Laporkan Masalah

Dampak kenaikan harga BBM terhadap konsumsi beras dan ketahanan pangan rumah tangga petani padi di Jawa Tengah

MATURBONGS, Laurentius Herkulen, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, SP, M.Ec

2010 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM terhadap konsumsi beras rumah tangga petani padi di Klaten dan Banyumas, pola konsumsi rumah tangga petani padi berdasarkan Pola Pangan Harapan (PPH) dan apakah terdapat perbedaan secara nyata pola konsumsi rumah tangga petani di Klaten dan Banyumas dan mengetahui dampak kenaikan harga BBM terhadap status ketahanan pangan rumah tangga petani padi sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM di Klaten dan Banyumas. Sumber data adalah hasil survei penelitian Kerjasama Kemitraan Penelitian Pertanian dengan Perguruan Tinggi (KKP3T) kerja sama Badan Litbang Departemen Pertanian dengan Universitas Gadjah Mada. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan 60 petani. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan model Ordinary Least Square (OLS), menghitung skor Pola Pangan Harapan (PPH) dan klasifikasi silang konsumsi energi dan pangsa pengeluaran pangan (metode Jonsson and Toole). Hasil penelitian menunjukan konsumsi beras rumah tangga petani sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM mengalami penurunan. Faktor–faktor yang signifikan mempengaruhi konsumsi beras rumah tangga petani padi di Klaten dan Banyumas adalah harga beras, harga telur, harga tempe, pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan kepala keluarga dan dummy periode kebijakan penyesuaian BBM. Hasil analisis PPH di Klaten terjadi penurunan skor PPH. PPH Banyumas terjadi penurunan skor PPH. Hasil analisis PPH gabungan Klaten dan Banyumas terjadi penurunan skor PPH. Klaten menunjukan status rumah tangga tahan pangan mengalami penurunan, rentan pangan mengalami kenaikan dan tidak ada perubahan pada status kurang pangan. Banyumas menunjukan rumah tangga tahan pangan mengalami penurunan, rentan pangan mengalami kenaikan dan kurang pangan mengalami kenaikan. Analisis gabungan Klaten dan Banyumas menunjukan rumah tangga tahan pangan mengalami penurunan, rentan pangan mengalami kenaikan dan kurang pangan mengalami kenaikan. Terdapat perbedaan rerata antara sebelum dan setelah kenaikan harga BBM dan perbedaan ini nyata

This research aim to know impact before and after increase of the price of fuel to consumption of paddy farmer household rice in Klaten and Banyumas, consumption pattern of paddy farmer household based on Desirable Dietary Pattern and whether there is difference manifestly consumption pattern of farmer household in Klaten and Banyumas and knows impact increase of the price of fuel to security status of paddy farmer household food before and after increase of the price of fuel in Klaten and Banyumas. Data source is result of research survey of cooperation of agricultural research partnership with college, cooperation of institution research of agriculture departement with Gadjah Mada University. Primary data is obtained by through interview with 60 farmers. Method applied is doubled linear regression analysis with model Ordinary Least Square (OLS), calculates score Desirable Dietary Pattern and classification of consumption cross of energy and compartment of expenditure of food ( method Jonsson and Toole). Result of research of show consumption of farmer household rice before and after increase of the price of fuel experiences downdraft. factors signifikan influences consumption of paddy farmer household rice in Klaten and Banyumas is the price of rice, the price of egg, the price of tempe, household earnings, number of member of families, level of education of family head and dummy increase policy time line of fuel. Result of analysis Desirable Dietary Pattern in Klaten happened downdraft of score Desirable Dietary Pattern. Desirable Dietary Pattern Banyumas happened downdraft of score Desirable Dietary Pattern. Result of analysis Desirable Dietary Pattern pool Klaten and Banyumas happened downdraft of score Desirable Dietary Pattern. Klaten menunjukan resistant household status of food experiences downdraft, susceptible of food experiences increase and there is no alteration at status is less food. Banyumas menunjukan resistant household of food experiences downdraft, susceptible of food experiences increase and less foodly experiences increase. Pool analysis Klaten and Banyumas show resistant household of food experiences downdraft, susceptible of food experiences increase and less foodly experiences increase. There is difference of average between before and after increase of the price of fuel and this difference reality.

Kata Kunci : Konsumsi,Pola pangan harapan (PPH),Ketahanan pangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.