Pengaruh obesitas terhadap umur terjadinya maturasi seksual sekunder pada anak laki-laki di Yogyakarta
FEMINA, Modella Rahmani, dr. Madarina Julia, MPH.,PhD,SpA(K)
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar belakang: Prevalensi obesitas pada anak meningkat. Obesitas dapat mempercepat onset maturasi seksual sekunder. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaitan antara obesitas pada anak laki-laki dengan usia terjadinya maturasi seksual sekunder. Metode: Populasi studi adalah 133 anak laki-laki obes dan 133 anak laki-laki non obes di 32 Sekolah Dasar di Yogyakarta, dengan usia bervariasi antara 9 sampai 10 tahun. Mereka diobservasi setiap 4 bulan selama dua tahun (2006-2008). Definisi obesitas adalah kondisi body mass index (BMI) sama dengan atau diatas persentil ke 95 standar CDC 2000. Maturasi seksual sekunder dinilai dengan mengukur volume testis menggunakan orchidometer. Volume 4 ml atau lebih merupakan awal terjadinya maturasi seksual. Pengumpulan data dilakukan oleh perawat yang sudah terlatih dan residen anak. Hasil: Pada awal penelitian, rata-rata usia anak laki-laki obes dan non obes adalah sama, 9,28 ± 0,42 tahun. Pada anak laki-laki obes rata-rata (SD) maturasi seksual sekunder dicapai pada bulan 21,25 (2,61) penelitian dan anak laki-laki tidak obes dicapai pada bulan 22,26 (2,18) penelitian. Rerata usia maturasi seksual sekunder anak laki-laki obes adalah 11,05 tahun, sedangkan pada anak non obes 11,12 tahun. Obesitas merupakan faktor risiko mempercepat maturasi seksual sekunder, RR 2,22 (95% CI 1,28 – 3,85); p=0,004. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna usia mulainya maturasi seksual sekunder pada anak laki-laki obes dibandingkan anak laki-laki non obes.
Background: Prevalence of obesity in children is increasing. Obesity may induce earlier secondary sexual maturity. Objective: The objective of this study is to know the relation between obesity in children with secondary sexual maturity. Methods: The study’s population is 133 obese and 133 non obese boys in 32 elementary schools in Yogyakarta with ages varying from 9 to 10 years old. They were observed every 4 months for a two years period (2006-2008). Obesity is defined as a condition where the Body Mass Index (BMI) is equivalent to or above the 95th percentile of CDC 2000 standard. Secondary sexual maturity determined by measuring testicular volume with orchidometer. Volume of 4 ml or above is regarded as beginning of sexual maturity. Data collection was taken by trained nurses and a pediatric residence. Results: At the beginning the study, the average age of the obese and the non obese boys counterpart are similar, 9,28 ± 0,42 years. In obese boys, the mean (SD) of secondary sexual maturity began in 21,25 (2,61) months of study and in non obese boys it began in 22,26 (2,18) months of study. Mean of age for the secondary sexual maturity is 11,05 years old in obese boys and 11,12 years old in non obese boys. Obesity is a risk factor for earlier secondary sexual maturity, RR 2,22 (95% CI 1,28 – 3,85); p=0,004. Conclusion: There is a significant difference in the age of the secondary sexual maturity in obese boys compared to non obese boys.
Kata Kunci : Obesitas, Maturasi seksual, Volume testis