Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak yang mengalami penyimpangan positif usia 6-59 bulan di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat
YUDIANTI, Prof. dr. Sri Suparyati S, Sp.AK, PhD
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Penyimpangan Positif dalam perspektif status gizi balita yaitu balita yang berstatus gizi baik yang hidup di dalam keluarga miskin di lingkungan miskin. Kecamatan Tinambung memiliki persentase keluarga miskin lebih banyak dibandingkan kabupaten tetapi persentase gizi kurang dan gizi buruk lebih rendah dari Kabupaten Polman. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak yang mengalami penyimpangan positif usia 6-59 bulan di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman. Metode : Penelitian ini adalah observasional dengan rancangan case control dan merupakan gabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Subjek adalah semua anak yang berasal dari keluarga miskin dan memenuhi kriteria inklusi Pengumpulan data pola asuh dengan kuesioner, data asupan gizi mengunakan recall 24 jam dan status gizi menggunakan pengukuran antropometri. Analisis data kuantitatif digunakan uji chi square (x² ), Odds Ratio, dan Regresi logistik sedangkan data kualitatif dilakukan wawancara mendalam terhadap variabel yang ada untuk mendukung hasil analisis. Hasil : Praktek pemberian makan dengan penyimpangan positif pada anak OR= 5,97 (95% CI=1,87-19,0). Praktek perawatan anak OR= 11,52 (95% CI= 1,55-85,66), praktek kebersihan diri OR= 49,45 (95% CI= 11,23- 217,7), praktek pencarian pengobatan OR= 4,75 (95% CI= 0,73-30,95), asupan energi OR= 6,04 (95% CI= 1,98-18,40), asupan protein dengan OR= 4,44 (95% CI= 1,35-14,50). Perhatian yang diberikan ibu balita dari kelompok kasus pada pola asuh dan asupan gizi anak lebih baik daripada ibu dari kelompok kontrol. Ada hubungan antara pemberian makan, kebersihan diri, perawatan anak, asupan energi dan protein dengan status gizi anak yang mengalami penyimpangan positif. Kesimpulan : Praktek-praktek pengasuhan dan asupan gizi anak dari kelompok kasus lebih baik daripada kelompok kontrol sehingga penyuluhan kesehatan secara intensif perlu ditingkatkan.
Background: Positive deviance from the perspective of young-child nutrition is an underfive with good nutrition status living with poor families in poor environment. Subdistrict of Tinambung has higher percentage of poor families but lower percentage of undernourishment and malnutrition com than District of Polman. Objective: To identify factors associated with nutrition status of children undergoing positive deviance of 6-59 months at Subdistrict of Tinambung District of Polman. Method: The study was observational with case control design that used both quantitative and qualitative approaches. Subject of the study were all children from poor families that fulfilled inclusion criteria. Data of rearing pattern were obtained from questionnaire, data of nutrition intake were obtained from recall 24 hours and nutrition status from anthropometric measurement. Quantitative data analysis used chi square (x2), Odds Ratio and Logistic Regression. Qualitative data were obtained through indepth interview about the existing variables to support the result of analysis. Result: The practice of food supplementation with positive deviance in children was OR=5.97 (95% CI=1.87-19.0). The practice of childcare was OR=11.52 (95% CI=1.55-85.66); self-hygiene OR=49.45 (95% CI=11.23- 217.7); medication seeking OR=4.75 (95%CI=0.73-30.95); energy intake OR=6.04 (95% CI=1.98-18.40); protein intake OR=4.44 (95% CI=1.35- 14.50). Concern of mothers of underfives from the case group in rearing pattern and nutrition intake was greater than mothers from the control group. There was association between food supplement, self-hygiene, childcare, intake of energy and protein and nutrition status of children undergoing positive deviance. Conclusion: The practice of child rearing and nutrient intake of children from the case group were better than that of the control group so that it was necessary to improve health socialization intensively.
Kata Kunci : Penyimpangan positif,Anak balita,Pola asuh,Asupan gizi