Hubungan sanitasi lingkungan terhadap kejadian diare akut pada balita di Kecamatan Cepogo dan Mojosongo Kabupaten Boyolali
NUFARA, Ellia, Prof. dr. M. Jufrie, SpAK, PhD
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO), angka morbiditas diare pada balita di seluruh dunia mencapai 2,8 milyar kasus dengan angka mortalitas sebesar 2,4 juta kasus setiap tahun. Di Indonesia, jumlah balita yang meninggal dunia karena penyakit diare sebanyak 162.000 balita (13,2%) setiap tahunnya. Di wilayah Kecamatan Cepogo dan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, angka morbiditas diare balita sampai tahun 2007 masih sangat tinggi, yaitu 40,8% di Kecamatan Cepogo dan 25,9% di Kecamatan Mojosongo. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan terhadap kejadian diare akut pada balita di Kecamatan Cepogo dan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah observasional dengan menggunakan rancangan case- control study. Jumlah sampel 96 kasus diare akut usia balita yang datang berobat ke puskesmas dan 96 kontrol yang diambil di puskesmas yang sama dan disetarakan terhadap variabel umur, jenis kelamin dan status gizi. Pengambilan sampel secara non probability sampling (consecutive sampling). Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan April tahun 2009. Pengolahan data secara deskriptif, analisis bivariat dan multivariat. Hasil Penelitian: Dari 5 variabel yang diteliti yaitu kepemilikan sarana air bersih (SAB), kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga, kepemilikan tempat pembuangan sampah, kepemilikan sarana pembuangan air limbah (SPAL) dan terdapat peternanakan sapi di lokasi tempat tinggal terdapat 2 variabel yang berhubungan dengan kejadian diare akut pada balita di Kecamatan Cepogo dan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Variabel-variabel tersebut adalah kepemilikan SPAL dengan OR = 6,73 (95% CI; 3,21-14,12) dan nilai p = 0,000, terdapat petenakan sapi di lokasi tempat tinggal dengan OR = 8,76 (95% CI; 3,88-19,76) dan nilai p = 0,000. Nilai overall percentage sebesar 85,4. Kesimpulan: Tidak memiliki SPAL, terdapat peternakan sapi di lokasi tempat tinggal mempunyai hubungan dengan kejadian diare akut pada balita di Kecamatan Cepogo dan Mojosongo, Kabupaten Boyolali
Background: According to World Health Organization (WHO) morbidity rate of diarrhea in underfives all over the world reaches 2.8 billion cases and mortality rate 2.4 million cases annually. In Indonesia as many as 162,000 underfives (13.2%) die from diarrhea annually. At Subdistrict of Cepogo and Mojosongo, District of Boyolali morbidity rate of diarrhea in underfives in 2007 was still relatively very high i.e. 40.8% at Subdistrict of Cepogo and 25.9% at Subdistrict of Mojosongo. Objective: To identify association between environmental sanitation and the prevalence of acute diarrhea in underfives at Subdistrict of Cepogo and Mojosongo, District of Boyolali. Method: The study was observational with case-control study design. Samples consisted of 96 cases of acute diarrhea in underfives seeking for medication at health centers and 96 control taken from the same health centers equalized in age, gender and nutrition status. Sampling used non probability sampling (consecutive sampling) technique. Data were obtained from February to April 2009, processed descriptively and analyzed using bivariate and multivariate technique. Result: Out of 5 variables on possession of clean water facility, family toilet, waste disposal, water sewage and cow stalls around the housing, there were 2 variables associated with the prevalence of acute diarrhea in underfives at Subdistrict of Cepogo and Mojosongo, District of Boyolali, i.e. dispossession of water sewage with OR=6.73 (95% CI=3.21-14.12) and p=0.000 and availability cow stalls around the housing with OR=8.76 (95% CI=3.88-19.76) and p=0.000. Score of overall percentage was 85.4. Conclusion: Dispossession of water sewage and availability of cow stalls around the housing were associated with the prevalence of acute diarrhea in underfives at Subdistrict of Cepogo and Mojosongo, District of Boyolali.
Kata Kunci : Sanitasi lingkungan,Diare akut,Balita,Case,control study, environmental sanitation, acute diarrhea, underfives, casecontrol study