Laporkan Masalah

Kajian kelayakan rawat jalan spesialisasi di Puskesmas Tanru Tedong Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan

RAHBIAH, Ernie, dr. Kristiani, SU

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Upaya pengembangan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidrap dilaksanakan melalui perencanaan layanan spesialisasi di Puskesmas Tanru Tedong yang terletak di Kecamatan Dua Pitue, yang merupakan puskesmas potensil untuk pengembangan layanan spesialisasi, dengan mempertimbangkan sarana dan prasarana puskesmas, serta tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan tingkat lanjut (spesialisasi). Upaya pengembangan pelayanan kesehatan tersebut harus didukung oleh kemampuan membayar (Ability To Pay) dan kemauan membayar (Willingness To Pay) tarif pelayanan dokter spesialis yang akan memberikan pelayanan di Puskesmas Tanru Tedong, serta persepsi stakeholder, yang menjadi pedoman bagi kebijakan mengenai kelayakan pelayanan spesialisasi di Puskesmas Tanru Tedong. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelayakan pelayanan rawat jalan spesialisasi di Puskesmas Tanru Tedong, mengukur kemampuan membayar (Ability To Pay) dan kemauan membayar (Willingness To Pay) tarif pelayanan dokter spesialis di Puskesmas Tanru Tedong, serta bagaimana persepsi stakeholder terhadap kelayakan pelayanan rawat jalan spesialisasi di Puskesmas Tanru Tedong. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus, menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Mengukur kemampuan dan kemauan membayar dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner terhadap 95 orang responden. Mengetahui persepsi stakeholder terhadap kelayakan pengembangan kesehatan, dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 8 orang stakeholder terpilih berdasarkan kompetensi masing-masing. Hasil Penelitian : Kemampuan membayar (Ability To pay) masyarakat Kecamatan Dua Pitue untuk tarif pelayanan dokter spesialis di Puskesmas Tanru Tedong adalah Rp.25.000–Rp.35.000, dan kemauan membayar (Willingness To Pay) masyarakat adalah Rp.35.000; stakeholder menganggap pelayanan rawat jalan spesialisasi di Puskesmas Tanru Tedong sudah sesuai dengan kondisi sarana dan prasarana; jika terlaksana, eksistensinya harus dipertahankan, mutu pelayanan ditingkatkan dan harus didukung oleh komitmen pemerintah daerah dengan membuat tarif perda bagi pelayanan dokter spesialis di puskesmas. Kesimpulan : Sarana dan prasarana yang memadai, didukung oleh kemampuan membayar (Ability To Pay) dan kemauan membayar (Willingness To Pay) masyarakat yang cukup tinggi, dukungan dari stakeholder, Puskesmas Tanru Tedong sudah layak mengembangkan pelayanan dokter spesialis.

Background: Health service improvement efforts in Sidrap District is considered through delivery of specialized medical services in Tanrutedong Public Health Centre which is located in Dua Pitue Subdistrict, a prospective centre for development of specialized services, in a view of the centre facilities as well as high demand of community to get advanced treatment (specialized management). This improvement activity should be supported by proper Ability To Pay and Willingness To Pay for specialized doctor services imbursement that provide their expertise at the centre, and stakeholder’s perception, as a guide to direct their policy, about feasibility of specialized services at the centre. Objective: This study is aimed to identify achievability of specialized medical services for outpatient, to measure Ability To Pay and Willingness To Pay specialized services at the centre, in addition to determine stakeholders’ perception on feasibility of specialized medical services at Tanrutedong Public Health Centre. Method: This study is conducted as a descriptive study which is designed as a case study, using both qualitative and quantitative methods. Willingness and ability to pay is measured through interview with questionnaire to 95 respondents. Stakeholder’s perception is defined by means of deep interview to 8 elected different stakeholder. Results: Ability to Pay of Dua Pitue Subdistrict for specialized medical services at the centre is ranged from Rp.25,000,- to Rp.35,000,-, while their Willingness to Pay is Rp.35,000,-; stakeholder considered specialized medical services for outpatient is appropriate in regards to the centre’s facilities; should this development is released, its progression must be maintained, quality of services must be improved, and District Government is obliged to provide District Regulation in terms of service payment for specialized medical services in Public Health Centres. Conclusion: Taking into account suitable facilities, supported by proper Ability to Pay and Willingness to Pay, supported by stakeholders, Tanrutedong Public Health Centre is appropriate to develop specialized medical services.

Kata Kunci : Kelayakan pengembangan,Pelayanan spesialisasi,Ability to pay,willingness to pay


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.