Hubungan antara strategi regulasi emosi dan faktor demografi dengan resiliensi pada perempuan narapidana
RIZKI, Binta Mu'tiya, Prof. Dr. Johana Endang Prawitasari, Ph.D
2010 | Tesis | S2 Magister Sains PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi regulasi emosi (reappraisal dan suppression) dan faktor demografi (lama dipenjara, usia, tingkat pendidikan, kepemilikan anak, dan lama hukuman) dengan resiliensi pada perempuan narapidana. Partisipan dalam penelitian ini adalah 132 perempuan narapidana di Lapas II A Semarang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi dan analisis kasus. Analisis regresi digunakan untuk menganilisis data yang terkumpul dalam bentuk skor dan analisis kasus dilakukan berdasarkan wawancara kepada empat perempuan narapidana yang mempunyai skor resiliensi tinggi dan rendah untuk mengkaji lebih dalam tentang resiliensi pada perempuan narapidana Lapas IIA Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara strategi regulasi emosi, tingkat pendidikan dan lama hukuman dengan resiliensi. Strategi regulasi emosi dan pendidikan mempunyai hubungan positif yang signifikan terhadap resiliensi sedangkan lama hukuman mempunyai hubungan negatif yang signifikan terhadap resiliensi. Lama dipenjara, usia dan kepemilikan anak tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap resiliensi. Berdasarkan analisis kasus mengungkapkan bahwa reappraisal, dukungan orang yang signifikan (keluarga, teman atau petugas), spiritualitas dan harga diri merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan resiliensi pada perempuan narapidana.
The purpose of this research was to find the correlation between emotion regulation strategy (reappraisal dan suppression) and demographic factors (the length of time spent in prison, age, educational level, ownership of children, and the length of sentence) with the resilience in women prisoners. Participants in this study were 132 women prisoners in Lapas II A Semarang. Research data were analyzed using regression dan case analysis. The regression analysis was used to analize the numeric data, while case analysis was based on interview toward four women prisoners who had high score and low score to explore the resilience of female prisoners in Lapas II A Semarang more deeply. Results showed that there was a correlation between emotional regulation strategies, educational level and length of sentence with resilience. Emotion regulation strategies and educational level had a significant positive correlation with the resilience, while the length of sentence had a significant negative correlation with resilience. The length of time spent in prison, age and ownership of children had no significant correlation with resilience. Case analysis revealed that reappraisal, a significant supporting person (such as family, friends or prison staff), spiritual and self esteem were the factors that influence the ability of resilience in women prisoners.
Kata Kunci : Strategi regulasi emosi,Faktor demografi dan resiliensi pada perempuan narapidana