Pengaruh tinggi air dan takaran bekatul terhadap pertumbuhan gulma dan hasil padi (Oryza sativa L)
SUDEWI, Sri, Prof. Dr. Ir. Tohari, M.Sc
2010 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bekatul padi terhadap pertumbuhan dan komposisi jenis gulma pada tanaman padi, mempelajari pengaruh bekatul padi terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil padi, serta mempelajari pengaruh tinggi genangan air selama aplikasi dan takaran bekatul yang tepat pada pertanaman padi. Lokasi penelitian di Srihardono, Bantul Yogyakarta, yang dilaksanakan mulai bulan Mei sampai September 2009. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terpisah (split plot design) dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama tinggi genangan air selama aplikasi sebagai petak utama yang terdiri atas tiga aras yaitu : 0 cm (macak-macak), 2 cm dan setengah takaran pada kondisi 0 cm, setengah takaran sisanya pada kondisi 2 cm. Faktor kedua yaitu takaran bekatul ditempatkan pada anak petak yang terdiri dari empat takaran yaitu 100, 400, 700 dan 1000 kg ha-1. Adapun kontrol terdiri dari 2 aras yaitu tanaman dengan pengendalian gulma manual dan tanaman tanpa pengendalian gulma. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varians dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bekatul takaran 400 kg ha-1 sampai 1000 kg ha-1 berpotensi sebagai herbisida nabati dalam mengendalikan dan menekan pertumbuhan gulma sebesar 27,16% sampai 48,67%, sedangkan jumlah jenis gulma menurun, dari 15 jenis sebelum pengolahan tanah menjadi 7 jenis pada saat pengamatan umur 21 dan 42 HST. Hasil gabah per hektar pada perlakuan tinggi genangan air 0 cm selama aplikasi setara dengan perlakuan tinggi genangan air 2 cm, sedangkan perlakuan tinggi genangan air 0 dan 2 cm secara bergantian selama aplikasi dapat menurunkan hasil gabah per hektar tanaman padi. Aplikasi bekatul takaran 1000 kg ha-1 dapat meningkatkan hasil gabah taksiran per hektar sebesar 4,99 ton ha-1, yang setara dengan takaran 400 kg ha-1 dan 700 kg ha-1 sebesar 4,41 dan 4,26 ton ha-1 sehingga pemberian bekatul takaran 400 sampai 700 kg ha-1 lebih efisien dalam meningkatkan hasil gabah per hektarnya. Tekstur tanah sebelum penelitian dan sesudah panen, dengan aplikasi bekatul tidak menunjukkan adanya perubahan, tetapi pH tanah justru meningkat dari masam menjadi netral.
The purposes of this research are to find out the effect of bran to growth and types composition of weeds at rice field, to investigate the effect of bran on the improvement of rice growth and yield, and to investigate the effect of flood level during application and appropriate bran dosage on rice plant. This research was conducted at Srihardono, Bantul, Yogyakarta, from May to September 2009. The experiment was conducted using split plot design with three blocks as replication. First factor is flood level during application as main plot which consists of three levels, namely, 0 cm (saturated), 2 cm and half dosage at 0 cm, and the rest of the dosage at 2 cm condition. Second factor is bran dosages applied to sub plots which consisted of four dosages namely 100, 400, 700, and 1000 kg ha-1. The control which consists of 2 levels, namely, plants with manually weeding and plants without weeding. Obtained data was analyzed with variance analysis and if significantly different then continued with DMRT test at 5% level. The results show that bran application with dosage of 400 kg ha-1 to 1000 kg ha-1 has a potential as natural herbicide to control and suppress the weed of 27.16% to 48.67%, whereas, the number of weed types is decreased, from 15 at day before tillage to 7 at 21 and 42 days after planting. Grain yields per ha at 0 cm flood level during application treatment equal to 2 cm flood level treatment, whereas, 0 and 2 cm flood level treatment alternately during application could decrease grain yield rice per ha. The application of bran dosage of 1000 kg ha-1 could increase estimated grain yield per ha as much as 4.99 ton ha-1, which equal to dosage of 400 kg ha-1 and 700 kg ha-1 of 4.41 an 4.26 ton ha-1, thus, the application of 400 and 700 kg ha-1 are more efficient to increase grain yields per ha. Soil texture before research and after harvest, with bran application do not show any changes, but soil pH was increased from acidic to neutral.
Kata Kunci : Padi,Bekatul,Tinggi genangan air,Takaran,Gulma,Pertumbuhan,Hasil