Model pesantren mandiri berbasis koperasi pondok pesantren :: Studi kasus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2009
DANIAR, Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A.,Akt
2010 | Tesis |Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat, sehingga kultur dan budaya masyarakat memberikan warna terhadap nilai, jiwa, dan falsafah pesantren itu sendiri. Dengan perubahan social dan budaya masyarakat yang terus berkembang, pesantren dituntut untuk sadar bahwa perlu dilakukan modernisasi sistem kelembagaan, manajemen, organisasi pesantren, kurikulum, metode dan sistem pendidikan dengan tetap berlandaskan pad aakidah dan syariat agama Islam. Harapannya pesantren maupun survive dan berkiprah dalam memajukan pendidikan di negeri in. Jumlah pesantren di Indonesia pada tahun akademik 2008 mencapai 21.521 pesantren terdiri dari pondok pesantren salafiyah (37,8 persen), pesantren kombinasi (44, 79 persen), pesantren modern (18,3 persen) dan jumlah santri total sebanyak 3.818.469 santri. Jumlah pesantren yang banyak dan populasi santri yang besar tentunya memiliki peran yang sangat strategis, selain sebagia pusat pengembangan agama, pendidikan, social dan budaya, pesantren juga bisa menjadi salah satu kekuatan pengembangan ekonomi umat yang mandiri. Peluang ini sangat memungkinkan, sebab pondok pesantren adalah lembaga pendidikan swasta sekolah. Oleh karena itu, perlu adanya model pesantren yang memberikan contoh dalam sistem pengembangan sumber-sumber ekonomi gna menopang proses pendidikan dan pengajaran di pondok pesantren. Objek penelitian ini adalah pondok Gontor, Ponorogo yang memiliki unit-unit usaha koppontren sejak tahun 1970. Fokus penelitian ini adalah pondok Gontor, dengan manajemen koppontrennya, pengembangannya, pengelolaannya, dan nilai-nilai yang harus dijalankan didalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sebuah jenis penelitian studi kasus. Dengan menggunakan data primer dan sekunder, yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan melalui reduksi data, display data, dan verifikasi data. Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, model pengembangan koppontren yang meliputi manajemen pengelolaan koppontren yang dilakukan secara mandiri oleh kyai, guru-guru dan keluarga pondok, pola pengembangan usaha yang didasarkan pad kebutuhan pokok santri dan masyarakat, dan nilai-nilai pendidikan yang luas sebagai tujuan dari pengelolaan sumber-sumber ekonomi tersebut. Kedua, sistem pengelolaan keuangan koppontren di pondok Gontor dilakukan secara transparan, terbuka dan diketahui seluruh keluarga pondok, digunakan hanya untuk kepentingan pondok, dan memisahkan antara hak individu dan hak pondok secara jelas.
Available in Fulltext
Kata Kunci : Pondok pesantren,Unit usaha,Manajemen,Keuangan,Pendidikan