Laporkan Masalah

Analisis pengelolaan obat di instalasi farmasi pelayanan Askes RUMKIT TK.II 04.05.01 Dr. Soedjono Magelang tahun 2008

INDRIANI, Prof. Dr. Marchaban, DESS.,Apt

2010 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Tugas utama Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah manajemen obat, yang terdiri dari tahap seleksi, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, ditribusi dan penggunaan. Dari observasi pendahuluan ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi Instalasi Farmasi khususnya pada pelayanan Askes Rumkit TK. II 04.05.01 Dr.Soedjono Magelang antara lain dokter masih sering memberikan resep obat Non-DPHO, ketidaksesuaian antara obat yang dipesan dengan yang dikirim, waktu tunggu yang lama pada saat jam-jam sibuk. Mengingat pentingnya pengelolaan obat, untuk itu perlu ditelusuri dan dianalisis gambaran keseluruhan tahap-tahap pengelolaan obat di Instalasi Farmasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat retrospektif dan prospektif, data yang diambil tahun 2008, dianalisis menggunakan indikator pengelolaan obat, kemudian hasilnya dibandingkan dengan standar yang ada dan penelitian yang pernah dilakukan di rumah sakit yang lain, serta melakukan wawancara untuk mendukung data yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap selection belum menunjukkan efisiensi pada indikator kesesuaian obat dengan DPHO (80%). Tahap procurement : pada perencanaan menunjukkan hasil efisien pada dana yang tersedia mampu mencukupi kebutuhan obat yaitu 84,97% dana yang terpakai. Indikator perencanaan lain: perbandingan jumlah item obat yang dipakai selalu lebih besar daripada jumlah item obat yang direncanakan yaitu periode I(324:321); periode II(372:370); periode III(299:289), pada pengadaan frekuensi pemesanan tiap item obat yaitu masuk dalam kategori sedang (12-24x/th), masih adanya kesalahan faktur yaitu 27,12% dan tidak adanya keterlambatan pembayaran. Tahap distribution: penyimpanan menunjukkan kecocokan antara obat dengan kartu stok 98,96%, TOR sangat rendah yaitu 1,09 kali dan tidak adanya persentase obat kadaluarsa. Pada pendistribusian menunjukkan waktu pelayanan yang lama terutama pada jam-jam sibuk yaitu 30,25 menit untuk obat racikan, persentase obat yang dilayani 99,28%. Tahap use, jumlah item obat per lembar resep yaitu 3,6 item, persentase penulisan resep sesuai dengan DPHO untuk pasien rawat jalan 89% dan 98% untuk pasien rawat inap.

Major task of pharmacy installation in hospitals is managing drugs that consists of selection, planning, procurement, storage, distribution and use. Preliminary observation indicates that some problems of pharmacy installation for Askes service at Dr. Soedjono Hospital Magelang are among others doctors often prescribe drugs not listed for Askes patients, irrelevance between drugs ordered and drugs sent, long waiting time during peak hours. Therefore, it needs an attempt to get overview and analyze all phases of drug management at pharmacy installation. The study was descriptive with retrospective and prospective data collection of 2008. Data were analyzed using indicator of drug management. Next, the result was compared with the standard available and results of studies in other hospitals. Interview was made to support data available. The selection phase: there was no efficiency in indicator of drug relevance with the list (80%). Procurement phase: planning showed efficiency in budget available and drug needs, i.e. 84.97% of budget was utilized. In other planning indicators: comparison between drug items used and drug items planned was not yet efficient, i.e. items used in term I (324;321), term II (372;370) and term III (299;298) were greater than planned; the frequency of drug order belonged to average category (12-24 time/year); there were errors in invoice, i.e. 27,12%; and there was no delay in payment. Distribution phase; storage showed relevance between drugs and stock card (98.96%) turn over ratio was relatively low (1.09 times) and there were no percentage of expired drug have showed; there was long waiting time particularly during peak hours (30.25 minutes for compounding drug); percentage of drugs served was 99.28%. Use phase: number of drug items per prescription in 3.6 items; percentage of prescription relevance with the list for outpatients was 89% and for inpatients 98%.

Kata Kunci : pengelolaan obat, indikator, instalasi farmasi Rumkit Dr. Soedjono Magelang, drug management, indicator, pharmacy installation of Dr. Soedjono Hospital Magelang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.