Ketahanan pangan dan kesejahteraan rumahtangga tani di Kabupaten Sleman, Bantul dan Kulonprogo
IRAWAN, Norbertus Citra, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc
2010 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui tingkat ketahanan pangan rumahtangga tani di Kabupaten Sleman, Bantul dan Kulonprogo, 2) Mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat ketahanan pangan rumahtangga tani di Kabupaten Sleman, Bantul dan Kulonprogo, 3) Mengetahui tingkat kesejahteraan rumahtangga tani di Kabupaten Sleman, Bantul dan Kulonprogo, 4) Mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan rumahtangga tani di Kabupaten Sleman, Bantul dan Kulonprogo dan 5) Mengetahui banyaknya pola tingkat ketahanan pangan dan kesejahteraan rumahtangga tani di Kabupaten Sleman, Bantul dan Kulonprogo. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sleman, Bantul dan Kulonprogo, dengan jumlah sampel 180 responden dengan status petani : petani pemilik penggarap, petani penyewa, petani penyakap, dan buruh tani. Tingkat ketahanan pangan rumahtangga tani diperoleh melalui 2 metode dan menghasilkan 2 indikator. Metode I merupakan klasifikasi silang antara pangsa pengeluaran pangan dan persentase kecukupan konsumsi energi. Metode II merupakan klasifikasi silang antara nilai tukar pendapatan rumahtangga tani (NTPRT) dan persentase kecukupan konsumsi energi. Tingkat kesejahteraan rumahtangga tani diperoleh melalui klasifikasi silang nilai tukar pendapatan rumahtangga tani (NTPRT) dan pangsa pengeluaran pangan. Model yang digunakan adalah model ketahanan pangan dan kesejahteraan rumahtangga (household food security and welfare models). Metode analisis data yang digunakan dalam menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat ketahanan pangan dan kesejahteraan rumahtangga tani adalah Multinomial Logistic Regression Models (MNL). Banyaknya pola tingkat ketahanan pangan dan kesejahteraan rumahtangga tani diperoleh melalui penyusunan urutan tingkat ketahanan pangan dan kesejahteraan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : 1) Tingkat ketahanan pangan berdasarkan metode ketahanan pangan I diperoleh hasil urutan jumlah rumahtangga adalah sebagai berikut rumahtangga tahan pangan (55 persen), rentan pangan (22,78 persen), kurang pangan (17,22 persen) dan rawan pangan (5 persen). 2) Faktorfaktor yang mempengaruhi peluang tingkat ketahanan pangan metode I adalah sebagai berikut : Peluang secara keseluruhan adalah jumlah anggota rumahtangga, jumlah pendapatan rumahtangga tani, harga gas dan perbedaan antar daerah. Peluang rawan pangan adalah jumlah anggota keluarga, harga beras, gas dan urea. Peluang kurang pangan adalah jumlah anggota rumahtangga dan perbedaan antar daerah. Peluang tahan pangan adalah pendapatan rumahtangga, upah tenaga kerja luar keluarga dan perbedaan antar daerah. 3) Tingkat ketahanan pangan berdasarkan metode II diperoleh hasil urutan jumlah rumahtangga sebagai berikut tahan pangan stabil (37,78 persen), tahan pangan kurang stabil (28,33 persen), kurang pangan stabil (10,56 persen), kurang pangan kurang stabil (10 persen), rentan pangan (7,78 persen), tahan pangan tidak stabil (2,78 persen), rawan pangan (2,78 persen) dan tidak ada rumahtangga yang berkategori kurang pangan tidak stabil. 4) Faktorfaktor yang mempengaruhi peluang tingkat ketahanan pangan berdasarkan metode II sebagai berikut : Peluang secara keseluruhan adalah jumlah anggota rumahtangga, jumlah pendapatan rumahtangga tani, harga gas dan perbedaan antar daerah. Peluang rawan pangan adalah pendapatan rumahtangga. Peluang kurang pangan kurang stabil adalah perbedaan antar daerah. Peluang kurang pangan tinggi simpanan adalah jumlah anggota rumahtangga dan pendapatan rumahtangga. Peluang rentan pangan adalah jumlah anggota rumahtangga, harga mie kering/instan, harga minyak goreng, harga gas, dan perbedaan antar daerah. Peluang tahan pangan tidak stabil adalah usia responden dan harga gas. Peluang tahan pangan stabil adalah tingkat pendidikan petani responden, jumlah anggota keluarga, pendapatan rumahtangga dan perbedaan daerah. 5) Tingkat kesejahteraan rumahtangga tani diperoleh hasil urutan jumlah rumahtangga sebagai berikut sejahtera 3 (40 persen), kurang sejahtera 1 (22,78 persen), sejahtera 2 (22,22 persen), sejahtera 1 (11,11 persen), tidak sejahtera (3,89 persen) dan tidak ada rumahtangga tani yang berada pada kategori kurang sejahtera 2. 6) Faktorfaktor yang mempengaruhi peluang tingkat kesejahteraan rumahtangga tani adalah sebagai berikut : Peluang tingkat kesejahteraan rumahtangga tani secara keseluruhan adalah usia responden, jumlah anggota keluarga, rasio antara jumlah anggota keluarga non produktif dan jumlah anggota keluarga total, rasio antara jumlah anggota keluarga yang bekerja dan jumlah anggota keluarga total, jumlah pendapatan total rumahtangga tani, frekuensi rekreasi, frekuensi keikutsertaan anggota keluarga dalam kegiatan masyarakat dan perbedaan daerah. Peluang tidak sejahtera adalah pendapatan rumahtangga, frekuensi rekreasi, frekuensi keikutsertaan anggota keluarga dalam kegiatan masyarakat dan perbedaan daerah. Peluang kurang sejahtera 1 adalah usia responden, tingkat pendidikan responden, pendapatan rumahtangga, dan perbedaan daerah. Peluang sejahtera 2 adalah tingkat pendidikan responden, pendapatan rumahtangga, frekuensi rekreasi dan perbedaan daerah. Peluang sejahtera 3 adalah jumlah anggota rumahtangga dan perbedaan daerah. 7) Terdapat 16 pola keterkaitan antara tingkat ketahanan pangan dengan tingkat kesejahteraan rumahtangga tani dan dikelompokkan dalam dua pola besar yaitu pola kelompok tahan pangan (55 persen) dan kelompok non tahan pangan (45 persen)
