Aspek budaya dalam perilaku ekonomi masyarakat keturunan Arab :: Studi pada usaha penyuplaian bibit ikan Patin di kompleks Assegaf Palembang
MARYATI, Resi, Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A.,M.Phil
2010 | Tesis |Penelitian ini mengkaji tentang aspek budaya dalam perilaku ekonomi masyarakat keturunan Arab studi pada usaha penyuplaian bibit ikan patin di kompleks Assegaf Palembang. Tujuan yang ingin dicapai adalah: 1) apa saja aspek budaya dalam aktivitas penyuplaian bibit ikan patin di kompleks Assegaf, 2) bagaimana relasi sosial di kalangan para penyuplai bibit ikan patin, dan 3) bagaimana relasi sosial penyuplai bibit ikan patin dengan pembesak (pembesar) ikan patin. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di kompleks Assegaf (RT 21) kelurahan Tangga Takat kecamatan Plaju Kota Palembang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sumber data dikumpulkan dari para informannyang meliputi perangkat kompleks setempat dan terutama para penyuplai bibit ikan patin yang ada di kompleks tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya beberapa aspek budaya dalam aktivitas penyuplaian bibit ikan patin yaitu: a) ngambek dewek (ambil sendiri), b) mesen (memesan). Hasil penelitian lain dalam studi ini adalah dari jenis pekerjaannya, yaitu a) tukang ambek bibit (tukang ambil bibit), b) tukang enjuk makan (tukang beri pakan), c) tukang ngereseko bak (tukang bersih bak bibit), d) tukang anter (tukang antar bibit. Hasil lain yang terdapat dalam penelitian ini adalah sarana atau alat-alat yang digunakan dalam proses penyuplaian. Dari studi ini dapat diketahui bahwa relasi di antara kalangan penyuplai benih patin adalah senantiasa menjaga hubungan silaturrahmi antar sesama pelanggan meskipun tidak semua penyuplai berasal dari satu kerabat saja, melainkan ada penyuplai yang berasal dari Jawa. Studi ini juga menunjukkan bahwa para penyuplai yang ada di Assegaf tidak pernah melakukan promosi dalam bentuk apapun terkecuali nawakko (sistem promosi dari mulut ke mulut). Studi ini menunjukkan relasi adanya hubungan layaknya seperti keluarga sendiri di antara para penyuplai dan pembesar patin. Di samping itu juga, relasi yang terbangun antara keduanya menunjukkan komunikasi di antara mereka jika sedang berjauhan, dan saling mengundang jika di antara mereka ada hajatan. Hasil penelitian lainnya yang dapat dinyatakan adanya kontak sosial di antara kalangan penyuplai dan pelanggan yang memiliki makna ekonomi, sosial dan psikologis, yang senantiasa dibalut dengan dimensi sosial meski intinya adalah tetap hubungan ekonomi.
This study is to review about cultural aspect in economic behavior of Arabian community on study for patin fish egg at Assegaf settlement, Palembang city. The purposes that should be reached are ; 1) What kind of cultural aspect in activities of supplying patin fish egg at Assegaf settlement, 2) How the social relationship among the community of patin fish egg suppliers, and 2) How the social relationship of patin fish egg suppliers toward the pembesak (grower) of patin fish. The research method used in this study is qualitative research. This research was conducted at Assegaf settlement (RT 21), Tangga Takat sub-district, Plaju District of Palembang City. The data collection methods were conducted by observation, depth interview, and documentation. The data sources were collected from informants which involve local official of the settlements and mainly the patin fish egg suppliers from the settlement area. This study shows some existed cultural aspect in activity of supplying patin fish egg , that are : a) Ngambek dewek (self-service), b) mesen ( ordering). The other result of the study is the working types, those are a) Tukang ambek bibit (egg collector), b) Tukang enjuk makan (feeder officer), c) Tukang ngereseko bak (pond cleaning officer), d) Tukang anter (egg delivery officer). The remaining result of this study was the facilities or tools which were used in the supplying process. From this study, it can be determined that the relation among the patin fish egg supplier was always maintained that is, silaturrahmi relationship toward the customers even though they are not as whole , has family relationship, even more those who the suppliers are the Javanese. This study also revealing that the suppliers which existed at Assegaf has never conducting any such promotional activities except, for nawakko (oral promotional method from a customer to the others). This study also reveal the existed relationship as like family relationship among the suppliers and patin fish grower. Besides, if location is far away, and inviting each other in visiting any of their family activities such hajatan. It is also determined for other results, which can be implied, for existed social contact among the suppliers and the customers which has economic, social, and psychological meanings, always combined by social dimensions even the substance, is still to maintain economic relationship.
Kata Kunci : Aspek Budaya, Perilaku Ekonomi, Keturunan Arab, Bibit Ikan Patin, Cultural Aspect, Economic Behavior, Arabian race, Patin Fish Egg