Laporkan Masalah

Kualitas tidur, status gizi dan kelelaahn kerja pada pekerja wanita industri tekstil :: Kajian shiff kerja pada pekerja wanita status menikah di bagian tenun PT. Kusuma Sandang Mekarjaya

TRISNAWATI, Elly, Dr. dr. Lientje Setyawati Maurits, MS.,SpOk

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Pekerja wanita status menikah yang harus bekerja shift, akan mendapat beban tambahan berupa kelelahan fisik dan mental yang diakibatkan oleh karena terganggunya kebutuhan tidur. Wanita juga memiliki kecenderungan mudah mengalami kelelahan dan perubahan mood, yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi pola makan sehari-harinya, sehingga dapat berpengaruh pada status gizi pekerja wanita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kualitas tidur dan status gizi dengan kelelahan kerja. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya Yogyakarta. Subyek penelitian sebanyak 123 pekerja wanita status menikah, diambil dengan cara proporsional random sampling. Variabel bebas adalah kualitas tidur dan status gizi, sedangkan variabel terikat adalah kelelahan kerja melalui pengukuran Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2) dan waktu reaksi. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson, uji beda one way anova dan uji regresi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja. Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kelelahan kerja. Terdapat perbedaan tingkat kelelahan kerja diantara ketiga shift kerja dengan pengukuran waktu reaksi. Melalui uji regresi linier (analisis multivariat), diperoleh hasil bahwa kualitas tidur merupakan faktor yang paling berperan dalam menentukan kelelahan kerja pekerja wanita status menikah dibandingkan factor status gizi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja, terdapat hubungan antara status gizi dengan kelelahan kerja. Terdapat perbedaan tingkat kelelahan kerja diantara ketiga shift kerja. Faktor kualitas tidur merupakan faktor yang paling berperan dalam menentukan terjadinya kelelahan kerja.

burdens such as physical and mental fatigue caused by the the imbalanced sleeping need. Women also tend to suffer from fatigue and mood changing which lead into their daily food intake that eventually may affect nutrition status. This research is aimed to know sleep quality and nutrition status with fatigue. The research is an analytical observational research using cross sectional design. The research took place in PT. Kusuma Sandang Mekarjaya Yogyakarta. The subjects involve 123 married working women taken through proportional random sampling. The independent variables are sleep quality and nutrition status, while the dependent variable is fatigue measured through Indonesian Fatigue Instrument (Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja/KAUPK2) and reaction timer. The analysis used Pearson correlation test, one-way anova, and linear regression test. The result shows that there is a significant connection between sleep quality and fatigue. There is significant connection between nutrition status and fatigue. Observing the degree of fatigue among the shift time personal, it is drawn that there is difference of fatique among the three shifts through the reaction timer measure. Through linear regression test, it can be drawn that sleep quality is the most important factor in determining fatigue at married women workers.It can be concluded that there is connection between sleep quality with fatigue, there is connection between nutrition status with fatigue. There is difference of fatique among the three shifts. Sleep quality is the most important factor in determining the fatigue.

Kata Kunci : Kualitas tidur,Status gizi,Kelelahan kerja,Pekerja wanita,Status menikah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.