Komunitas gulma pada pertanaman gandaria (Bouea macrophylla.Griff) belum menghasilkan dan menghasilkan pada ketinggian tempat yang berbeda
TANASALE, Vilma Laurien, Prof. Dr. Ir. Prapto Yudono, M.Sc
2010 | Tesis | S2 AgronomiGandaria (Bouea macrophylla) merupakan tanaman buah, potensi biotik Maluku yang harus dilestarikan. Pada akhir-akhir ini tanaman ini banyak mengalami penurunan jumlah populasi, akibat kehadiran gulma yang secara langsung menghambat pertumbuhan tanaman terutama pada tanaman gandaria yang masih muda (bibit) dan tanaman gandaria yang belum menghasilkan buah. Pengenalan jenis-jenis gulma dominan merupakan langkah awal yang menentukan keberhasilan pengendalian gulma. Penelitian tentang studi komunitas gulma pada areal pertanaman gandaria di Desa Urimessing dan Desa Soya sejauh peneliti ketahui belum ada publikasinya. Oleh karena itu penelitian tentang jenis-jenis gulma sangat menentukan kebijakan tindakan pengendalian gulma di pertanaman gandaria perlu dilakukan. Penelitian tentang komposisi jenis gulma pada areal pertanaman gandaria, sehingga dapat menjadi data dasar penentuan cara pengendalian gulma secara tepat, pada areal pertanaman gandaria di Desa Urimessing, Kecamatan Nusaniwe dan Desa Soya Kecamatan Sirimau di pulau Ambon Penelitian ini dilaksanakan di daerah perbukitan Desa Urimessing Kecamatan Nusaniwe ketinggian 100 m dpl dan Desa Soya Kecamatan Sirimau ketinggian 500 m dpl. Pelaksanaan penelitian di lapangan berlangsung pada bulan Oktober 2009 sampai Desember 2009. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan nilai SDR yang diperoleh pada stadium tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM) pada ketinggian 100 m dpl dan 500 m dpl maka gulma tahunan memiliki nilai SDR lebih besar dari gulma semusim, sehingga disarankan pengendalian gulma di areal pertanaman dapat dilakukan dengan pengendalian secara mekanis dengan cara pembabatan periodik selang 2–3 minggu dan pengendalian secara kimiawi, menggunakan herbisida sistemik untuk mematikan gulma daun lebar tahunan yang diterapkan di areal pertanaman gandaria dan ketinggian tempat yang berbeda.
Gandaria (Bouea macrophylla), a fruit tree, was a Maluku potential biotic which had to be cultivatid. Recently, the population of this plant decreased as a result of weeds that impeded the growth of gandaria, especially the seeds and the young plant.. The identification of dominant weeds was the first step to the success of weeds control. As far as the writer knew, there was no publicized research related to weeds community in gandaria planting area yet. Therefore, a research on weeds composition in gandaria planting area was important as the base of an accurate weeds control in gandaria planting plant precisely in Urimessing Village, Nusaniwe Sub-district and Soya Village, Sirimau Sub-district, Ambon Island. This research was conducted in hilly area in Urimessing Village, Nusaniwe Sub-district which was 100 m AMSL and Soya Village, Sirimau Sub-district which was 500 m AMSL. It from on October 2009 to December 2009. The result of the research proved that based on SDR point obtained from young plant and production plant in 100 m and 500 m AMSL, the perennial broad leaves weeds had a bigger SDR point than the annual weeds. Consequently, the weeds control could be done mechanically by slashing it in 2-3 weeks and also chemically by using the systemic herbicide to suppress the perennial broad leaf weeds. These controlling systems could be applied in different gandaria planting area on different levels of altitude.
Kata Kunci : Analisis vegetasi gulma,Gulma dominan,Saran pengendalian