Pemaknaan hidup anak jalanan dan pola penanganannya oleh pemerintah Kota Yogyakarta
FARID S, Yustinus, Prof. Dr. Susetiawan
2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikMasalah yang dihadapi sebuah pemerintah kota sangatlah kompleks mulai dari masalah sosial, tata kota, saran dan prasarana yang menunjang kehidupan masyarakat kota, dan sebagainya. Masalah sosial yang sangat pelik di hadapi oleh pemerintah kota adalah anak jalanan. Anak jalanan menjadi masalah pemerintah kota karena dianggap sebagai “sampah masyarakat†yang seringkali terganggu oleh kehadiran anak jalanan di perempatan jalan raya, di pinggir jalan, di sekitar gedung perkantoran, pertokoan, dan banyak tempat-tempat lain. Anak Jalanan pun distigmatisasi berkaitan dengan kriminalitas seperti seperti pencopetan, perampasan, melakukan tindak kekerasan, penodongan, pelecehan seksual, perkelahian, dan kejahatan lainnya. Masalah-masalah yang dihadapi oleh anak jalanan dan berdampak pada stigma ataupun kehidupan bermasyarakat membawa pada rumusan masalah yang perlu dikaji mengenai kebutuhan dan keinginan anak jalanan, penanganan anak jalanan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penanganan anak jalanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitiatif. Metode penelitian kualitatif digunakan agar peneliti mampu mendalami dan menerobos gejala-gejala masalah yang ditimbulkan oleh anak jalanan. Kemampuan mengetahui gejala masalah yang ditimbulkan sehingga mempermudah peneliti untuk menginterprestasikan masalahnya kemudian menyimpulkan saran guna menangai maslah anak jalanan. Tahapan-tahapan yang dilampaui oleh peneliti adalah pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, studi pustaka, dokumentasi dan observasi; melakukan kritik atas data yang dikumpulkan dengan teknik triangulasi; interpretasi data; dan penyimpulan terhadap hasil interpretasi data. Program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Yogyakarta guna mengatasi masalah anak jalanan berupa rehabilitasi dan resosiliasi. Programprogram yang digalakan belum mampu mengatasi masalah yang dihadapi oleh anak jalanan. Ketidaksinkronan antara masalah dengan kebutuhan anak jalanan menyebabkan terjadinya inkonsistensi program pemerintah kota dengan keinginan dan kebutuhan anak jalanan. Program-program yang dilaksanakan pemerintah kota bertujuan memberikan pola pandang bahwa kehidupan di jalanan bersifat buruk, sedangkan anak jalanan menginginkan ruang atau area guna penyaluran minat dan bakat. Penanganan anak jalanan oleh pemerintah kota dipengaruhi oleh faktor pendanaan dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
Problems faced by a city government is very complex ranging from social issues, urban planning, facilities and infrastructure that support the life of urban communities, etc. Street children are very complicated social problems faced by the government in the city. They are become problem of the city government because it is considered as "scum" who are often disturbed by the presence of street children in the highway intersection, on the roadside, around office buildings, shopping malls, and many other places. Street Children also stigmatized related to criminality such as pickpocketing, deprivation, violence, hold- up, sexual harassment, fighting and other crimes. The problems faced by street children that also impact on stigma or social life led to the formulation of problems that need to be assessed on the needs and desires of street children, the handling of street children by the Government of Yogyakarta, and the factors that affect the handling of street children. The research method used was qualitative research methods. Qualitative research method used for researchers able to explore and break through the symptoms of the problem posed by street children. The ability to know the symptoms caused problems making it easier for researchers to interpret the problem and then concludes suggestions to tackle the problem of street children. Stages that exceeded by the researcher is collecting data through interviews, library research, documentation and observation; do a critique of the data collected by triangulation techniques, data interpretation, and conclusion on the results of data interpretation. The programs implemented by the government of Yogyakarta City to overcome the problem of street children are rehabilitation and resocialization. The programs encouraged not been able to overcome the problems faced by street children. Unsynchronousable between the problems and the needs of street children caused inconsistencies of the city government's program with the wants and needs of street children. The programs that the city government held aim to give a view that the pattern of street life are bad, while street children want a room or area for the distribution of interests and talents. The handling of street children by the city government is influenced by funding factors and cooperation with relevant parties.
Kata Kunci : Penanganan, Anak Jalanan, Yogyakarta, Handling, Street Children, Yogyakarta