This research aims are : 1) To know farmer household food security level, 2) To know influencing factors of household food security level, 3) To know farmer household welfare level, 4) To know influencing factors of household welfare level, and 5) To know the many patterns food security and welfare level Sleman, Bantul and Kulonprogo regency. This research done in Sleman, Bantul and Kulonprogo regency, with 180 respondents and the farmer status are : owner and produce farmer, tenant farmer, sharing farmer and worker. Farmer household food security level is obtained through 2 method and resulting 2 indicators. Method I is crossed classification between food share expenditure and sufficiency percentage of energy consumption. Method II is crossed classification between farmer household income conversion value (NTPRT) and sufficiency percentage of energy consumption. Farmer household welfare level obtained through crossed classification between farmer household income conversion value (NTPRT) and food share expenditure. Model who applied is household food security and welfare models. Data analytical method applied in analysing influencing factors of farmer household food security and welfare level is Multinomial Logistic Regression Models (MNL). The many patterns food security and welfare level is obtained through sequence compilation of it. This research conclusions are : 1) Food security level based on food security method I, provide household percentage sequence with various household food security level as follows : secure level (55 percent), vulnerable level (22,78 percent), questionable level (17,22 percent) and insecure level (5 percent). 2) Factors influencing food security level probability based on food security method I as follows : Overall probability are number of family, farmer household income, gas price, and regency difference. Insecure probability are number of family, rice price, gas and urea. Questionable probability are number of family and regency difference. Secure probability are farmer household income, worker wage and regency difference. 3) Food security level based on food security method I, provide household percentage sequence with various household food security level as follows : food secure stable (37,78 percent), food secure less stable (28,33 percent), questionable instable (10,56 percent), questionable less stable (10 percent), vulerable (7,78 percent), food secure instable (2,78 percent), insecure (2,78 percent) and there is no household is categorizing as questionable insecure. 4) Factors influencing food security level probability based on method II as follows : Overall probability are number of family, farmer household income, gas price and regency difference. Insecure probability is farmer household income.Questionable less stable probability is regency difference. Questionable stable probability are number of family and farmer household income. Vulnerable probability are number of family, mie price, cooking oil price, gas price and regency difference. Food secure instable probability are respondent age and gas price. Food secure stable are respondent education, number of family, farmer household income and regency difference. 5) Farmer household welfare level is obtained result sequence as follows : welfare 3 (40 percent), less welfare 1 (22,78 percent), welfare 2 (22,22 percent), welfare 1 (11,11 percent), not welfare (3,89 percent) and there is no farmer household in at less welfare 2 category. 6) Factors influencing farmer household welfare level probability is as follows : Overall probability are respondent age, number of family, ratio between number of non productive family and total number of family, ratio between number of working family and total number of family, farmer household total income, recreation frequency, frequency of family member taking part in social activity and regency difference. Not welfare probability are farmer household total income, recreation frequency, frequency of family member taking part in social activity and regency difference. Less welfare 1 probability are respondent age, respondent education level, farmer household total income and regency difference. Welfare 2 probability are respondent education level, farmer household total income, recreation frequency and regency difference. Welfare 3 opprotunity are number of family and regency difference. 7) There are 16 relevance patterns between food security and welfare level and classified in 2 big patterns that is pattern of food secure group (55 percent) and food insecure group (45 percent).
Kata Kunci : Kesejahteraan,Ketahanan pangan,Rumahtangga,Tani