Analisis sistem usahatani integrasi tanaman-ternak pada sawah irigasi di kabupaten Bantul
AHMADI, Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc
2010 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui kontribusi masing-masing usahatani terhadap total pendapatan sistem usahatani integrasi tanaman-ternak, (2) mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi produksi sistem usahatani tanaman-ternak, (3) mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi pendapatan sistem usahatani tanaman-ternak serta (4) mengetahui berapa alokasi sumberdaya sistem usahatani integrasi tanaman-ternak pada sawah irigasi di Kabupaten Bantul. Penelitian dilakukan di Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro dan Desa Patalan Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul pada musim tanam 2008/2009. Responden ditentukan secara sengaja (purposive sampling), sebanyak 36 petani mengusahakan tanamanternak. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan metode kuadrat terkecil (OLS) dan model Linier Programming (LP) dengan bantuan program BLBX 88. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) usahatani ternak sapi potong dapat memberikan kontribusi terhadap total pendapat petani sebesar 69 % (Rp 7.497.433,00), sedangkan dari usahatani tanaman hanya mampu memberikan kontribusi sebesar 31 % (Rp. 3.379.635,60) dari total pendapatan sistem usahatani tanaman-ternak sebesar Rp 10.877.068,60 (2) produksi sistem usahatani integrasi tanaman-ternak dipengaruhi oleh luas lahan, jumlah Urea, SP-36, KCl, jumlah induk ternak, pakan hijauan, konsentrat, obat-obatan, inseminase buatan (IB), dan persentase induk bunting, (3) pendapatan sistem usahatani integrasi tanaman-ternak dipengaruhi oleh luas lahan, harga benih, KCl, induk ternak, obatobatan, inseminase buatan (IB) dan, (4) alokasi sumberdaya lahan, jumlah ternak, pakan hijauan, konsentrat, dan modal memiliki nilai slack or surplus sama dengan nol. Sementara sumberdaya tenaga kerja dalam keluarga serta pupuk organik yang dimiliki petani surplus positif. Hal ini berarti bahwa pendapatan petani masih dapat ditingkatkan melalui optimalisasi penggunaan sumberdaya tenaga kerja dalam keluarga untuk meningkatkan jumlah kepemilikan ternak serta penggunaan pupuk organik sebagai input tanaman. Namun demikian untuk meningkatkan jumlah ternak diperlukan modal untuk membeli ternak serta konsentrat yang cukup sepanjang tahun. Hasil analisis linier programming juga dapat digunakan lebih lanjut untuk pengembangan peternakan dalam sistem usahatani terintegrasi.
The objectives of this study are : (1) to know the contribution of each farming total income to crops-livestock integration farming system, (2) to know some factors that influencing the production of crops-livestock integration farming system, (3) to know some factors that influencing the farmers income from integration crops-livestock farming system, (4) to knows some resources allocation on crops-livestock integration farming system in the rice field irrigation, Bantul regency. The study was conducted in Sumbermulyo village, Bambanglipuro district and Patalan village, Jetis district-Bantul regency during planting season 2009/2010. Respondents were taken by using purposive sampling method, namely 36 farmers that take care their crops-livestock. The primary data were collected by survey method through direct interview. Data were analyzed wewr by using double linier regression with Least Square Method and Linier Programming using BLBX 88 program. The results study show that (1) Livestock production contributes to total farmer's income amount to 69 % (Rp.7.497.433 ), while crops production only contributes amount to 31 % to total farmer's income (Rp. 3.379.635), and farming system using integrated cropslivestock farming system periode Rp.10.877.068 to farmer's income (2) Production of integration crops-livestock farming system is influenced by size of farmer's land, the amount of Urea, SP-36, KCl, mother mains, livestock, feed, medicine, artificial insemination (IB), and pregnancy persentage of mother mains, (3) The increase of farmer's income from integrated crops-livestock production to influenced by size of farmer's land, the price of seed, usage of KCl fertilizer, mother mains, drugs, artificial insemination (IB) and, (4) allocation resources of farm, the amount of livestock, drugs, feed of forage, concentrate and financial capital has slack value or surplus equal to zero. While man power resources in the farmer family and usage of organic fertilizer have positive surplus. This means that farmer's income can be increased by optimum farmer's man power utilization in order to increase the amount of farmer's livestock ownership and using organic fertilizer as rice field input production. However to increase the amount of livestock ownership, needes more support of financial capital and variability of consentrate along the year. The result of linier programming also can be used to expand livestock breeding on integrated farming system
Kata Kunci : Irigasi,Pola tanam,Kontribusi,Alokasi sumberdaya