Laporkan Masalah

Signifikansi ombudsman dalam menegakkan bisnis beretika dan berkelanjutan dalam perspektif ekonomi Islam :: Studi atas lembaga Ombudsman Swasta Daerah Istimewa Yogyakarta (Los DIY)

CAHYADI, Thalis Noor, Prof. Drs. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D

2010 | Tesis |

Tujuan dari penelitian ini adalah: Pertama, untuk mengurai dan menganalisis signifikansi Lembaga Ombudsman Swasta Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menegakkan bisnis beretika dan berkelanjutan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta; Kedua, untuk menganalisis sejauhmana prinsip-prinsip ekonomi kelembagaan Islam terakomodasi dalam proses penegakan bisnis beretika dan berkelanjutan yang dilakukan oleh LOS DIY. Penelitian ini dilakukan berdasarkan studi lapangan untuk memperoleh data primer dan studi kepustakaan untuk memperoleh data sekunder, dengan masingmasing teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Seluruh data kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: Pertama. Dalam implementasi visi dan misi LOS DIY, berdasarkan data penanganan laporan, LOS DIY mampu menangani laporan dan keluhan dari masyarakat terkait malpraktek bisnis dengan penyelesaian yang baik. Kunci dari keberhasilan ini terletak pada kewenangannya untuk membuat surat rekomendasi. Surat rekomendasi diterbitkan setelah laporan dari masyarakat diterima untuk kemudian dilakukan klarifikasi, investigasi dan penilaian. Rekomendasi ini merupakan kekuatan untuk mempengaruhi, meskipun tidak mengikat secara hukum dan hanya mengikat secara moral, namun pada faktanya lebih dari 50% rekomendasi tersebut direspon dengan baik oleh para terlapor. Sehingga ini menunjukkan bahwa keberadaan LOS DIY memiliki peran yang signifikan bagi penegakan bisnis beretika dan berkelanjutan di Propinsi Yogyakarta. Kedua. Pada prinsip nilai dasar, visi dan misi serta implementasi tata kerja yang ada di LOS DIY telah sesuai dengan prinsip ajaran Islam sebagai lembaga amar ma’ruf nahi munkar dalam bidang ekonomi dan bisnis sebagaimana lembaga hisbah yang ada pada masa Rasulullah. Meskipun LOS DY bukanlah lembaga keagamaan formal, tetapi prinsip dasar yang dipegangi oleh LOS DIY sangat terpengaruh oleh doktrin ajaran Islam. Karena memang secara kesejarahan, lembaga hisbah merupakan bapak spiritual dari ombudsman di dunia ini. Ini menunjukkan bahwa dalam perspektif ekonomi Islam, keberadaan LOS DIY memiliki peran signifikan dalam rangka menegakkan dan menyerukan kebaikan dan nilai-nilai etika serta melarang dan mencegah prilaku buruk dan tidak beretika.

The aim of this research: Firstly, to explore and analyze the significance of the PSO DIY to enforce ethical and sustainable business in Jogjakarta Province, and secondly, to analyze how far the principles of Islamic economic system were accommodated in the enforcement process of ethical and sustainable business by the PSO DIY. It based upon field research to earn primary data and literature research to earn secondary data, and used interview and literature study as data collecting technique. All of data was analyzed with qualitative method. The results are: the first. In the implementation of the vision and mission of PSO DIY, based on the data of report handling, PSO DIY is able to handle reports or grievances from people about malpractice of business with finishing well. The key of this success is its authority to make recommendation letters. Recommendation letter is published after a report from people receipted and PSO did clarification, investigation and valuation. This recommendation is a power of influence, despite it is not legally binding but it has morally binding. In the fact more than 50% recommendation letter from PSO DIY was responded by reported person. Thus, the existence of PSO DIY, especially in the autonomy context, has significant roles to enforce ethical and sustainable business in Jogjakarta Province. The second. In the basic principles, the vision and mission and its implementation of PSO DIY agree with principles of the Islamic doctrine that is as institution of amar ma’ruf nahi munkar in the economic and business fields in the same manner as the institution of hisbah at the time of Prophet Muhammad. Although PSO DIY is not a formal religious institution, but the basic principles that guided is very influenced with Islamic teaching values. Historically, the institution of hisbah is really the spiritual father of ombudsman. Thus, in the Islamic economics perspective, the existence of PSO DIY has significant roles in order to enforce and enjoin good and ethical values and to forbid wrongdoing and unethical conduct.

Kata Kunci : Bisnis beretika dan berkelanjutan,Ombudsman,Hisbah,Ekonomi Islam


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.