Motivasi bidan sebagai petugas kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit malaria di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh
ISYADIN, Dra. Atik Triratnawati, MA
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatarbelakang: Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Setiap tahun lebih dari 500 juta penduduk dunia terinfeksi malaria dan lebih dari 1.000.000 orang meninggal dunia. Beban terbesar penyakit malaria akan berdampak pada ibu hamil dan anak-anak. Presiden RI pada peringatan Hari Malaria Sedunia tanggal 25 April 2008 menyatakan pentingnya upaya untuk terus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap malaria. Kabupaten Simeulue merupakan wilayah yang masuk dalam kategori wilayah endemis malaria. Tujuan Penelitian: Untuk mengkaji motivasi bidan sebagai petugas dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit malaria di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Subjek utama penelitian adalah bidan sebagai penanggung jawab program malaria di desa. Subjek ditetapkan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil: Bidan mengatakan bahwa program malaria merupakan suatu hal penting karena bidan menganggap Simeulue merupakan daerah endemis malaria. Malaria adalah suatu penyakit yang sangat berbahaya, artinya dapat menimbulkan orang sakit, meninggal dunia dan pada bayi bisa lahir atau menimbulkan BBLR. Hal lain yang disampaikan adalah mereka tertarik terhadap program yang diberikan karena bidan merasa mengikuti atau menjalankan program selama ini. Bidan tertarik untuk melaksanakan tugas karena ada kebanggaan dan kepuasan untuk melayani masyarakat dengan hasil masyarakat yang sakit bisa sembuh dan tidak terkena penyakit malaria. Hal ini akan menimbulkan semangat kerja baru karena membuat masyarakat lebih sehat. Kesimpulan: Tugas dan fungsi bidan dipahami hanya sebagai pelayanan kesehatan ibu dan anak, baik penanganan persalinan maupun posyandu, sedangkan terhadap program lainnya hanya tugas tambahan yang wajib dikerjakan namun tidak terlalu di hawatirkan. Reward dipahami bidan desa tidak selalu dalam wujud uang/insentif, namun yang terpenting adalah penghargaan terhadap tugas yang dilaksanakan. Reward dalam bentuk uang (finansial) maupun non finansial dinilai sebagai rangsangan untuk meningkatkan motivasi.
Background: Malaria is one of infectious diseases remains a public health problem in the world, including Indonesia. Every year more than 500 million people worldwide infected with malaria and more than one million people died. Greatest burden of malaria disease will have an impact on pregnant women and children. President of Indonesia in commemoration of World Malaria Day April 25, 2008, expressed the importance of efforts to increase awareness and vigilance against malaria. Simeulue Regency is the area included in the category of malaria endemic areas. Objective: To examine how the motivation of the midwife as an officer in the prevention and eradication of malaria in the Eastern District of Simeulue Regency Simeulue. Methods: This study used qualitative methods with case study design. Research conducted in the Eastern District of Simeulue Regency Simeulue. The main subject of research is the midwife as the responsible course of malaria in the village. Subjects determined by purposive sampling. Data collected by in-depth interviews and document review. Data were analyzed using qualitative analysis. Results: Midwives say the program that malaria is an important thing because the midwife thought Simeulue is a malaria endemic area. Malaria is a dangerous disease, meaning that it may cause the sick, died and the baby could be born or to cause low birth weight. Another thing is also submitted that they are interested in programs that provided by midwives felt there was follow or run the program so far. Midwives are interested to undertake the task because there is pride and satisfaction for the results of which serve the community with sick people can be cured and not exposed to malaria, this will cause the spirit of the new work because it makes people healthier. Conclusion: The duties and functions of midwives understood only as a mother and child health service delivery and better handling of neighborhood health center, while on other programs that required only an additional task was done but not too much in fear. Reward village midwives are not always understood in the form of money / incentives, but the most important is an appreciation of the task undertaken. Reward in the form of money (financial) and non-financially assessed as a stimulus to increase motivation.
Kata Kunci : Motivasi,Bidan,Malaria