Laporkan Masalah

Pengaruh aktivitas masyarakat terhadap kualitas air sungai Kolasa Kecamatan Parigi Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara

KASIM, La, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc

2010 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis kualitas air Sungai Kolasa berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, dan 2) mengevaluasi pengaruh aktivitas masyarakat terhadap kualitas air Sungai Kolasa. Penelitian ini menggunakan metode survei, analisis data primer, dan analisis laboratorium dengan dua macam sampel yaitu sampel air dan sampel penduduk. Sampel air diambil secara purposive sampling dengan dasar tata guna lahan (land use)/sumber pencemar/percabangan sungai. Sampel penduduk diambil secara Simple Random Sampling. Data air meliputi Suhu, Bau dan Rasa, Warna, Kekeruhan, DHL, TSS, pH, BOD, COD, DO, (NO3 -), (PO4 -), (Ca2+), (HCO3 -), CaCO3 dan Bakteri Coliform. Data penduduk meliputi jumlah penduduk, jumlah penduduk yang bermukim di bantaran sungai dan aktivitas penduduk. Sampel air dianalisis di laboratorium dengan metode potensiometrik, grafimetrik dan spektrofotometrik, data yang diperoleh dibandingkan dengan baku mutu air Kelas I menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Sampel penduduk dianalisis secara deskriptif, data yang diperoleh digunakan untuk membandingkan kualitas air sebelum dengan setelah mendapat pengaruh dari aktivitas masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air pada Stasiun 1 termasuk dalam kategori air Kelas I sedangkan kualitas air pada Stasiun 2 sampai Stasiun 5 telah tercemar. Aktivitas masyarakat di Desa Laiba (Stasiun 1) tidak berpengaruh terhadap kualitas air, sedangkan aktivitas masyarakat di Kelurahan Wakumoro (Stasiun 2), di Kelurahan Kolasa (Stasiun 3), di Desa Parigi (Stasiun 4) dan di Kelurahan Wasolangka (Stasiun 5) mempunyai pengaruh terhadap penurunan kualitas air Sungai Kolasa. Aktivitas masyarakat yang berpengaruh terhadap penurunan kualitas air Sungai Kolasa adalah pembuangan limbah organik dan limbah anorganik yang berasal dari limbah rumah tangga dan limbah pertanian, sehingga perlu mengurangi pemakaian pupuk nitrogen dan fosfat buatan sambil memanfaatkan daur nitrogen dan fosfat dalam pertanian. Juga diperlukan pemakaian dosis, waktu dan cara pemakaian yang tepat dengan menggunakan sistem pertanian campuran (mixed farming). Air limbah dari kawasan pertanian tidak dialirkan ke badan sungai baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

The purposes of this study are 1) to analyze water quality in Kolasa River based on physics, chemistry and biology parameters, and 2) to evaluate the effects of community activities on water quality in Kolasa River. This study uses survey methods, analysis of primary data, and laboratory analysis with two kinds of samples such as the water and the population sample. Water samples taken by purposive sampling with the basic land use/pollutant source/ branching river. The sample population was taken in Simple Random Sampling. Data of water includes Temperature, Odor and Taste, Color, Turbidity, EC, TSS, pH, BOD, COD, DO, (NO3-), (PO4-), (Ca2+), (HCO3-), CaCO3 and Coliform Bacteria. Population data includes population, number of residents who live along the river and the activities of the people. Water samples were analyzed in the laboratory by potentiometric, spectrophotometric, and grafimetrik methods, the data obtained compared with the water quality standard Class I in accordance to Government Regulation No. 82 of 2001 on Management of Water Quality and Water Pollution Control. Population samples were analyzed by descriptive, the data obtained was used to compare water quality before and after receiving the influence of community activities. The results showed that water quality at Station 1 are included in the category of Class I water, while water quality at Station 2 to Station 5 has been contaminated. Community activities in the Village of Laiba (Station 1) has no effect on water quality, while the activity of society in the Village of Wakumoro (Station 2), in The Village of Kolasa (Station 3), in the Village of Parigi (Station 4) and in the Village of Wasolangka (Station 5) have impact on quality degradation of water Kolasa River. Community activities that affect on quality degradation of water Kolasa River are organic waste and inorganic waste from household waste and agricultural waste, so the need to reduce the consumption of nitrogenous and phosphate fertilizers made with use of nitrogen and phosphate cycle in agriculture. Also required the use of dose time and method of use of the right to use a system of mixed farming. Wastewater from agricultural areas are not channeled into the body of the river either directly or indirectly.

Kata Kunci : Aktivitas masyarakat,Kualitas air,Pencemaran, Community Activities, Water Quality, Pollution


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.