Laporkan Masalah

Pengaruh pemahaman agama, motivasi mendapatkan profit dan tingkat pendidikan terhadap kesadaran sertifikasi halal bagi produsen makanan di Kabupaten Sleman dan Bantul

WALUYO, Prof. Dr. Muhammad, M.Ag

2010 | Tesis |

Kehalalan suatu produk akan menentramkan konsumennya, tidak saja kerena memenuhi kebutuhan aspek keimanan dan ketaqwaan, tetapi juga karena terjaga dari segi kwalitas dan heginisnya. Produk yang halal berarti layak dikonsumsi karena kandungannya aman bagi kesehatan dan bersih dalam pemrosesannya. Itulah sebabya produk-produk bersertifikasi halal sangat didambakan dan dicari oleh konsumen pada umumnya, baik muslim maupun non muslim. Selain keyataan diatas, pasar b agi produk yang bersertifikat halal bisa menjadi suatu peluang yang sangat menjanjikan bagi para produsen. Dewasa ini pemasaran produk halal dipasar global telah mencapai nilai lebih dari 600 mi liar dolar AS per tahun, dengan populasi pasar muslim di 112 negara mencapai 1,8 miliar orang pada tahun 2007. Sementara itu pemasaran produk halal di negara-negara Asia diperkirakan dalam sepuluh tahun kedepan akan menjadi dua kali lipat. Ini adalah karena penduduk Indonesia, China, Pakistan dan India tumbuh rata-rata sekitar tujuh persen, di mana ndonesia sendiri sebagai Negara muslim terbesar memiliki jumlah penduduk hamper 235 juta jiwa. Walaupun demikian masih banyak para produsen yang belum tertarik dengan realita tersebut dan masih enggan untuk mensertifikasi produknya dengan sertifikat halal. Penelitian ini dilakukan terhadap 50 responden dari kalan gan produsen makanan di Kabupaten Sleman dan Bantul. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Kesimpulan pada penelitian ini adalah diantara variabel -variabel independen (pemahaman agama, motivasi mendapatkan profit dan tingkat pendidikan), yang berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (motifasi bersertifikasi halal) adalah variabel pemahaman agama dan motivasi mendapatkan profit.

Permitted of a product will reassure its consumer, not only due to meet need for faith and piety aspects, but also secure its quality and hygiene. Halal product means that the product is legal to consume because its content is safe for health and clean in its processing. Therefore, halal -certified product is desired and looked for by consumer, either Muslim or non Muslim. Beside the fact, market for halal -certified product is a promising opportunity for producers. Today, halal product marketing in global market have reached more than US$ 600 billion per year, with population of Muslim market in 112 countries reach 1.8 billion persons in 2007. In addition, marketing of halal product in Asian countries in next ten years is expected to be double. It is due to population of Indonesia, China, Pakistan and India grew seven percent in average, where Indonesia as the biggest Moslem country has population of 235 million persons. However, there are still many producers that are not interested to the reality and still reluctant to certify their product with halal certificate. This research was conducted on 80 respondents of food producers in Sleman and Bantul regencies. It was quantitative research with descriptive analysis and multiple regression analysis. The conclusion was that amongst independent variables (religious understanding, profit motivation and education level), religious understanding and profit motivation influenced significantly dependent variable (motivation to get halal certificate).

Kata Kunci : Kesadaran bersertifikasi halal, Pemahaman agama, Motivasi mendapatkan profit dan tingkat pendidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.