.

Background: Stroke is a disease which requires long term care so that good cooperation among doctors, nurses, pharmacists, patients and patients' family is needed to get good therapeutic outcome. Drug administration error (ADE) generallyoccur among inpatients. They may increase risks of illness, death and cost. Objective: The study was meant to find out occurrence of ADE among stroke inpatients and identify whether there were drug related problems in the treatment of stroke inpatients at RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta 1 April-30 Juni 2010. Method: The study was an descriptif cross sectional design conducted prospectively to limited time, i.e. all stroke inpatients at RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta 1 stApril-30stJuni 2010. Data of stroke inpatients were obtained from Neurology Polyclinic and Emergency Unit; then the recording of the patient's status was made from medical records of inpatients word. Incomplete medical records were minimized by looking at nurses' notes, the condition of the patient by following doctors' visits, interview with the patient and patient's family. Data obtained were studied on ADE calculated their percentage. Result and Conclusion: Out of 44 patients 34 (77%) patients had ADE. ADE of bolus intravena is about 11% for error of frequency and ADE of intravena infus is about 54% for error of rate. And ADE of oral is about 66% for wrongtime and 7% about frequency error. And the wrong administration that wasnot happen is route of administration and preparation.

Kata Kunci : stroke, kesalahan pemberian obat, instalasi rawat inap, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, stroke, Evaluation of drug administration, RS PKU Muhammadiyah Yogyakrta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.