Pengaruh penerapan asuhan kefarmasian terhadap hasil terapi dan kualitas hidup pasien hipertensi di Poliklinik penyakit dalam RSUD Kabupaten Muna periode September 2009-Maret 2010
MULIANTI, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt
2010 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiLatar Belakang: Hipertensi diperkirakan telah menyebabkan 4,5% dari beban penyakit secara global, dan prevalensinya hampir sama besar di negara berkembang maupun di negara maju. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama gangguan jantung dan umumnya bersifat kronik. Penyakit yang bersifat kronik membutuhkan penanganan yang baik berupa modifikasi gaya hidup dan terapi obat dalam jangka panjang. Pengetahuan pasien mengenai penyakitnya memegang peranan penting dalam penanganan penyakit kronik. Salah satu aspek penting dari Asuhan kefarmasian atau Pharmaceutical care adalah konseling terhadap pasien mengenai obat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan asuhan kefarmasian terhadap hasil terapi dan kualitas hidup serta untuk mengetahui hubungan antara hasil terapi dan kualitas hidup pasien hipertensi di poliklinik penyakit dalam RSUD Kabupaten Muna selama periode September 2009-Maret 2010. Metode Penelitian: Metode Randomized Control Trial (RCT) dengan control group pretest-posttest design, terhadap 62 pasien hipertensi (31 pasien kelompok kontrol dan 31 pasien kelompok intervensi). Kelompok intervensi memperoleh asuhan kefarmasian (konseling farmasi, leaflet, modifikasi etiket obat dan kartu jadwal minum obat). Penilaian tekanan darah dan kualitas hidup dilakukan pada awal penelitian terhadap kedua kelompok. Hasil terapi diamati berupa perubahan tekanan darah dan penilaian kualitas hidup menggunakan instrumen generik SF-36. Hasil: Dari total 62 pasien, kelompok intervensi (N=31) mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan pada akhir penelitian yaitu sistolik sebesar 41,94 ± 14,47 mmHg [P=0,000(P<0,05)] dan diastolik sebesar 18,71 ± 8,48 mmHg [P=0,000(P<0,05)], sedangkan pada kelompok kontrol (N=31) tidak mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan yaitu sistolik sebesar 0,00 ± 17,89 mmHg [P=1,000(P>0,05)] dan diastolik sebesar 0,32 ± 12,78 mmHg [P=0,884(P>0,05)]. Kualitas hidup pasien yang diukur dengan kuesioner SF-36 pada kelompok intervensi menunjukkan peningkatan yang signifikan sedangkan pada kelompok kontrol menunjukkan penurunan yang signifikan pada semua skala di akhir penelitian (P<0,05). Kesimpulan: Penerapan asuhan kefarmasian dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik hingga mencapai target dan meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi.Terdapat hubungan yang erat antara penurunan tekanan darah hingga mencapai target dengan meningkatnya kualitas hidup pada pasien hipertensi.
Background: Hypertension is estimated to have caused 4.5% of global disease burden, and its prevalence is nearly as large in developing countries and in developed countries. Hypertension is one of the major risk factor for heart problems and are generally chronic. Which are chronic diseases requiring treatment such as lifestyle modification and drug therapy in the long term. Patient knowledge about the illness play an important role in chronic disease management. One important aspect of the Pharmaceutical Care is the care counseling to patients about medicines. Objective: To determine the effect of the application of pharmaceutical care on ttherapeutic outcomes and quality of life and to know the correlation between Therapeutic outcomes and quality of life of hypertensive patients in the internal Diseases polyclinic at Muna District Hospitals during the period September 2009-March 2010. Method: Randomized Control Trial (RCT) method with the control group pretestposttest design, on 62 patients with hypertension (31 patients in control group and intervention group of 31 patients). Intervension group received pharmaceutical care (pharmacy counseling, leaflets, modifications etiquette and schedule card of drugs) each month during the study. Blood pressure and quality of life assesment were conducted in both group at the beginning of study. Outcome therapeutic were measure by changes in blood pressure and quality of life assesment performed using generic instrument, SF-36. Results: Of the total 62 patients, the intervention group (N = 31) experienced a significant decrease in blood pressure at the end of the study, on systolic amounted 41.94 ± 14.47 mm Hg [P = 0.000 (p <0.05)] and diastolic blood pressure amounting to 18 , 71 ± 8.48 mmHg [P = 0.000 (P <0.05)], whereas in the control group (N = 31) did not experience a significant decrease in blood pressure is systolic amounted to 0.00 ± 17.89 mmHg [P = 1.000 (P> 0.05)] and diastolic blood pressure amounting to 0.32 ± 12.78 mmHg [P = 0.884 (P> 0.05)]. Quality of life of patients as measured by SF-36 questionnaire in the intervention group showed significant increases while in the control group showed a significant decrease in all scales at the end of the study (P <0.05). Conclusion: Application of pharmaceutical care can reduce systolic and the diastolic blood pressure to reach targets and improve the quality of life of hypertension patients.There is a close correlation between the decrease in blood pressure to reach targets with increased quality of life in hypertension patients.
Kata Kunci : Hipertensi,Asuhan kefarmasian,Rawat jalan,Kualitas hidup