Pengelolan pertunjukan musik pusat kebudayaan Belanda Erasmus Huis di Indonesia
UNTUNG, Rachel Mediana, Dr. G.R. Lono Lastoro S., M.A
2010 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni RupaTesis ini merupakan sebuah studi mengenai tata kelola lembaga yang berperan sebagai agen distribusi produk-produk kesenian. Studi terhadap agen distribusi ini dimaksudkan untuk melengkapi kajian-kajian yang sudah ada yang pada umumnya mengangkat persoalan pihak pelaku seni sebagai produsen, karya seni sebagai produk, atau apresiasi konsumen karya seni. Diharapkan melalui studi ini dapat diperoleh gambaran yang lebih utuh terhadap sistem produksi-distribusi-konsumsi. Penelitian ini dilakukan pada Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis yang bersekretariat di Jakarta sebagai agen distribusi seni musik. Erasmus Huis mengundang musisi Belanda untuk melakukan konser dan pendidikan musik di Indonesia. Sebagai sebuah kajian sosial budaya yang memperhatikan konteksnya, maka dilakukan penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data dilakukan dengan studi pustaka, studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Pihak-pihak yang diwawancarai meliputi pihak Erasmus Huis dan lembaga penerima yang berada di Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Kesimpulan yang dapat ditarik dari studi ini menunjukkan bahwa lembaga budaya yang sifatnya non profit bisa mengelola kegiatannya secara profesional. Penyelenggaraan kegiatan musik di luar kota Jakarta perlu dilakukan jejaring dengan lembaga budaya lainnya. Jejaring juga dilakukan dengan lembaga pendidikan baik yang non formal maupun yang setingkat perguruan tinggi. Setiap penyelenggaraan kegiatan musik dibutuhkan peran pihak lain yang menyediakan tempat pertunjukan, transportasi, konsumsi, media publikasi, tata suara, tata lampu, panggung, dan perlengkapan lainnya. Dalam melakukan kerja sama lembaga penerima diperlakukan sebagai lembaga yang memiliki nilai profesionalisme. Untuk itu lembaga penerima akan menunjukkan profesionalismenya dengan menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan kualitas artisitik yang baik dan mengelola administrasi secara transparan. Dari hal itu Erasmus Huis memerankan fungsinya sebagai agen distribusi kegiatan musik secara profesional.
This thesis covers a study about institutional governance in artistic product distribution. The study of distribution system is intended to provide complementary previous studies generally focusing on the analysis of art workers as producers, art works as products, and consumers’ appreciation to art works. It is expected that this study will provide comprehensive description about production-distribution-consumption system. The study was conducted in the Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis having its secretariat in Jakarta as the distributor of musical performance. Erasmus Huis invited Dutch musicians to have musical concert and education in Indonesia. In the context of cultural social analysis, this study employed qualitative method. Data was collected by literary review, documentation, observation, and interview. Among those interviews were Erasmus Huis and recipient institutions in Bandung, Yogyakarta, Semarang, and Surabaya. It can be concluded that non-profit cultural institutions can be performed professionally. Musical events performed outside Jakarta are possible by establishing networking with other institutions. Networking is also necessary to be established with non-formal and formal education, especially universities. Musical events always require the participation of other parties to provide place of performance, transportation, consumption, publication media, sound system, stage, and other supplies and equipments. Thus recipient institutions have to be professional as well. They have to perform the activities that meet the specified artistic standard through transparent administration. Erasmus Huis has performed professionally as the distributor of musical performance.
Kata Kunci : Manajemen seni pertunjukan, Jejaring, Kuratorial, Musik, Musisi, Distribusi, Produksi, Proyek, Organisasi seni