Pengaruh pendidikan gizi ibu hamil dan pesan gizi melalui short message service (SMS) terhadap pengetahuan, perilaku dan kepatuhan minum tablet besi dan kadar hemoglobin ibu hamil di Kota Palangka Raya
KUSFRIYADI, Mars Khendra, Prof. dr. Hamam Hadi, MS.,Sc.D
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Kepatuhan yang rendah sebagai salah satu penyebab masih tingginya prevalensi anemia di Inonesia sebagian besar disebabkan oleh faktor lupa. Pendidikan gizi disertai SMS (Short Service Message) diharapkan menjadi media penyampai pesan gizi dan reminder minum tablet besi dan berdampak pada perubahan kadar hemoglobin ibu hamil. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi dan pesan gizi melalui SMS terhadap pengetahuan, perilaku, kepatuhan dan kadar hemoglobin ibu hamil. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah quasi ekperimen dengan rancangan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kelompok pembanding eksternal. Melibatkan 3 kelompok perlakuan, yaitu pendidikan gizi saja, pendidikan gizi disertai SMS dan kontrol sebagai pembanding. Subjek penelitian berjumlah 121 orang ibu hamil. Dilaksanakan dari bulan Nopember 2009 hingga April 2010 di Kota Palangka Raya pada Puskesmas Pahandut, Puskesmas Kayon, dan Puskesmas Tangkiling. Hasil penelitian: Ibu hamil yang mendapat intervensi pendidikan gizi disertai SMS mengalami peningkatan pengetahuan dan perilaku yang berbeda nyata secara signifikan (p<0,05). Ibu hamil yang mendapat pendidikan gizi disertai SMS, 18 point lebih tinggi pengetahuannya (coef = 18,26), 4 point lebih baik perilakunya (coef = 4,07) dan memiliki kemungkinan lebih patuh 4 kali di banding kontrol (OR = 3,79). Intervensi pendidikan gizi disertai SMS mampu meningkatkan kepatuhan hingga 32,5 % dan kepatuhan yang tinggi (≥ 90%) berpengaruh secara bermakna (p<0,05) terhadap peningkatan kadar hemoglobin hingga 1,3 g/dl. Peningkatan kadar hemoglobin seiring dengan semakin meningkatnya kepatuhan (doseresponse) pada ibu hamil dengan kadar hemoglobin awal < 11 g/dl. Sedangkan pada ibu hamil dengan kadar hemoglobin awal ≥ 11 g/dl, peningkatan kadar hemoglobin bermakna secara statistik apabila kepatuhan mencapai ≥ 90%. Kesimpulan: Ibu hamil yang mendapat pendidikan gizi dan pesan gizi melalui SMS memiliki pengetahuan, perilaku dan kepatuhan minum tablet besi lebih baik dibandingkan ibu hamil yang hanya mendapatkan pendidikan gizi saja dan kontrol. Kepatuhan yang tinggi secara bermakna dapat meningkatkan kadar hemoglobin.
Background: Low compliance as one cause of high prevalence of anemia in Indonesia is mainly due to forgetfulness. Nutrition education and SMS are expected to become media to send nutrition message and remind pregnant mothers of taking iron tablet. Objective: To identify impact of nutrition education and nutrition message through SMS to knowledge, behavior and compliance of pregnant mothers with taking iron tablet. Method: The study was a quasi experiment that used pre and post test control/non equivalent control group design involving 3 groups of experiment, i.e. nutrition education only, nutrition education and SMS and control as comparator. Subject of the study consisted of 121 pregnant mothers. The study was carried out from November 2009 to April 2010 at Palangka Raya Municipality in Pahandut, Kayon and Tangkiling Health Centers. Result: Pregnant mothers that got nutrition education and SMS intervention significantly improved their knowledge and behavior (p<0.05). Pregnant mothers that got nutrition education and SMS had knowledge 18 point higher (coef=18.26) and behavior 4 point better (coef=4.07) and probability 4 times more compliant than the control group (OR=3.79). Nutrition education and SMS intervention could increase compliance up to 32.5% and high compliance (≥90%) significantly affect (p<0.05) increase of hemoglobin level up to 1.3g/dl. Increase of hemoglobin level went in line with increase of compliance (dose-response) in pregnant mothers with preliminary hemoglobin level <11g/dl. Meanwhile in pregnant mothers with preliminary hemoglobin level ≥11g/dl, increase of hemoglobin level was statistically significant when compliance reached ≥90%. Conclusion: Pregnant mothers that got nutrition education and SMS had better knowledge, behavior and compliance with taking iron tablet than those that only got nutrition education and the control group. High compliance could significantly increase hemoglobin level.
Kata Kunci : Anemia,Ibu hamil,Pendidikan gizi,SMS,Pengetahuan,Perilaku,Kepatuhan, anemia, pregnant mothers, knowledge, behavior, compliance, hemoglobin level, SMS, nutrition education