Citra perempuan dalam perspektif gender :: Tinjauan kritik sastra feminis terhadap Novel Api Awan Asap, Bunga, dan Upacara karya Korrie Layun Rampan
WAHYUNI, Erna, Prof. Dr. Marsono, S.U
2010 | Tesis | S2 SastraKarya sastra merupakan produk sosial budaya yang mencerminkan kehidupan serta perkembangan masyarakat. Isu- isu sosial kemanusiaan terdapat di dalamnya, termasuk isu tentang perempuan. Isu tentang perempuan dapat dihadirkan melalui citra perempuan. Ketiga novel karya KLR, yaitu novel Api Awan Asap, novel Bunga, dan novel Upacara merekam isu-isu yang sering terjadi di dalam kehidupan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pisau analisis berupa kritik sastra feminis, ditemukan bentuk-bentuk citra pada perempuan, yaitu citra diri perempuan dan citra sosial perempuan yang dibentuk oleh ideologi yang diyakini oleh laki-laki dan perempuan. Pertama, citra diri perempuan dapat dilihat dari karakteristik biologis dan karakter psikologis. Pada karakteristik biologisnya, perempuan masih dicitrakan sebagai makhluk yang lekat dengan keindahan dan kelembutan serta kelemahan dan ketidakberdayaan. Kedua karakteristik biologis ini menempatkan perempuan sebagai makhluk yang menyenangkan dan sebagai objek seks bagi laki-laki. Sementara itu, karakter psikologis perempuan menunjukkan adanya dinamisasi, yaitu dari karakter yang penurut, perasa, setia, ingin diayomi dan dilindungi, serta pasrah menjadi karakter yang lebih kuat, yaitu sabar, pekerja keras, dan mampu menentukan sikap. Kedua, citra sosial perempuan dapat dilihat dari peran, posisi, atau kedudukannya di dalam keluarga dan di dalam lingkungan sosialnya. Di dalam keluarga, perempuan diposisikan sebagai anak, sebagai istri, dan sebagai ibu. Citra perempuan di dalam keluarga ini masih cenderung memperlihatkan peran perempuan sebagai objek atau pelengkap dalam keluarganya. Pada bagian lain, yaitu perempuan di dalam lingkungan sosialnya, digambarkan peran perempuan yang mampu menjadi subjek dalam kehidupannya. Perempuan berperan sebagai penari tradisional, guru, pedagang, dan pembangun desanya. Perempuan mampu menjadi penggerak di dalam lingkungan sosial sehingga ia membawa manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Ketiga, penggambaran citra perempuan yang telah dikemukakan tersebut memperlihatkan adanya keseimbangan, antara citra yang cenderung ditampilkan negatif akibat adanya ideologi patria rki menjadi citra yang lebih positif dengan adanya kesadaran gender. Hal ini sesuai dengan pandangan dalam kritik sastra feminis, bahwa pada dasarnya kritik ini mempunyai tujuan memperoleh perlakuan yang lebih baik bagi perempuan, meningkatkan kedudukan dan peranan perempuan untuk membentuk masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
Literary works represent socio-cultural products that reflect the life and community development. Social issues of humanity are expressed in them, including those concerning women. Issues on women can be raised through the image of them. The Korrie Layun Rampan’s three novels, ie Api Awan Asap, Bunga and Upacara potrayed issues that frequently confronted in the lives of women. Using the analysis of feminist literary criticism, this study found the images of women, namely self-image and social image of women shaped by the ideologies that exist in the minds of men and women. First, women's self- image is divided into biological and psychological characteristics. On their biological characteristics, women are still imaged as being attached to the beauty or tenderness, but at the same time to the weakness and powerlessness. Both biological characteristics placed women as pleasure-giving creature and as sex objects for men. Meanwhile, the psychological character of women experiencing some dynamic changes, that is, from the formerly obedient, sensitive, loyal, crave for protection, and surrender into a stronger character, that is patient, hardworking, and capable of determining the attitude. Second, social image is a depiction of the role, position, or position of women in their families and in their social environment s. In the family, women are positioned as child, wives and mothers. The image of women in families tends to depict a role as an object or complement in their family. In another part, i.e. women in their social environment, the role of women who could become the subject in their lives was described. Women take their roles as traditional dancers, teachers, traders, and builders of their village. Women can be a driving force in the ir social environment to brings about benefits for the surroundings. Third, the above mentioned depictions of women shows a balance between image that tends to show negative consequences of the existence of a patriarchal ideology with a more positive image thanks to their improved gender awareness. This is consistent with the view of feminist literary criticism that this criticism is basically aimed at obtaining better treatment for women, improved women's status and role to establish a more just and prosperous society.
Kata Kunci : Citra perempuan, Kritik sastra feminis, Ideologi patriarki, Kesadaran gender