Pengaruh kadar obat, kadar propilen glikol, dan lama praperlakuan dengan asam oleat terhadap transpor transdermal losartan in vitro
BINARJO, Annas, Dr. Akhmad Kharis Nugroho, M.Si.,Apt
2010 | Tesis | S2 Magister Farmasi KlinikLosartan adalah senyawa antagonis reseptor angiotensin II yang mempunyai bioavailabilitas oral yang rendah dan bervariasi (25% - 30%). Penghantaran losartan secara transdermal menjadi salah satu solusi permasalahn tersebut. Salah satu bahan yang diperlukan dalam formulasi sediaan transdermal adalah enhancer, yaitu senyawa kimia yang dapat memfasilitasi transpor transdermal. Penelitian ini bertujuan mengungkap potensi asam oleat dan propilen glikol sebagai enhancer transpor transdermal losartan. Penelitian dilakukan berdasarkan desain faktorial dengan tiga faktor, yaitu kadar kalium losartan (A, 2-10 mg/ml), kadar propilen glikol dalam kompartemen donor (B, 15%-20%), dan lama praperlakuan kulit dengan asam oleat, (C, 0-1 jam). Transpor transdermal losartan dari delapan fomula diuji secara in vitro melalui kulit tikus jantan galur Wistar selama 30 jam. Penetapan kadar losartan yang tertranspor ke kompartemen reseptor menggunakan metode HPLC. Profil transpor dianalisis dengan metode Lag Time Difusi dan metode kompartemental dengan software WinSAAM. Respon yang diperoleh dari analisis dengan metode Lag Time Difusi adalah fluks tunak dan lag time difusi (TLD), sedangkan dengan metode kompartememenal adalah UF(1)/A, L(2,1)/A, dan lag time kinetik (TLK). Analisis desain faktorial menggunakan software Design-Ease versi 7.1.6, menunjukkan bahwa hanya desain dengan respon fluks dan UF(1)/A yang menghasilkan model desain faktorial yang bermakna (p<0,05). Persamaan desain faktorial dapat memprediksi semua respon pada kondisi optimal, tetapi hanya dapat memprediksi respon TLD, UF(1)/A, L(2,1)/A, dan TLK pada percobaan transpor level nol. Berdasarkan model tersebut diperoleh bahwa faktor yang dapat memperbaiki transpor transdermal losartan adalah A>C>AC>BC, sedangkan yang menurunkan kecepatan transpor adalah ABC.
Losartan, an angiotension II receptor antagonist compound, has low and variable oral bioavailability (25% – 30 %). Transdermal delivery of losartan could be used to solve this problem. Enhancer, the chemicals which can be used to enhance transdermal transport, is one of the components needed in transdermal dosage form. This research was aimed to explo re the potency of oleic acid and propylene glycol as enhancer in transdermal transport of losartan. The research design was conducted using factorial design with 3 factors, i.e. potasium losartan concentration (A, 2 – 10 mg/ml), concentration of propylene glycol in the donor compartement (B, 15% - 20%), and the length of oleic acid skin pretreatment (C, 0 – 1 hour). Eight formulas were prepared and losartan transdermal transports were studied in vitro across male Wistar rat skin for 30 hours. Concentrations of losartan transported to receptor compartment were determined using HPLC. Diffusion lag time method and compartemental modeling method using WinSAAM software were used to analyze the transport profiles. The obtained respons parameters measured based on lag time method were steady state flux and difusion lag time (TLD). Moreover, UF(1)/A, L(2,1)/A, and kinetics lag time (TLK) were parameters analyzed in compartemental modeling method. The factorial design was analyzed using Software Design-Ease 7.1.6 version. The factorial design was fit using the responses flux and UF(1)/A, while another responses were not significantly fitted (p<95%). Factorial design equations can predict all responses in optimum condition. In zero level, exept for flux, all responses can be predicted using these equations. Some factors enhanced losartan transdermal transport, i.e. A>C>AC>BC, while factor interaction ABC decreased the losartan transdermal transport.
Kata Kunci : Losartan,Transdermal,Propilen glikol,Asam oleat,In vitro